Scroll to Top

Gambarkan Kondisi Dunia Pertelevisian Di Film “Pretty Boys”

By admin / Published on Tuesday, 17 Sep 2019 08:32 AM / No Comments / 244 views

Cadaazz.com – Film Pretty Boys mengangkat kehidupan industri pertelevisian digarap apik rumah produksi Pretty Boys Pictures berkolaborasi dengan Anima Films.

Film tersebut diproduseri Deddy Mahendra Putra alias Desta dan Vincent Rompies yang juga menjadi pemain utamanya diakui Desta sebagai capture sebuah kehidupan dibalik Dunia pertelevisian.

Ide film ini berawal dari keprihatinan Tompi terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya.

“Banyak orang yang mengubah kepribadian mereka saat tampil di televisi hanya agar terkenal. saling mem-bully. atau berdandan tidak sesuai kodrat. Orang-orang yang bermimpi bisa masuk televisi bisa menganggap itu sebagai panutan “Oh, gue harus begini ya kalau mau masuk Tv,” ungkap Vincent di sela konfrensi pers dan media screening film “Pretty Boys” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/19).

“Tayangan kurang mendidik di televisi itu seperti ayam dan telur. Siapa yang meminta duluan! Apakah berasal dari demand para penonton sehingga muncul tayangan yang kurang mendidik ataukah tayangan kurang mendidik yang muncul terlebih dulu dan  tinggi rating sehingga terus menerus di produksi Karena itu, kami memakai tagline “Televisi Yang Menodai Kita atau Kita Yang Menodai Televisi?” untuk menggambarkan hal itu.”tambah Desta.

Dari segi cerita film yang di sutradarai oleh Tompi terbilang ringan dan menghibur ini memang memaparkan kehidupan bagaimana yang terjadi pada dunia Pertelevisian. Bahkan bahasa perbancian mendominasi dalam film ini.

Secara tidak langsung cerita film ini seolah membuka ‘jelek’nya dunia Pertelevisian sehingga bisa jadi keduanya siap untuk memiliki banyak musuh, baik Desta dan Vincet mengatakan bahwa film yang mereka produksi bukan sebagai sebuah kritikan pada dunia Pertelevisian, namun hanya sebagai pemaparan yang memang kenyataan yang terjadi di dunia Pertelevisian.

“Ini sih enggak membuka borok atau jeleknya ya, ini tuh sebenarnya adalah kondisi yang semua orang juga sudah tahu ya. Bukan buat menyindir siapapun, ini hanya semata memberikan gambaran kenyataan yang terjadi di industri pertelevisian nasional. Kita juga tidak sedang mencoba satir di film ini, kita hanya mencoba untuk menampilkan bahwa ya kondisinya seperti ini. Jadi lebih ke pemaparan yang terjadi aja,” kata Desta.

“Saat dikirimin naskah film ini, gue nggak langsung baca karena waktu itu gue lagi liburan. Tapi, begitu baca awalnya, gue benar-benar langsung tertarik dan jatuh hati dengan idenya. Kalau dibilang takut, enggak ya. Kita sudah di tahap televisi yang membutuhkan kita bukan kita yang membutuhkan televisi,” kata Vincent sambil bergurau.

Film Pretty Boys selain merupakan film pertama produksi Desta dan Vincent sebagai pemain sekaligus produser ini juga merupakan film debutan Tompi sebagai Sutradara.

“Ketika Desta menawarkan saya menjadi director, saya mikir lama. Saya minta waktu ke Desta untuk memikirkan masak-masak. Saya tidak punya latar-belakang di film. Cuma hobi saya suka nonton film. Pas ditawarkan film Pretty Boys, saya mau banget bergabung,” kata Tompi

“Saat itu, Tompi ada di Rusia. Waktu gue telepon dan tanya ada cerita apa untuk difilmin, dia minta waktu untuk mikir. Ternyata, dia punya ide cerita yang sangat menarik,” ungkap Desta.

Film Pretty Boys berkisah tentang perjalanan hidup dua orang anak desa, yakni, Rahmat (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah (Vincent Rompies) adalah dua sahabat yang sejak kecil bercita-cita ingin terkenal. Namun, Anugerah selalu mendapat tentangan dari Ayahnya, Pak Jono (Roy Marten), bahwa dunia entertainment dekat dengan hal-hal yang buruk. Karena kesal, Anugerah pun kabur dari daerahnya dan mengadu nasib ke Jakarta bersama Rahmat. Namun, nasib berkata lain. Karier mereka hanya mentok menjadi pelayan dan koki restoran.

Untunglah, ada Asty (Danilla Riyadi) yang selalu menjadi penyejuk bagi keseharian Anugerah. Hingga suatu hari, Anugerah dan Rahmat yang sedang menjadi penonton bayaran di sebuah acara bincang-bincang “Kembang Gula” bertemu Roni (Onadio Leonardo), koordinator penonton super rempong, dan Mas Bayu (Imam Darto). Apakah pertemuan ini akan menjadi pembuka jalan bagi impian Rahmat dan Anugerah?

Selain Vincent Rompies, Deddy Mahendra Desta, film yang skenarionya di tulis oleh Imam Darto ini di dukung juga oleh Onadio Leonardo, Danilla Riyadi, Imam Darto, Roy Marten, Joe P-Project, Ferry Maryadi, Tora Sudiro, Iyang Darmawan, Rowiena Umboh, Natasha Rizky, Najwa Shihab, Aurelie Moeremans, Hesti Purwadinata, Enzy Storia, Dwi Sasono, Glenn Fredly, Augie Fantinus, David Saragih, Rasyid Albuqhari, Raidan Zaiba ini bakal mulai tayang di bioskop keseluruh Indonesia 19 September 2019. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1