Scroll to Top

Folk pop “Daun Jatuh” merilis EP perdananya yang diberi judul ‘Seroja’.

By Fransiscus Eko / Published on Tuesday, 25 Oct 2022 15:22 PM / No Comments / 109 views

Cadaazz.com – Daun Jatuh, grup folk-pop asal Tangerang yang dikenal melalui lagu berlirik puitis merilis mini album (EP) perdananya yang diberi judul ‘Seroja’. EP ini memiliki 6 lagu yang terdiri dari 2 lagu baru dan 4 lagu yang sudah dirilis sebelumnya.

Daun Jatuh memiliki alasannya tersendiri mengambil nama bunga Seroja sebagai judul EP. Seroja, kata Verrel vokalis Daun Jatuh, adalah bunga yang hidup di air keruh dan berlumpur namun tetap terlihat Indah.

“Semua lagu yang kita tulis di EP ini berdasarkan pengalaman pahit dari masing-masing kita. jadi kita menganggap karya kita di EP ini seperti bunga Seroja. EP ini berisi karya yang kita tulis berdasarkan pengalaman pahit namun dapat menghasilkan karya yang indah setidaknya menurut kami,”ujar Verrel dalam  siaran pers tertulisnya, Jumat, 21 Oktober 2022.

William personel lainnya menambahkan cerita di balik proses produksi EP perdana Daun Jatuh. Seroja diciptakan secara bertahap yang awalnya dibuka dengan rilisnya single “Momen” di bulan Juli 2021. Proses produksi dari single pertama sampai EP rampung memerlukan waktu satu tahun.

“Proses rekaman dilakukan secara bertahap per lagu dan di setiap lagu pada EP ini terdapat keunikan contohnya seperti merekam suara sapu lidi. Selain itu proses produksi dilakukan di tengah pandemi, banyak tantangan dan hal baru yang dihadapi, tetapi proses produksi EP “Seroja” ini tetap berjalan dengan lancar dan maksimal,”ucapnya.

6 lagu yang masuk ke dalam EP yakni Bungkam’, ‘Malang’, ‘Tak Selaras’,  ‘Momen’ dan 2 lagu baru yaitu Biru (focus track) dan Memadam. Keenamnya ditulis oleh semua personil Daun Jatuh dan diproduseri oleh Ibnu Dian dari Matter Halo.

Biru yang menjadi focus track dari EP ini bercerita mengenai titik nadir seseorang dalam hidupnya. Berdurasi 03:57 menit, lagu ini dibuka dengan petikan gitar akustik khas Daun Jatuh.

Official Music Video yang rilis di hari yang sama mengambil kisah seorang pria yang tinggal di pemukiman pinggir laut yang sedang menghadapi persoalan hidup yang begitu berat. ‘Pulang, terpaksa ku memendam semua harap. Kemas semua mimpi dan rencana, yang telah ‘ku catat dan ‘ku perjuangkan’ berikut secuplik lirik dari lagu tersebut.

“Biru itu bercerita mengenai kisah orang dimana dia harus menghadapi kenyataan kalau mimpi dan harapannya musnah. Dia sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.”jelas Verrel.

Daun Jatuh berharap penggemarnya yang disebut Hamparan Hijau dan seluruh pendengar musik di Indonesia menyukai karya mereka. Mereka juga berharap karyanya memberikan kekuatan bagi orang-orang yang tengah mengalami masalah hidup.

”Kami berharap dengan hadirnya “Seroja” teman – teman semua yang mendengarkan akan dikuatkan dan ditemani dengan harapan bahwa hal indah, bermakna, dan berarti bisa juga lahir dan ada melalui kejadian dan peristiwa pahit di hidup kita.”tutup Timothy.

Semua lagu di dalam EP Seroja sudah bisa didengar di seluruh digital streaming platform favorit.  Official music video juga bisa disaksikan di kanal youtube Daun Jatuh.

Daun Jatuh adalah grup folk-pop asal Tangerang dengan anggota: Verrel Alvirizky (vokalis), Timothy Gunung Tua (gitaris), Jessen Nathanael (drummer), William (bassist), Mufti Ahmad Fadilah (gitaris), dan Azriel Ismail (keyboardist).

Mereka dikenal melalui lagu “Resah Jadi Luka” yang mendapatkan perhatian besar berkat viral di platform media sosial TikTok dengan lebih dari 200 ribu UGC videos dan total 1.5 milyar video views . Lagu ini masih ada di chart Top 200 Spotify Indonesia dengan lebih dari 49,7 juta streams di platform tersebut sejauh ini.

Filosofi nama “Daun Jatuh” berasal dari bagaimana setiap anggota grup ini bertemu dari grup-grup mereka sebelumnya yang sudah bubar, kemudian tumbuh lagi dari awal–layaknya daun-daun yang berjatuhan, terhubung, kemudian tumbuh kembali.

Daun Jatuh dikenal lewat musik yang ramah telinga, dipadukan dengan lirik kuat serta suasana yang fokus pada mood lagunya. Karya-karya mereka membawa pendengar untuk merasakan perasaan puitis ketika menikmatinya. Konsep minimalis ini kemudian menjadi khas bagi Daun Jatuh. Mereka juga mendapatkan nominasi AMI Awards 2022 untuk kategori “Duo/Grup Pop Terbaik’ untuk single Momen. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1