Scroll to Top

“RAYROCC” Pulang Dari Amerika Serikat, Dengan Segudang Cerita Serupa Otobiografik Dalam EP “Midnight Conscious”.

By admin / Published on Tuesday, 11 May 2021 15:26 PM / No Comments / 123 views

otobiografikCadaazz.com – RAYROCC. pulang dari Los Angeles, Amerika Serikat, dengan segudang cerita yang cukup untuk memantik lagu-lagunya tercipta serupa otobiografik. Semua yang ditulisnya terlegitimasi nyata, bukan sekadar bualan diaspora belaka. Ia mengalaminya secara personal; kena diskriminasi ras Asia – yang membuatnya sering diincar petugas LAPD, terjebak dalam perang gangster, berkawan dengan preman ‘ghetto’, sampai hadir ke pesta-pesta underground yang menularkan perilaku berandalannya berlaku inheren.

Identitas RAYROCC. terbentuk dari kerasnya lingkungan jalanan kawasan West Coast Hip Hop. Swaggy, tragedi dan depresi, membidani lahirnya Midnight Conscious, EP keduanya setelah Before It Was Weird (Compound World, 2019). Di mana ia menggali kembali akar musikalitasnya yang berhulu pada Jazz & Soul.

“Orang yang dengerin album ini bakal dapetin great mix, great music, and . . . true storytelling,” cetus RAYROCC.

Lagu-lagunya ditulis ‘one shot one kill’, dengan spontanitas seorang komposer solo yang terbiasa mengerjakan semuanya sendiri. Dari aransemen beat, dinamika rima, gaya repetan, hingga mixing dan mastering. “Buat gue bikin musik itu kayak, ‘as clear as day, and sometimes as dark as night. Tergantung mood saat itu. Contohnya lagu Intro, yang selesai cuma dalam waktu 10 menit,” kata RAYROCC.

Intro menjadi nomor pembuka dari empat lagu yang tercantum dalam EP ini. Bercerita tentang pergulatannya dengan bipolar dan ADHD. Ia menulisnya ketika tendensi untuk bunuh diri terbit sedekat urat leher. Tenggelam di antara temperamen anomali ketenangan dan kemarahan. “Banyak hal terjadi di masa itu. Masalah keluarga, dan gue lagi bangkrut total. Tapi gue segera menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri gue,” jelasnya.

otobiografik

Sebuah momen kontemplasi kemudian mengantarkan terciptanya Midnight:Story. Masih terjaga di pukul 5 pagi dan memutar ulang memori hidupnya di kepala: ‘Thank God for my anxieties/Love my suicidal tendencies, yea i’m a different breed/Melodramatic with the flow, yea i’m a special need. Dealing with the future just some sudafed is all i feed.’

EP Midnight Conscious adalah suara alami RAYROCC. sebagai rapper. Tidak ada yang dibuat-buat. Dan kenapa ia berani menulisnya secara blak-blakan, karena ia mengaku telah sepenuhnya menerima kenyataan, bahwa hidupnya problematik. Single Culture Shocked mengemukakan salah satunya, bagaimana ia kesulitan menyamakan ritme dengan tata krama masyarakat. Berbagi mikrofon dengan Ridh. N, verse berikut menyembur: ‘Am i the only/One who keeps falling/Trying to stay in but/I just don’t fit in/Still feel alone when i’m out of my own/Can you just hold me.’

Sementara When I Die memiliki arti dalam soal kematian. “Gue nggak pengen ada orang sedih kalau gue meninggal dunia,” sebut RAYROCC. “You’re as strong as the crew you built. Kita enggak pernah menjadi sesuatu kalau orang-orang di sekitar kita enggak solid. Itu inti dari Midnight Conscious,” lanjutnya.

Tapi cukup sudah semua kedepresian ini. RAYROCC. mengaku hari-hari terburuknya sudah mampu dilewati. Ia tidak akan menuliskan hal yang sama lagi di album berikutnya. “Gue nggak mau bicara tentang kematian. Gue mau bicara tentang kehidupan. Makanya, kalau elo sedang berada di titik terendah dalam hidup, coba dengarkan album ini. Karena kalau gue bisa melewati saat-saat terberat seperti kemarin, kalian juga pasti bisa,” tutupnya.

EP Midnight Conscious terbit via Twilo Records dan sudah bisa didengar di berbagai serambi streaming digital mulai dari 23 April 2021. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1