Scroll to Top

“Zeta” Film Fiksi Ilmiah Indonesia Berkisah Zombie

By admin / Published on Sunday, 28 Jul 2019 23:36 PM / No Comments / 152 views

Cadaazz.com – Dunia perfilman semakin marak dengan karya – karya terbaru, karena makin banyaknya penonton yang menghargai hasil karya sineas Indonesia sehingga banyak rumah produksi bermunculan dan mencoba peruntungan di dunia film, alhasil banyak produksi film baru muncul meramiakan kancah dunia layar lebar. Kehadiran genre film fiksi ilmiah Indonesia di layar bioskop merupakan hal yang jarang di suguhkan di dunia perfilman Indonesia, apalagi bernuansa Zombie-zombie -an. Swan Studio sebuah rumah produksi film baru mencoba peruntungan di dunia perfilman dengan memproduksi film perdananya bergenre Fiksi Ilmiah bernuansa Zombie dengan judul “Zeta“.

Menurut sang sutradara arti kata ZETA? ”itu huruf ke-6 dalam alphabet Yunani. Dalam film ini menjadi parasit yang menyerang enam bagian otak agar ia berkembang biak. Orang yang menjadi host parasit jahat ini akan menyerang orang lain, jika ia menggigit, akan menyebarkan nucleus lewat saliva (air liur). Siklus ini terulang lagi pada host baru. Selain ini Zombie juga identik dengan huruf Z bukan?” kilah sutradara muda Amanda iswan hingga memutuskan memakai judul ini.”ujar Amanda Iswan disela konfrensi pers dan media screening film “Zeta” di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (26/7/19).

“Saya pingin film bikin tiga genre sekaligus sebetulnya itu film bukan tentang zombienya tapi manusianya dimana manusia yang egois ini harus mengesampingkan ego mereka diantara keos dengan adanya kejadian ini. Sebenarnya film ini drama tentang keegoisan manusia. Zombie hanya sebagai plot saja.”tambah Amanda Iswan.

Cut Mini yang didapuk berperan sebagai Isma Kumala mengaku menginginkan detail yang pasti dari sutradara agar bisa berakting sesuai cerita dan karakter.

“Saya tetap menginginkan detail yang pasti dari sutradara apa idenya dibalik camera sehingga sutradara mempunyai ikatan dalam satu pekerjaan. Bukan berarti baru itu baik, baru atau lama saya lebih senang di direct dengan arahan scene per scenenya supaya lebih baik.”ujar Cut Mini.

Sebelum Swan Studio, ada Reuni Z besutan dari Starvision, latar belakang anak sekolah yang mengadakan reuni di sekolahnya yang menghasilkan malapetaka dan sama – sama tentang Zombie.

Film yang disutradari oleh sutradara yang baru terjun kedunia film Amanda Iswan bercerita tentang bencana yang menimpa Ibu Kota Jakarta akibat sebuah parasit yang menyerang enam bagian otak agar bisa berkembang biak. Orang yang menjadi inang parasit ini akan menjadi agresif dan kehilangan kontrolnya, tepatnya menjadi zombie.  Dia menyerang orang  lain, jika ia mengggigit akan menyebarkan nucleus lewat air liurnya.

Parasit ini terbawa oleh banjir yang melanda ibu kota. Air kotor yang tercemar ini tak sengaja dikonsumsi oleh sejumlah orang.  Wabah pun menyebar dengan cepat meruntuhkan tatanan sosial dan penduduk Jakarta yang selamat dievakuasi.

Deon remaja kelas tiga SMA tinggal berdua ayahnya Dr Richard Ross terpisah dengan ibunya Isma Kumala , seorang penderita Alzheimer  tinggal di sebuah apartemen. Menjadi remaja yang broken home, membuat Deon menjadi temperamental dan suka berkelahi.  Dalam sebuah insiden dia melukai kawan sekelasnya.  Ketika dia ditekan untuk minta maaf oleh gurunya, ternyata kawan itu menjadi zombie buas dan bencana pun dimulai di sekolah itu.

Deon kemudian memutuskan menyelamatkan ibunya.  Meskipun untuk itu mereka harus bertarung dengan ratusan zombie yang memenuhi halaman dan gedung apartemen.  Ibu dan anak ini kemudian bertemu dengan Reza dan Rayhan dua penghuni apartemen yang diharapkan memberikan akses kontak  dengan militer. Sayangnya mereka justru punya agenda berbeda. Rayhan justru memiliki niat jahat yang akhirnya membuat Isma Kumala yang di perankan Cut Mini harus menjadi korban kelicikan dan keserakahan Ryahan.

Sementara di lain tempat Kolonel Vito bersama Richard Ross berupaya mencari serum untuk menghentikan wabah sebelum meluas.  Mereka juga harus bekerja sama dengan suatu komunitas bawah tanah Blue Rivers yang ternyata lebih tahu soal wabah itu. Dari segi cerita film ini memang tidak bisa di bandingkan dengan film – film zombie luar seperti “The Walking Dead” ataupun “Resident Evil” yang unggul secara teknik, namun sepertinya mirip – mirip dengan dua film tersebut. Contohnya adalah ketika ternyata Deon adalah seorang yang memiliki darah yang menjadi serum penyembuh ketika orang di gigit zombie, sama seperti Alice di film Resident Evil yang darahnya menjadi serum penyembuh juga.

Dari segi akting dan karakter, Cut Mini tampaknya jadi pahlawan hidupnya film yang di produseri oleh Syaiful Wathan. Karakter Cut Mini berperan sebagai Isma Kumala yang mengidap penyakit Alzheimer membuat emosi penonton turun naik, Antara kasian, tegang dan tertawa menjadi satu. Cut Mini berhasil memberikan suguhan yang berbeda di karakternya di film sebelumnya.

Diluar hal tersebut diatas, Amanda Iswan berhasil menciptakan ketegangan dimana para tokoh utama berjuang untuk keluar dari apartemen yang dikepung para zombie baik yang ganas maupun yang biasa saja. Namun tidak dipungkiri bahwa untuk memproduksi film sejenis ini dibutuhkan riset yang lebih dalam dan lama dengan referensi yang banyak, kemudian butuh banyak biaya dan butuh banyak waktu.

Film yang di bintangi oleh Cut Mini, Jeff Smith, Dimas Aditya, Edo Borne, Willem Bevers, Joshua Pandelaki, Revaldo Fifaldi, Natasha Gott, Chicco Kurniawan, Atiq Rachman, Intan Febiyanti, Ellis Alisha, lang Darmawan, Anggis Dinda, Yudiyansyah dan Cindya Ayu ini direncanakan tayang pada 1 Agustus 2019 di seluruh bioskop Indonesia. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1