Scroll to Top

JAZZ GUNUNG Tahun 2019 Ini Mengusung Tema “JAZZ BERSAKSI UNTUK IBU PERTIWI”.

By admin / Published on Friday, 21 Jun 2019 13:47 PM / No Comments / 230 views

Ada 2 gelaran acara besar antara bulan Juli dan September, Event ini merupakan acara terbesar dan ekstrim di dunia, apa lagi kalau bukan Jazz Gunung. Tidak tanggung – tanggung, lokasi acara berada di kaki 2 gunung yang sangat legenda di wilayah Jawa Timur, Indonesia. ini merupakan kali ke 11 diadakan dengan mengusung tema yang berbeda tiap tahunnya. JAZZ GUNUNG BROMO 26-27 Juli 2019 dan JAZZ GUNUNG IJEN 21 September 2019.

Acara yang sangat otentik ini akan memberikan nuansa musik jazz yang menyatu dengan alam, segalanya serba di tata secara natural dan alami.

“Tidak ada panggung beton atau rigging, sponsor acara maupun gemerlap tata lampu yang terkesan seperti pagelaran Jazz pada umumnya yang diadakan di tengah kota.” Jelas Bapak Sigit Pramono selaku founder Jazz Gunung.

“Bahkan peralatan sound system yang digunakan 90 persen adalah produk dalam negeri dengan kualitas dunia yang dibuat oleh anak – anak bangsa, yang didatangkan dari kota Jogjakarta”. Djaduk Ferianto menambahkan

Jazz Gunung Bromo dikemas dengan bernuansa etnik dari musisi-musisi juara yang diadakan di atas ketinggian 2000 meter dari permukaan laut dengan berlatarkan Alam pegunungan, berdinding cemara dan beratapkan langit. Digelar selama dua hari yaitu tanggal 26-27 Juli 2019 di Amfiteater terbuka dengan sistem tata suara kelas dunia yang terletak di Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Probolinggo – Jawa Timur.

Sementara itu, Jazz Gunung Ijen yang terselenggara berkat dukungan Pemkab Banyuwangi yang secara rutin terselenggara di tiap bulannya, Menawarkan pemandangan dengan latar belakang kawasan persawahan berupa ratusan patung terakota berwujud penari Gandrung yang tersebar di sekitar persawahan di ketinggian 600 mdpl, Jazz Gunung Ijen akan diselenggarakan pada 21 September 2019 di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort Ijen, Banyuwangi – Jawa Timur.

Para pengisi kedua acara besar ini pun tak main – main, banyak menampilkan musisi – musisi Indonesia kelas wahid, seperti :  Tompi, Debu, Yuri Mahatma Quartet, Gugun Blues Shelter, Jazz Malang Community, Idang Rasjidi feat Mus Mujiono, Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Projects feat. Didi Kempot & Ricad Hutapea, Candra Darusman Projects, Sierra Soetedjo, Geliga, S4 dari MLD Jazz Project, dan Nita Aartsen Kwartet with special guest Rene Calvin, Antonio Marcos & Pablo Calzado, Yura Yunita, Parkdrive, Bintang Indrianto.

Ditahun ini Jazz gunung juga menampilkan para musisi Jazz  Internasional seperti: Kuartet Jazz Voyager 4 asal Perancis dan Tristan yang merupakan band bernuansa acid-jazz, soul, dan funk asal Belanda.

Seperti halnya yang telah menjadi tradisi Jazz Gunung Bromo, pada penyelenggaraan tahun ini akan menganugerahkan penghargaan khusus Jazz Gunung Award kepada legenda musisi tanah air, ialah Maryono seorang peniup saxofon, klarinet, dan flute kelahiran Jogjakarta yang sepanjang hidupnya beliau habiskan waktu untuk bermain musik jazz. Maryono turut bergabung sebagai salah satu personil Indonesian All-Star pada di tahun 1960an bersama sederet musisi terhormat lainnya yaitu Jack Lesmana, Bubi Chen, Jopie Chen, dan Benny Mustapha. (@ian_drummers).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1