Scroll to Top

“Nonton Teater Di Rumah Aja” Hadirkan “Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia”.

By admin / Published on Saturday, 17 Oct 2020 19:49 PM / No Comments / 52 views

Nonton Teater Di Rumah AjaCadaazz.com – Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 700.000 penikmat seni dan menyaksikan lebih dari 1.500 kegiatan pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dari 400 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, pameran, diskusi, workshop, dan sebagainya yang digelar di ruang publik edutainment seni budaya berbasis digital pertama di Indonesia ini.

Di usianya yang menginjak 7 tahun, Galeri Indonesia Kaya juga menghadirkan beragam pertunjukan yang dapat disaksikan melalui akun YouTube Indonesiakaya. Beragam program yang ditayangkan secara daring ini memberikan warna baru menikmati pertunjukan budaya selama penikmat seni berada di rumah selama masa pandemi ini.

Kali ini, melalui kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja, Galeri Indonesia Kaya bersama Garin Nugroho menghadirkan program yang membahas seni pertunjukan yang diberi judul #PentasDaringRuangKreatif. Program ini merupakan bagian dari Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang telah digelar sejak 2016 yang lalu dengan menghadirkan serangkaian kegiatan mulai dari, roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan, seleksi Art Project Development Proposal, Pitching Forum, Workshop, Mentoring proses produksi seni pertunjukan.

Sebanyak 22 narasumber, mulai dari seniman, produser, promotor, akademisi, hingga seniman muda juga sudah berbicara ke sekitar 2.805 peserta sejak awal digelar. Garin Nugroho, Ratna Riantiarno, Eko Supriyanto, Iswadi Pratama, Subarkah Hadisarjana, Hartati, Sari Madjid adalah beberapa nama yang turut serta berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang seni pertunjukan Indonesia.

“Setelah melewati serangkaian program yang telah diselenggarakan sejak Agustus 2019 yang lalu, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia telah berhasil memilih 14 komunitas seni dari 452 proposal yang masuk. Para peserta terpilih ini berkesempatan untuk menampilkan karya seni dalam Panggung Ruang Kreatif yang akan diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya tahun ini.

Namun, akibat merebaknya Covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, maka kami memutuskan untuk mengalihmediakan pementasan ini dalam bentuk pementasan online dalam program #PentasDaringRuangKreatif yang dapat disaksikan para penikmat seni di rumah. Langkah ini diambil setelah melihat situasi dan kondisi yang terus berkembang dan alasan kesehatan, keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Pada akhir pekan ini,  #PentasDaringRuangKreatif menghadirkan pementasan berjudul Sunar Rahwana  yang ditampilkan oleh Wayang Sunar yang dapat disaksikan pada Sabtu (17/10) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya. Melalui pementasan ini, kelompok seni asal Karangasem, Bali ini ingin membangun wacana wayang dan arti pentingnya seni wayang dalam proses kehidupan.

“Bentuk Wayang Sunar ini terinspirasi dari ogoh-ogoh yang ada di Bali, dari pola ulatan atau rajutan Bali yang digunakan menciptakan kesan baru pada bentuk wayang yang dapat bergerak melalui tangkai yang dipasang dalam setiap persendian wayang. Komunitas ini beranjak dari kesenian klasik menjadi bentuk pertunjukan wayang yang lebih kontemporer. Semisal tembang- tembang dikemas lebih modern dipadukan dengan suasana musik barat yang kemudian menjadi media ungkap dialog dalam karya ini,” ujar Garin Nugroho yang menjadi mentor untuk komunitas ini.

Karya ini merupakan karya seni pertunjukan wayang yang dikemas dengan bentuk baru yang memadukan wayang tiga dimensi yang pada pertunjukannya dapat mengeluarkan cahaya (Sunar), teater, olah vokal, koreografi, dan musik yang semuanya diolah dalam panggung pertunjukan. Dialog yang diungkapkan melalui bentuk koreografi wayang, dan juga tembang-tembang klasik yang dikemas lebih modern merupakan media ungkap dialog dalam karya Wayang Sunar.

Pementasan yang disutradarai oleh Ida Wayan Pangsua Dharma ini mengangkat kisah cinta Rahwana dan Sita namun menampilkan perspektif berbeda dari sisi Rahwana. Para dalang muda, penari dengan arahan koreografer I Gst Ngurah Alit Satria Wibawa dan pemusik arahan Putu Afri Hardyana yang tergabung dalam komunitas ini menampilkan karya yang secara menyeluruh menjadi bentuk karya seni yang sangat kompleks namun dipadukan menjadi satu kesatuan utuh.

Para penikmat seni juga diajak untuk menyaksikan karya komunitas Among Roso yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Komunitas yang bergerak dalam bidang tari ini akan menampilkan karya tari berjudul NGAWAK yang dapat disaksikan pada Minggu (18/10) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya.

Nonton Teater Di Rumah Aja

Dengan arahan mentor koreografer Indonesia dan juga dosen tari Institut Kesenian Jakarta, Hartati, komunitas ini menampilkan karya yang berisi tentang interpretasi bentuk dan karakter, imajinasi keruangan tubuh, dalam proses pencapaian keaktualan tubuh. Melalui proses eksplorasi, ekspresi gerak tubuh yaitu kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh menjadi pijakan utama pengolahan gerak dalam karya ini.

Pementasan NGAWAK dengan koreografer Dionisius Wahyu Anggara Aji ini menampilkan gerak stakato, pengembangan gerak tradisi, pembaharuan gerak yang inovasi, akrobatik, serta kekuatan tubuh. Berawal dari pengalaman empiris koreografer yang mencapai titik sadar bahwa tubuhnya harus menciptakan bentuk baru dengan berbagai gerak akrobatik. Masing-masing penari menampilkan kemampuannya, seperti Rezky dan Arif dengan keterampilan menarikan ganong, Adi Nugroho dan Muhammad Maulana yang memiliki keterampilan tari Surakarta dengan baik. Para penari ini menyatu dalam gerak tubuh yang indah dalam karya ini.

“Karya ini berawal dari kegelisahan saya yang merasakan tubuh saya yang tidak dapat diam dan selalu ingin bergerak. Dari situ saya ingin menciptakan suatu keahlian baru dengan melakukan eksplorasi ruang tubuh serta mengembangkan fleksibilitas dan intensitas tubuh agar dapat menembus batas kemampuan tubuh untuk menemukan warna baru bagi seni pertunjukan dan dapat diinterpretasi dengan baik oleh para penonton,” ujar Dionisius Wahyu Anggara Aji.

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Konsep desain mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam kekinian diangkat di dalam interior seperti rotan, motif parang, bunga melati, batok kelapa dan kain batik tulis dari 14 daerah sebagai ornamen. Secara keseluruhan, terdapat 15 aplikasi yang bisa ditemukan di GIK, antara lain: Sapa Indonesia, Video Mapping, Kaca Pintar Indonesia, Jelajah Indonesia, Selaras Pakaian Adat, Melodi Alunan Daerah, Selasar Santai, Ceria Anak Indonesia (Congklak & Egrang), Layar Telaah Budaya (Surface), Arungi Indonesia, Batik Indonesia, Transparent Display Batik, Oculus Rift, dan Area Peraga.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya. Setiap pelaku seni memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan auditorium, baik untuk latihan maupun pertunjukan.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1