Scroll to Top

Catatan Pribadi Riri Riza Tentang Sumba Dituangkan Di Film “Humba Dreams”.

By admin / Published on Tuesday, 18 Jun 2019 01:59 AM / No Comments / 132 views

Cadaazz.com – Humba Dreams, film terbaru karya sutradara Riri Riza, akan diluncurkan untuk publik melalui sebuah rangkaian karya. Humba, sebutan untuk Sumba yang lebih akrab, telah menjadi tempat istimewa bagi sutradara Riri Riza dan Miles Films.

Sejak tahun 2012, mulai dari proses pencarian lokasi syuting hingga terlahir beberapa proyek, baik film cerita, dokumenter maupun film iklan. Humba Dreams adalah catatan pribadi Riri Riza tentang Sumba, khususnya Sumba Timur dan juga tentang impian dan harapannya akan film.

Rangkaian karya akan hadir menjadi bagian dari film ini, yaitu Pameran Instalasi ‘EAST HUMBA (UN)EXPOSED’ dan Jurnal ‘HUMBA IN MY DREAMS’.

Rangkaian karya ini akan bertahap diluncurkan dan diawali dengan World Premiere di Shanghai International Film Festival di mana film HUMBA DREAMS akan diputar tiga kali, yaitu 17, 21 dan 22 Juni 2019.

Film Humba Dreams, yang memenangkan CJ Entertainment Award di Asian Project Market (APM) Busan International Film Festival pada tahun 2017 ini bercerita tentang MARTIN (J.S Khairen), seorang mahasiswa sekolah film Jakarta yang tengah gelisah dan harus pulang ke kampung halamannya di Sumba. Di sana, ia diberikan sebuah gulungan film 16mm peninggalan mendiang ayahnya. Ibunya memaksa agar ia mencari bahan-bahan kimia untuk bisa memproses film tersebut di tanah Humba. Dalam pencariannya, ia bertemu dan terpikat pada seorang perempuan bernama ANA (Ully Triani) sekaligus menemukan jawaban dari kegelisahannya.

“Dalam film yang saya buat, hampir semua ada aspek pengalaman pribadi. Cerita Humba Dreams berkembang dari kumpulan kenangan saya terhadap Sumba dalam cerita  perjalanan seorang pemuda menuju kedewasaannya,” jelas Riri Riza di siaran persnya yang di terima redaksi, Jumat (14/6/19).

“Film ini adalah bagian dari film-film saya yang ditulis berdasar pada kekayaan cerita di berbagai tempat di Indonesia. Setelah Timor, Sulawesi, dan berbagai tempat lain, saya menyuarakan Sumba dalam Humba Dreams.  Bagi saya, film ini juga merupakan sebuah apresiasi terhadap hal-hal yang masih dapat kita sentuh, seperti film seluloid, buku, catatan lama, dan foto. Karena terlalu banyak hal di era digital sekarang ini yang mudah direkam, dibagikan, tapi cepat dilupakan.”tambah sutradara AADC2 ini.

Produser Mira Lesmana menambahkan,”Tanah Humba memang sudah menjadi bagian dalam beberapa cerita film Indonesia, banyak yang bertanya kepada kami ‘Kenapa Sumba lagi’? Bagi saya, selama ada kisah yang ingin kita ceritakan dari sebuah tempat, maka ceritakanlah.” ujar Mira Lesmana.

Setelah World Premiere, rangkaian karya berlanjut pada bulan Juli-Agustus 2019, yaitu Pameran Instalasi ‘EAST HUMBA (UN)EXPOSED’ pada acara ArtJog MMXIX, yang juga akan dibarengi dengan pemutaran khusus film HUMBA DREAMS untuk publik. Lalu, pada penghujung tahun 2019, Miles Films akan meluncurkan buku jurnal ‘HUMBA IN MY DREAMS’, yang berupa kumpulan Foto dan Tulisan Riri Riza. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1