Scroll to Top

“Sketsa Antara” dan “Dua Monolog” Pentas Kelas Akting Salihara 2020.

By admin / Published on Monday, 23 Nov 2020 16:02 PM / No Comments / 108 views

Kelas Akting Salihara

Cadaazz.com – Kelas Akting Salihara adalah program edukasi untuk publik yang dihelat sejak 2015. Kelas ini bertujuan untuk mengenalkan prinsip keaktoran berdasarkan Sistem Stanislavski, sebuah metode penting untuk seni peran di jalan realisme. Selain yang ingin menekuni bidang teater dan akting, kelas ini juga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai profesi.

Kelas Akting Salihara terdiri dari dua kelas pada setiap tahunnya. Kelas 1 untuk peserta baru dan Kelas 2 untuk peserta yang telah berpartisipasi pada tahun sebelumnya. Setelah tiga bulan mengikuti kelas, para peserta biasanya akan naik panggung sebagai presentasi akhir. Tapi karena situasi yang belum memungkinkan karena pandemi COVID-19, Kelas Akting Salihara 2020 menawarkan pentas yang beda.

Para peserta yang telah mengikuti program sejak Januari lalu akan menampilkan dua pementasan. Para pemain merekam sendiri dengan gawai mereka dari tempat masing-masing dengan menimbang unsur sinematografi dalam keterbatasan.

Kelas 1 mementaskan Sketsa Antara, sebuah karya yang terinspirasi dari Menunggu Godot karya Samuel Beckett. Karya ini mengolah tiga komponen dasar keaktoran: pikiran, perasaan dan tubuh. Adapun Kelas 2 mementaskan Dua Monolog yang terdiri dari Kucing Hitam dan Hati yang Meracau karya Edgar Allan Poe. Dua karya Poe yang telah berumur lebih dari satu abad ini masih kerap muncul dalam beragam bentuk, dari pertunjukan teater hingga film.

Dua pementasan ini disutradarai oleh Rukman Rosadi, seorang aktor teater dan sutradara Saturday Acting Club (Yogyakarta). Ia menyutradarai lakon The Art of Improvisation (2016) dan Hedda Gabler (2017), serta membintangi layar lebar Istirahatlah Kata-Kata (2016), Ziarah (2017) serta Love For Sale 1 & 2. Ia juga pengajar bidang keaktoran di Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan dua tahun belakangan menjadi pengampu di Kelas Akting Salihara.

Dalam sebuah kesempatan Rukman Rosadi berkata bahwa ’’Banyak yang mengira kelas ini bercita-cita menghasilkan aktor hebat di panggung teater ataupun film. Padahal tidak demikian.” Menurutnya bekal pengetahuan seni peran seturut Sistem Stanislavski tidak hanya berguna untuk panggung-panggung pertunjukan dan sinema. Pengetahuan tentang seni peran sesungguhnya juga sangat berguna bagi siapa saja dalam panggung kehidupan sehari-hari seturut peran masing-masing.

Kelas Akting Salihara 2020 juga melibatkan Muhammad Khan sebagai asisten sutradara. ’’Terlibat sebagai asisten kelas ini membuat saya mendapat kesempatan untuk terus mengasah seni peran,’’ kata peraih aktor terbaik Piala Citra 2019 tersebut.

Sketsa Antara dan Dua Monolog akan tayang pada Sabtu-Minggu, 28-29 November 2020. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1