Scroll to Top

Yayasan Rumah Musik Indonesia Gelar Opera Kontemporer Gandari.

By admin / Published on Sunday, 08 Dec 2019 11:04 AM / No Comments / 92 views

Cadaazz.com – Yayasan Rumah Musik Indonesia untuk kali pertama akan menggelar Opera Gandari yang menyuguhkan pertunjukan opera kontemporer dengan melibatkan musisi Indonesia dan paduan suara yang dikemas dalam tata gerak pada Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2019 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Di bawah program Yayasan Rumah Musik Indonesia yang bertajuk MUSIKINI, opera kontemporer ini mengangkat kisah Gandari – Ibu dari Kurawa dalam cerita Mahabharata – terbagi dalam empat babak, menampilkan musik baru karya Tony Prabowo, seorang komponis kenamaan Indonesia yang karya-karyanya telah dipentaskan secara luas di dalam dan luar negeri. Pertunjukan ini didasarkan pada puisi karya penulis, sastrawan dan wartawan senior Indonesia, Goenawan Mohamad.

Opera Gandari menawarkan perspektif filosofis dan konteks baru tentang sosok perempuan dan ibu melalui simbolisasi gerak dan visual dalam sebuah karya opera berdurasi 60 menit; melibatkan 25 pieces mixed ensemble dengan pengaba Peter Veale, dari Musikfabrik Jerman. Bernadeta Astari dipercaya sebagai penyanyi solo vokal, sedangkan Christine Hakim, aktris kawakan Indonesia menjadi narator. Paduan suara dibawakan oleh Batavia Madrigal Singers, bersama Avip Priatna sebagai Chorus Master. Kemasan pertunjukan ini semakin lengkap dengan dukungan tata lampu dari Joonas Tikkanen, seorang penata cahaya asal Finlandia dan video design dari Taba Sanchabakhtiar.

Pementasan lintas disiplin yang menggabungkan seni sastra, musik kontemporer, tari dan tata rupa ini disutradarai oleh Melati Suryodarmo dan berkolaborasi dengan Jay Subyakto, selaku penata panggung dan rancang artistik.

Menurut Tony Prabowo perkembangan seni pertunjukan abad ke-20 banyak mengubah cara pandang terhadap tatanan konsep dan estetika yang sudah berlaku sebelumnya, dimana opera menjadi sebuah tawaran bentuk seni yang menarik karena menggabungkan apa yang didengar dengan apa yang terlihat atau visual.

“Opera baru pada intinya ada musik, ada teks yang dinyanyikan dan menghadirkan potongan-potongan image mengenai suasana yang ingin dibangun oleh musik dan teks,” ujar Tony dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/12/19).

“Semua unsur seni pertunjukan hadir di situ, ada musik, sastra, tari, teater dan seni visual, meskipun musik tetap menjadi pusatnya,” tambah Tony.

Menurut Melati Suryodarmo, Opera Gandari 3 menawarkan landasan untuk menengok kembali sosok Gandari sebagai simbol karakter manusia yang dihadapkan pada tantangan kehidupan dan nasibnya. Opera Gandari 3 mengajak penonton memasuki suasana-suasana menyentuh melalui kesatuan artistik, suara, musik dan tari.

“Dalam Opera Gandari 3 ini, saya mengangkat sosok Gandari tidak hanya seperti yang dikisahkan dalam epik Mahabharata, namun lebih melihatnya secara kritis sebagai perwujudan dari naluri manusiawi, terutama naluri-naluri keperempuanannya,” kata Melati.

“Saya juga menginterpretasikan puisi panjang Goenawan Mohamad dengan cara memahami fluktuasi ruang imaji-imaji yang ditawarkan. Komposisi Opera Gandari Tony Prabowo juga memberi kemungkinan untuk memasuki ruang-ruang suasana tersebut dengan sensitivitas yang sangat presisi,” imbuhnya.(@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1