Scroll to Top

Teater Boneka Imajinatif Dalam Tajuk “Aquavitae : The Seadog” DiGelar Di Komunitas Salihara

By admin / Published on Friday, 20 Sep 2019 07:08 AM / No Comments / 60 views

Cadaazz.com – Aquavitae adalah teater boneka imajinatif dan proyeksi video tentang kehidupan di dalam laut (subaquatic). Teater boneka ini mengangkat mitos dewi laut yang dikenal dengan sebutan Medusa melalui karakter Gorgon, Ubur-ubur dan dialog dengan Anjing Laut. Pertunjukan ini adalah “underwater art” yang menggabungkan teater, boneka, video dan fotografi.

Aquavitae menggunakan dua plot yang terjadi secara bersamaan. Plot pertama melalui proyeksi video yang menampilkan kondisi di atas maupun di bawah air. Plot kedua berupa naskah nyata di atas panggung. Selain boneka, pertunjukan ini juga mengutamakan gestur tubuh para dalang, proyeksi visual yang puitis dan efek suara yang seru. Selain itu, di sebelah panggung, juga ada pameran “Kabinet Curiosity” yang memperlihatkan benda-benda hasil dari riset artistik yang dilakukan kelompok teater ini.

Digarap berdasarkan pendekatan artistik-ilmiah, sekaligus memanfaatkan mitos dan fiksi serta riset terhadap ilmu kelautan, teater boneka ini hendak mengetuk kesadaran publik akan kerusakan lingkungan, terutama laut dan biosfernya. Tapi di balik tema yang serius, pertunjukan ini bisa sekaligus lucu dan menggemaskan. Pertunjukan ini bekerja sama dengan Institut Français Indonesia (IFI).

Profil Marine Midy

Marine Midy adalah seniman teater kelahiran Paris, Prancis pada 1986. Ia pernah berkarya selama tujuh tahun bersama kelompok teater Terrain Vague yang kerap tampil di ruang publik. Pada 2008, ia mendapatkan gelar “Master in Conception and Realization of a Cultural Project” di University in Ottignies-Louvain-la-Neuve, Belgia.

Pada 2015, ia bertemu dengan kelompok teater boneka Automne2085, dan sejak itu mulai menggarap pertunjukan yang berbeda. Pada 2018, ia mulai mendirikan kelompok teater sendiri yaitu manOEuvres dan mengembangkan proyek “aquartistic” berjudul Aquavitae, serta mendapatkan kesempatan riset di Indonesia atas bantuan Residency of the French Institute. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1