Scroll to Top

Sukses Dengan Single Pertama Mereka, “Langit Sore” kembali merilis single “Melesat” Menggandeng Solois Berbakat Yaitu “Putri Ariani”.

By admin / Published on Tuesday, 22 Sep 2020 01:36 AM / No Comments / 122 views

Cadaazz.com – Sukses dengan single berjudul “Rumit”dari album pertama mereka bertajuk “Muda dan Jatuh Cinta”, yang telah di saksikan lebih dari 10 Juta viewer di Youtube, Langit Sore kembali menggandeng penyanyi solo berbakat yaitu Putri Ariani dan merilis single “Melesat”.

Setelah sebelumnya juga merilis Album “Jogja dan Kenangan” pada bulan Februari 2020 kemarin dan hingga kini telah di dengar 2,2 Juta kali dan menggaet 540 ribu pendengar bulanan di platform Spotify. Berbekal apresiasi dan dukungan dari penikmat musik membuat Langit Sore lebih yakin untuk terus berkarya di masa pandemi dengan terus menciptakan lagu – lagu baru.

Dan kali ini Langit Sore memilih menggandeng penyanyi berumur 15 tahun pemenang Got Talent Indonesia tahun 2014 bernama Putri Ariani. Putri juga menjadi salah satu penyayi resmi dalam Theme Song Asian Para Games 2018.

Lagu “Melesat” bercerita tentang realita kehidupan dari banyak orang tentang bagaimana setiap dari kita pernah mengalami fase kegagalan dalam hidup. dibungkus dengan musik dan nada yang bernuansa semangat dengan lirik yang sederhana seperti lagu lagu  Langit Sore sebelumnya, namun dalam karya terbaru ini Langit Sore berbicara sesuatu yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya yang di kenal dengan  lagu – lagu tentang patah hati.

Kali ini mengangkat realitas bagaimana setiap dari kita pernah mengalami fase buruk dalam hidup namun untuk bisa bangkit dan melesat di masa depan setiap kita punya seseorang yang mendukung kita, tak perlu banyak orang yang percaya akan semangat dan mimpi mimpi kita namun cukup satu orang yang percaya sudah bisa menjadi energi yang luar biasa untuk kita bangkit dari fase buruk dalam hidup kita.

Seperti hal nya proses perjalanan masing masing dari personil Langit Sore juga bukan perjalanan  yang mudah tentu penuh lika liku dan perjuangan , energi ini yang ingin kita sampaikan kepada pendengar kami , terlebih dalam project ini, Langit Sore menggandeng penyanyi berbakat Putri Ariani untuk ikut serta memberi energi yang luar biasa dalam lagu ini. meski di usia nya yang masih belia namun Putri sudah meraih banyak prestasi di dunia musik.

Melalui perjalanan karir putri kita juga bisa belajar tentang tak ada kata keterbatasan bagi kita untuk berkarya, dengan semangat dan tekat yang kuat setiap kita dapat meraih hal yang kita impikan jika kita sungguh – sungguh dan kerja keras dan tentu nya yang tidak bisa kita lepaskan adalah dukungan dari orang orang terdekat yang mencintai kita.

“Sebelumnya kita sudah sempat membuatkan lagu untuk Putri berjudul “Lepaskan Aku” dan kali ini langsung kami ajak berkolaborasi langsung dengan mengeluarkan single “Melesat” yang kita garap di Satrio Piningit Studio di Yogyakarta.

Untuk proses rekaman sekitar satu bulan dan kita juga mempercayakan Bagus Kresnawan yang lebih dikenal dengan panggilan Bagustikus dalam penggarapan video clip “Melesat”, Sempat mengerjakan Music Video dari grup band ternama lainya seperti Nidji, Dmasiv  dan banyak band besar lainnya, untuk proses penggarapan nya cukup singkat yaitu dalam waktu seminggu proses syuting dan editingnya sampai selesai”. Ucap kakung saat press conference di Eskala Jogja.

“Putri seneng banget bisa berkarya bareng kakak- kakak Langit Sore, Proses kreatif bareng mereka bikin makin semangat berkarya, semoga dengan kontribusi putri dalam lagu ini bisa memberikan nuansa yang berbeda dan tambah banyak yang suka ya ”. Tutup Putri

Dalam kesempatan ini Langit Sore dan Putri Ariani ingin berkontribusi dalam industri musik tanah air dengan mengundang MD radio Jogja dan juga media untuk menyaksikan langsung launching single dan pemutaran video clip “Melesat” di Eskala Jogja.

Di harapkan media dan radio bisa bersinergi dengan band untuk kelangsungan industri musik di Yogyakarta. Selain menampilkan Langit Sore dan Putri Ariani juga ada penampilan band pendamping asal Yogyakarta bernama Diandras. Acara ini hanya terbatas untuk tamu undangan dan dengan protokoler yang ketat.

Semoga industri musik Indonesia bisa terus bertahan di tengah pandemi yang sedang melanda tanah air, yang harus kita lakukan adalah terus berkarya, melakukan hal positif untuk orang di sekitar kita dan jangan takut untuk membuat hal baru untuk beradaptasi di situasi dan kondisi pandemi. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1