Scroll to Top

Lewat Eco Fashion, Istri Bupati Dairi Kembangkan Potensi Kain Tenun Lokal Ramah Lingkungan

By admin / Published on Monday, 04 Nov 2019 16:01 PM / No Comments / 153 views

Cadaazz.com – Industri fashion memiliki andil yang cukup besar dalam mencemari lingkungan. Berbagai inisiatif untuk menciptakan industri fashion yang lebih ramah lingkungan pun kian bermunculan di kancah global tak pelak di Indonesia pun digaungkan fashion yang ramah lingkungan melalui konsep Eco Fashion.

Produk fashion yang bersifat ramah lingkungan, sering disebut dengan istilah Eco Fashion, Green Fashion atau Sustainable Fashion ini beberapa tahun belakangan ini mendapat perhatian yang cukup besar dari anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Sebenarnya kita ketinggalan sekali dalam konsep Eco Fashion ini. Tapi tidak ada kata terlambat, lebih bagus kita telat daripada tidak sama sekali,”ungkap Merdi Sihombing di acara fashion show, diskusi dan pemutaran film dengan tema “Eco Fashion sebagai Gaya Hidup Anak Muda Indonesia” di Epiwalk, Jakarta, Minggu (3/11/19).

Produk fashion dengan pewarna alam misalnya, mulai banyak dipakai oleh anak-anak muda. Mereka juga suka membeli produk lokal Made in Indonesia. Artinya dengan membeli produk lokal, akan memangkas jejak karbon cukup besar. Membeli produk dalam negeri, juga berdampak positif membantu meningkatkan perekonomian para perajin Indonesia.

Menurut Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Romy Mariani dengan adanya Eco Fashion bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal yang bisa dicapai dengan keterlibatan dan peran aktif masyarakat.

“Kami ini dari kabupaten Dairi, Tenun kami terkenal dengan Ulos. Awalnya untuk adat, karena itu ada keterbatasan dalam mengembangkan nah secara ekonomi tak bisa meningkatkan taraf hidup masyakarat lokal, dengan  inilah kita mengembangkan dan pemberdayaan perempuan untuk lebih melebarkan produksi tanpa merusak adat yang ada.”ujar istri  DR. Eddy Keleng Ate Berutu, Bupati Dairi ini.

“Kita mulai mengarah ke eco fashion dan ramah lingkungan, menjaga kelestarian alam dan sekitarnya. Karena kalau saya lihat pewarna ulos itu bisa mencemarkan air di sekitar kita.”ucapnya.

Ulos yang dibuat dengan eco fashion tersebut lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pewarna tekstil yang bisa mencemari sungai sekitar. Kain ulos yang ia bawa ke dalam acara bertema “Eco Fashion sebagai Gaya Hidup Anak Muda Indonesia” menggunakan pewarna alami.

“Jadi kita pakai kunyit untuk pewarnanya. Tapi kan itu akan kuning sekali warnanya jadi kita gabung dengan jeruk purut, sehingga warnanya jadi seperti ini. Untuk warna gelap, bisa didapat dari dedaunan,” kata Romy M Eddy.

“Dengan konsep Eco Fashion Kita juga bisa membuka pasar yang lebih luas. Banyak segi yang harus kami develop, apalagi kami baru dua bulan memulai, tidak bisa bicara target. Namun respon positif kami dapati setelah mengikuti acara fahsion show di Belgia, banyak yang sudah meminta kain kami untuk digunakan sebagai baju seragam dan lainya. Jadi Eco Fashion membuat kita tetap menjaga motif – motif Ulos sebagai budaya, namun secara ekonomi terangkat,”tutup Romy Mariani.(@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1