Scroll to Top

“DARKNESS IS WHITE” Pameran Multimedia Karya Lempad, Pembaharu Seni Lukis Tradisional Bali.

By admin / Published on Saturday, 15 Jun 2019 23:40 PM / No Comments / 305 views

Cadaazz.com – Jakarta – Pada 19 Juni – 7 Juli 2019, Yayasan Bali Purnati dan Komunitas Salihara menyelenggarakan pameran multimedia karya Lempad, pembaharu seni lukis tradisional Bali. Pameran diadakan di Komunitas Salihara, Jakarta. Acara yang diselenggarakan dengan mengandeng WIR Group ini mengangkat tema: Darkness is White. Selain pameran lukisan konvensional dan pemutaran film Lempad karya John Darling.

Gagasan besar dari pameran multimedia adalah “masuk ke pikiran Lempad”, yang melibatkan tiga indera manusia utama (pendengaran, penciuman, dan penglihatan) yang diterjemahkan ke dalam musik eksperimental, aroma spesifik dari berbagai ritual, dan permainan gambar “digital” lukisan dan dokumentasi karya Lempad.

Lempad adalah seorang guru abadi dengan jiwa Bali, namun pikiran dan karyanya universal. Beliau adalah tokoh pembaharu seni Bali. Melalui karya-karyanya, masyarakat bisa melihat karya Lempad dan rasa cintanya yang besar pada orang-orang di sekelilingnya, makhluk dan alam sekitar dalam kehidupannya. Lempad melukis dengan jiwanya. Ia menyajikan keindahan sekaligus menyebarkan energi positif bagi orang lain. Tanpa melupakan kekuatan seni lukis tradisional Bali hasil proses evolusi berabad-abad, imajinasi beliau merevolusi seni Bali dengan menyerap perkembangan moderen. Banyak karyanya menyatukan dunia spiritual berbaur harmonis dengan rutinitas sehari-hari.

Selama masa pameran berlangsung, akan diadakan talkshow setiap hari Rabu, pada 19 Juni 2019, 26 Juni 2019 dan 3 Juli 2019. Para pembicara yang dihadirkan akan membicarakan beragam tema yang berkaitan dengan Lempad.

Pameran karya-karya Lempad yang baru pertama kali diadakan di Jakarta ini diselenggarakan untuk mengenang jasa beliau sebagai tokoh evolusioner yang membawa seni lukis Bali hingga tersohor dan karya-karyanya telah dikoleksi berbagai museum penting di dunia. Lempad meninggalkan banyak karya-karyanya dalam keadaan seperti belum selesai namun ia menikmati tampilan estetika dari yang belum selesai itu. Lempad tidak melanjutkan pekerjaannya karena mungkin ia berharap generasi selanjutnya yang meneruskan karyanya itu. Secara halus ia mengajarkan seni pada generasi muda.

Pameran “LEMPAD: Darkness is White” ini berada di bawah naungan Puri Saren Agung, Ubud, didukung oleh Yayasan Bali Purnati, Komunitas Salihara, Epson, WIR Global dan Darmawan Associates. Menampilkan koleksi Lukisan Museum Puri Lukisan, Ubud – Museum Arma, Koleksi pribadi Daniel Yusuf kolektor mudah pencinta Lempad. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1