Scroll to Top

Group Band Pengusung Musik Tahun 50-an, ‘DEREDIA’ Bocorkan Konsep Album Keduanya

By admin / Published on Wednesday, 07 Aug 2019 11:43 AM / No Comments / 61 views

Cadaazz.com – Deredia, salah satu group musik asal Indonesia yang mengangkat musik pop klasik tahun 1950-an sebagai tema musiknya kembali berencana untuk memperkenalkan album terbarunya dalam waktu dekat ini atau minimal di tahun 2019 ini. Ditemui di sebuah acara bertajuk “Konser Indonesia Raya” yang digelar di auditorium Radio Republik Indonesia beberapa waktu lalu, Deredia yang saat itu tampil menarik banyak penonton menyempatkan memperkenalkan salah satu single terbaru nya berjudul “Bala – Bala” yang akan ada di list lagu pada album keduanya nanti.

Louise, sang vokalis Deredia menyatakan bahwa album kedua dari Deredia nanti akan ada beberapa hal yang berbeda dengan album Deredia sebelumnya “Bunga & Miles

“Pada dasarnya kita tetap setia dengan konsep musik dan lirik kami yang tetap mengangkat era tahun 50-an, namun di album yang akan berisi 7 track lagu ini Deredia akan menggunakan lirik bahasa Indonesia di semua lagu, berbeda dengan album sebelumnya yang terdapat lirik bahasa Inggris di beberapa lagu”, terang Louise

“Untuk konsep tema lirik – lirik yang kita angkat di album anyar ini, kita banyak terinspirasi dari kisah banyak masyarakat dan perempuan di tahun 50-an yang masih sangat related dengan cerita jaman sekarang”, tambah Louise lagi

Sebelumnya Deredia pernah mengeluarkan album pertama “Miles & Bunga” (2016) dengan memperkenalkan single “Kisah Mencari Seorang Raja” sebagai single jagoannya. Setelah turut berkontribusi dalam album Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara di lagu “Lagu Gembira”, 2 tahun berselang Deredia merilis sebuah single berjudul “Lagu Dansa” yang menandakan eksistensi mereka di industry music nasional sekaligus sebagai persiapan mereka menuju perilisan album kedua.

Deredia Ketika Tampil Di Konser Indonesia Raya RRI

Walaupun mengangkat konsep tahun 50-an dalam bermusik dan fashionnya, Deredia tetap berusaha mengupgrade konsep mereka agar bisa di terima oleh kaum milenial sekarang,

“Tahun 50-an adalah pilar kita dalam bermusik, namun kemudian kita bikin agak fusion dengan memodernisasi apa yang bias kita modernisasi”, sahut Louise

“Kita itu sebenarnya tidak boleh mengusap – ngusapp piala lama, Kalau kita suka sesuatu kita boleh terinspirasi tapi kita kembangin lagi, kita gak boleh pengen jadi seperti itu karena kalo Cuma pengen seperti seperti itu mendingan dengerin aja karya artis tahun 50-an yang sebenarnya{“, terang Yosua sang gitaris menambahkan

Album kedua Deredia sendiri rencananya akan dirilis kisaran bulan – bulan September atau Oktober dengan format fisik CD dan digital sekaligus.

Sekilas tentang Deredia:

Deredia terbentuk pada 2014 dengan beranggotakan lima personel, yaitu Louise (vokal), Yosua (gitar), Papa Ical (bas), Aryo (drum), dan Raynhard (piano). Deredia menghadirkan pop klasik dengan sentuhan manouche, jazz, rockabilly, ragtime, dixie, dan blues.  @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1