Scroll to Top

Masuk Tahun Ke – 14, JAFF Usung Tema “Revival”, Christine Hakim Menangis

By admin / Published on Friday, 18 Oct 2019 11:28 AM / No Comments / 71 views

Cadaazz.com – Festival film tahunan Jogja – NETPAC Asia Film Festival (JAFF) akan kembali di gelar pada 19 – 23 November 2019 mendatang di Empire XXI Jogjakarta. Di usianya yang ke – 14, JAFF mengusung tema “Revival” menurut Ifa Isfansyah, Direktur Festival JAFF yang menempatkan festival film sebagai bentuk panggilan untuk merefleksikan lebih dalam dan mengangkat kembali kekayaan sejarah dan peradaban Asia. Meskipun kolonialisme merupakan pengalaman yang telah merendahkan martabat bangsa Asia, hal tersebut memberikan dasar bagi bangsa Asia membangun masa depan melampaui peradaban Barat.

“Sebenarnya kalau secara harafiah bisa diartikan kebangkitan. Kami melihat sekarang identitas Asia sudah mulai bangkit. Kami benar-benar ingin menggali lagi kekayaan identitas Asia,” ungkap Ifa Isfansyah di sela  jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/10/19).

Penyelenggaraan JAFF ke-14 itu akan dilaksanakan secara terpadu di satu kawasan yang berpusat di Empire XXI Yogyakarta. Sebanyak 107 film akan ditayangkan dalam program pemutaran JAFF yang terbagi menjadi program kompetisi dan non-kompetisi, antara lain Asian Perspectives, Asian Feature, Light of Asia, JAFF  Screen Awards, dan Open Air Cinema.

Tercatat sebanyak 23 negara Asia ikut terlibat dalam JAFF 2019, seperti Filipina, Kamboja, China, Iran, Korea Selatan, Jepang, Sri Lanka, Bhutan, Jordan, Bangladesh, Tibet, dan sejumlah negara lain.

Film – film produksi sineas Asia saat ini, menurut Ifa, mampu bersaing di kancah global dan bahkan telah diperhitungkan.

“Konten Asia itu jadi kekuatan yang sangat diperhitungkan oleh budaya barat yang sebelumnya jadi kiblat kita. Dan, semangat itu yang ingin sampai di kita,” ucap Ifa Isfansyah.

Artis Senior Indonesia Christine Hakim yang hadir memuji penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asia Film Festival (JAFF) yang menurutnya telah menjadi salah satu festival film penting di Asia meskipun penyelenggaraan JAFF selama 14 tahun menemui banyak kendala, salah satunya seperti masalah pendanaan.

“Ini salah satu yang penting bahkan menurut saya hebat dan luar biasa dari yang lain karena saya tahu festival lain bisa jutaan dollar dana yang digelontorkan festival tersebut,” kata Christine Hakim

“Dengan minimnya dana, akan tetapi gaung dan dampaknya saya kira tidak berlebihan lebih dari festival yang lain,” ujarnya sambil menangis karena terharu atas perjuangan orang – orang yang terlibat di JAFF yang telah membuktikan diri sebgai salah satu festival film berpengaruh terutama di kawasan Asia.

Bersamaan dengan memperingati 100 tahun sinema Bengali, JAFF 14 juga menayangkan sejumlah karya terbaik dari sinema Bengali yang sudah melakukan produksi sejak 8 November 1919.

“Keberadaan sinema Bengali dalam JAFF 14 adalah salah satu wujud refleksi penggalian identitas diri sinema Asia yang telah hadir sejak seabad yang lalu”, tutur Ifa Isfansyah

Selain program pemutaran flm, JAFF 14 akan menyuguhkan beberapa program edukasi yang terdiri dari Art for Children, Public Lecture, dan Forum Komunitas. JAFF Education sebagai program Masterclass yang merupakan program lokakarya flm untuk pemula juga tidak akan ketinggalan memeriahkan JAFF tahun ini. Program edukasi juga tidak hanya berfokus pada perfilman namun edukasi seni secara umum. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1