Scroll to Top

Kolaborasi tiga media musik lahirkan “Kompilasi Rakyat vol. 1”.

By admin / Published on Sunday, 21 Nov 2021 22:16 PM / No Comments / 43 views

musik Cadaazz.com – Jika kita mencari tahu atau berselancar di internet tentang musik pada era 80an akhir dan 90an akhir, kita mungkin akan dipertemukan dengan album-album kompilasi musik.

Maka dari itu hadirlah opsi seperti itu yang kemudian menghadirkan beberapa musisi besar. Karena kompilasi-kompilasi yang cukup menjanjikan itu, tercetuslah ide awal dari Kompilasi Rakyat vol. 1 dari salah satu media musik Igun Sudarmono.

Dengan membawa semangat dan ide ini, Igun Sudarmono pun berdiskusi dengan tiga media lainnya, yakni MusicVibe, Folkslokal, dan Band Temen Loe yang akhirnya berkolaborasi melahirkan kompilasi ini. Kolaborasi dari keempat media tersebut menjadi salah satu strategi yang bagus untuk mencapai tujuan kompilasi ini, yakni mengangkat lagu-lagu baru dari para musisi peserta menjadi lebih luas dikenal dan diterima.

Kompilasi Rakyat vol. 1 pun akhirnya tercipta dengan mengajak 11 musisi pilihan keempat media. Proses pemilihannya cukup terbilang mudah dimana keempat media mengajak beberapa artis yang memiliki gaya bermusik tidak berbeda jauh dari ideologi para media penyelenggara. Hal ini juga dilakukan untuk mempermudah dalam membuat tracklist Kompilasi Rakyat vol. 1.

Kompilasi ini pun dibuka dengan cukup ceria dari kolaborasi Rasyiqa dan Vintonic yang mengaransemen ulang lagu “Reckless” menjadi bernuansa tahun 80an. Dilanjut dengan lagu lembut milik Agustin Oendari berjudul “Angel From A Dream” yang kemudian disambung tembang manis Cellosux dengan single lamanya berjudul “Oh Mary”.

Lagu keempat dari kompilasi ini dilahirkan dari musisi yang baru aja merilis album terbarunya, yakni Sekaranggi. Sekaranggi mencoba untuk menghadirkan sesuatu yang baru dengan lagu berjudul “It’s Hard To Be Me”, bersebelahan dengan karya terbaru dari Rio Satrio, musisi asal Kalimantan yang paling terakhir bergabung dengan Kompilasi Rakyat vol. 1.

Rio Satrio menghadirkan lagu berjudul “Jellyfish” lembut dalam balutan petikan gitar akustik yang mendominasi. Larut dalam vokal Rio Satrio, pendengar semakin dibawa lebih nyaman ketika mendengar “Lautan Harap” dari Dialog Senja.

Enam lagu dirasa tidak cukup untuk disajikan oleh Kompilasi Rakyat vol. 1 kepada industri musik Indonesia. Tiga lagu berikutnya adalah karya kolaboratif yang menarik. Dimulai dari Kiarakelana yang mengajak Seruni Puti untuk menyempurnakan lagu “Berdenyut”, single terbaru dari Layung Temaram bersama dengan Lisa Tam di lagu berjudul “Lisa”, dan lagu pengantar tidur dari Meda Kawu dan Vira Talisa yang sangat adem dengan judul “Sweet Dream, Sweet Little Things”.

11 lagu yang dijamin akan membuat pendengarnya terasa nyaman ini akan dirilis pada tanggal 17 November 2021. Semua lagu akan dapat ditemukan di playlist Kompilasi Rakyat vol. 1 di akun Spotify Igun Sudarmono, atau dapat kalian temukan di diskografi setiap artis!

Berawal dari hobi ngulik rilisan lagu baru dan koleksi rilisan fisik dari jaman kaset hingga CD, akun pribadi @igunsudarmono berubah menjadi Media Musik disaat pandemi di 2020 kemarin. Secara konsisten membuat beberapa konten harian antara lain REKOMEN+DASI , ANTISIPASI dan 16 CHART MUSIK INDO, dengan tujuan mendukung para musisi saat rilis lagu baru, biar lagu mereka di notice dan akhirnya di dengar pecinta musik. Dengan balutan visual konten yang menarik diharapkan menggugah semua orang untuk berhenti menyimak karena penasaran untuk pengen tau lebih lagi.

Band Temen Loe awalnya adalah store rilisan fisik dari sebagain besar musisi-musisi independent yang memiliki potensi karya menjadi besar khususnya karya dalam rilisan fisik, namun pada akhirnya BandTemenLoe memfasilitasi talent-talent musik independent, bagi mereka yg ingin karyanya dikenal oleh publik secara tanpa harus merilis fisik album.

Sebuah media yang bertujuan untuk memberikan informasi seputar industri musik independen di Indonesia dan dikemas dengan cara berbeda. Sejak tahun 2016 Folkslokal sudah hadir dalam bentuk kanal Youtube yang bertujuan untuk mempromosikan band-band dibawah radar. Tahun demi tahun berganti, Folkslokal pun menghadirkan beberapa konten lain seperti “Live Session”, “Review, Unboxing & Reaction”, “Sekilas Info” dan kemudian bertranformasi menjadi sebuah media berita yang berfokus di Media sosial terutama Instagram.

MusicVibe (@musicvibecom) adalah sebuah media musik berbasis online yang dapat diakses di sosial media dan situs resmi MusicVibe. Media ini berjalan atas dasar kecintaannya dengan dunia musik dan memiliki tujuan untuk turut membangun industri musik Indonesia dengan cara menyebarkan perasaan nyaman melalui lagu-lagu yang direkomendasikan. Media ini juga ingin menjadi teman yang baik bagi para musisi dan para pendengarnya dengan menyebarkan perasaan nyaman tersebut. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1