Scroll to Top

“Glosalia” Luncurkan Single Terakhir Berjudul “Parah”, Di Penghujung Tahun 2020.

By admin / Published on Thursday, 24 Dec 2020 10:40 AM / No Comments / 509 views

Glosalia

Cadaazz.com – Single berjudul “Parah” merupakan single terakhir di penghujung musim hujan tahun 2020 bagi Glosalia, tahun yang  memiliki kenangan sekaligus tahun perenungan yang sangat dalam bagi seluruh umat manusia di dunia.

Setelah pada 1 April 2020 lalu Glosalia sempat mengeluarkan single secara digital berjudul “Kita Akan Selalu Bersama“, tidak menyangka bulan April adalah sebuah awal dari teror yang menyerang, dan semua rencana kacau balau apalagi dari sisi ekonomi dan bisnis secara global.

Tidak menyerah dan kehidupan terus berjalan waktu itu era “stay at home“, “staysafe“, “jamming online” dan bla bla bla. Pada 8 mei 2020 Glosalia bersama rekan-rekan musisi/ seniman bandung merilis single cover “Enjoy The Silence” milik Depeche Mode.

Musik “Parah” ini tanpa intro, semua instrumen bersamaan masuk tanpa basa-basi. Boleh jadi single “Parah” merupakan satu-satunya single yang tidak memiliki intro diantara single-single yang pernah diciptakan unit industrial rock asal Cicadas – Bandung tersebut.

Jenuh dengan pola kebiasaan pada umumnya, tapi  bisa jadi ingin mencoba sesuatu yang baru, dan sejauh ini bisa dikatakan berhasil dan memberikan kepuasan tersendiri bagi para internal yang berkepentingan di Glosalia.

Format tanpa bass digantikan Synth ala single “Hail Gundala” (OST Gundala) masih dipertahankan sampai dengan detik ini, namun bukan Glosalia namanya apabila tiba-tiba merubah format dan mencari hal-hal baru yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, dan semuanya sangat bersifat situasional.

Produksi musik single “Parah” dikerjakan dengan merespon beberapa adegan di film “se7en” karya penulis Andrew Kevin Walker dan David Fincher sebagai sutradara, dengan bahan dasarnya sudah lama dikerjakan dengan memakai gitar akustik pada awalnya  justru terinspirasi single “Even Flow” milik Pearl Jam. Dan sekarang semakin mengerucut dan mengentalkan aroma band-band rock 80 dan 90an seperti synth rock ala Gary Numan, rock powerfull ala Nine Inch Nails dan musik kejanggalan dari Puscifer.

‘Liar frustasi sial parah, Kesedihan bersembunyi didalam adegan janggal, Batas diri mengalahkanku dan bertanya hingga ku termangu, Ambisi mimpi terjebak kebuntuan, Berserakan berantakan!

Penggalan syair tersebut bercerita tentang tokoh detektif Mils  yang selalu kalah satu langkah terhadap setiap peristiwa pembunuhan berantai yg dilakukan oleh sang pembunuh. Sudah barang  tentu membuat frustasi dalam mencari teka-teki kode yang ditinggalkan di setiap peristiwa pembunuhan tersebut.  salam musik Indonesia. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1