Scroll to Top

Film “GhostWriter” Bikin Ernest Prakasa Sebagai Produser dan Ribetnya Ge Pamungkas Jadi Hantu.

By admin / Published on Wednesday, 29 May 2019 18:12 PM / No Comments / 1371 views

Rumah produksi Starvision kembali meramaikan jagat perfilman di Indonesia dengan memproduksi film bertajuk “Ghost Writer” yang siap menghibur penonton di momen libur lebaran tahun ini. Film garapan Ernest Prakasa dan Bene Dion Rajagukguk itu merupakan film bergenre komedi, horor, dan drama yang memiliki alur cerita tak terduga di sepanjang pemutarannya.

Menurut Ernest Prakasa yang didapuk sebagai Produser,
Ide cerita GHOST WRITER pertama datang padanya ketika Nonny Boenawa menjadi salah satu peserta kelas penulisan skenario yang ia adakan di Jakarta tahun 2018 silam,  bekerjasama dengan Starvision. Ketika membaca ide cerita Nonny, ia langsung membayangkan berbagai potensi yang menarik untuk digarap dari cerita, yang ia mempresentasikannya kepada Pak Chand Parwez yang juga tertarik akan originalitas idenya.

“Akhirnya kami berdua menandemkan Nonny dengan Bene Dion Rajagukguk, sekaligus menjadikan ini proyek debut Bene di kursi sutradara.”jelas Ernest Prakasa disela konfrensi pers Film “Ghostwriter” di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/5/19).

Proses persiapan hingga shooting berjalan dengan lancar, didukung kerjasama tim yang solid dan deretan pemain yang bukan hanya bertalenta namun juga berdedikasi tinggi. Film ini unik dan menarik, sebuah kombinasi yang apik antara komedi, horor, dan drama keluarga yang digarap serius,”tambah Ernest.

Pertama kali bermain dalam film horor, Tatjana mengatakan tak pernah terbayangkan sebelumnya, karena menurutnya, ia kebetulan tak menyukai film dengan genre horor.

“Itu seru banget. Syutingnya jam 3 pagi, pengalaman menarik buat aku, dari dulu sempat takut sih dapat film horor karena takut nonton film horor dan begitu diceritain, terjadi lah (pembuatan film) di awal tahun ini, fresh banget pengalaman menarik juga,” ujarnya.

Ge Pamungkas pertama kali memerankan tokoh setan bercerita jika dirinya merasa bingung untuk memainkan karakter tersebut. Apalagi ini pertama kali Ge Pamungkas berperan sebagai hantu.

“Waktu jalani bingung juga karena mau riset gimana. Jadi gue nonton film-film horor, sama lihat YouTube horor. Dan ini menarik pertama kali nih jadi setan. Dan ternyata ribet juga ya jadi setan,” ujar Ge yang tidak hanya sekadar melakuka riset, namun juga harus bermakeup hantu selama 1 jam.

Film ini bercerita mengenai Naya yang diperankan oleh Tatjana Saphira, penulis novel one-hit-wonder yang sudah beberapa tahun ini mengalami masa keterpurukan. Naya yang membiayai sekolah sang adik yang bernama Darto (Endy Arfian), akhirnya memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah tua yang harga sewanya lebih murah.

Suatu hari, Naya menemukan sebuah diary di rumah tersebut. Menilai jika diary tersebut memiliki kisah yang sangat menguras emosi dan berpotensi untuk dijadikan Novel, ia pun nekat membuatnya meski tak mengetahui siapa pemilik buku diary itu.

Film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, Deva Mahenra, Ernest Prakasa, Asmara Abigail, Endy Arfian, Slamet Rahardjo Djarot, Dayu Wijanto, Moh Iqbal Sulaiman, Arief Didu, Arie Kriting, Muhadkly Acho, Asri Welas dan pemain lainnya ini akan tayang pada 4 Juni 2019 di seluruh bioskop Indonesia. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1