Scroll to Top

Alinea Pictures Garap Kisah Kecintaan Tanah Air Anak-Anak Perbatasan lndonesia di Film “Rumah Merah Putih”.

By admin / Published on Thursday, 23 May 2019 20:36 PM / No Comments / 142 views

Cadaazz.com – Industri perfilman Indonesia akan kembali dihiasi oleh film bertema nasionalisme berjudul Rumah Merah Putih yang merupakan film garapan rumah produksi Alinea Pictures.

Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale terinspirasi dari kejadian nyata tentang kecintaan tanah air oleh anak-anak perbatasan Indonesia. Sebuah kisah Kecintaan Tanah Air Anak-Anak Perbatasan lndonesia. Berlokasi di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara. Film ini menunjukkan kehidupan anak-anak yang tinggal di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Laste.

“Hal ini yang sehari-hari mereka (anak-anak perbatasan) rasakan, jadi saya cuma memindahkan keseharian mereka ke dalam kamera,” ucap Ari Sihasale disela peluncuran trailer dan poster film Rumah Merah Putih di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/5/19).

Film produksi Alinea Pictures itu dibintangi oleh sederet nama besar seperti Pevita Pearce, Yama Carlos, dan Shafira Umm. Disamping itu, mereka juga melibatkan beberapa anak asli dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tokoh utama, dimana direncanakan akan tayang saat liburan 20 Juni 2019 dan ditujukan untuk penonton semua umur.

Menurut Executive Producer Nia Sihasale Zulkanaen film ini langsung memperkenalkan pemain anak-anak asli NTT sebagai tokoh utama yang belum pernah berhadapan dengan kamera dan bersentuhan dengan dunia akting.

“Suatu kebanggaan. tokoh utama diperankan oleh mereka-mereka asli Nusa Tenggara Timur. Mereka bahkan belum pernah berhadapan dengan kamera. Mereka tidak punya pengalaman sama sekali sebelumnya. Film ini adalah pengalaman pertama mereka langsung sebagai pemeran utama. Dan bisa dilihat penampllannya di trailer yang kita rilis,”jelas Nia Sihasale Zulkanaen.

Farel Amaral dan Oscar Lopez tinggal di perbatasan NTT dan Timor Leste. Merekapun hidup dengan kesederhanaan, rasa cinta mereka terhadap tanah air sangat dalam. Kisah berawal dari satu minggu manjelang perayaan 17 Agustus ketika Farel dan Oscar beserta Anton dan David mereka mengikuti lomba panjat pinang yang meriah. Namun bukannya bersatu mereka berdebat hadiah mana yang harus diambil duluan. Mereka gagal dan kemudian menyalahkan satu sama lain. Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang entah kemana.

Takut dimarahi ayahnya. Farel, Oscar dan teman-temannya berupaya mengumpulkan uang untuk membeli cat. Namun tidak cukup itu satu masalah mereka, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa stok cat merah putih sudah habis karena 17 Agustus sudah semakin dekat. Perjalanan Farel, Oscar dan temen-temannya untuk merayakan 17 Agustus menjadi cerita utama film.

Anak-anak ini juga menjadi inspirasi selama pembuatan. ‘Fllm ini adalah tentang persahabatan anak anak di gerbang terdepan Indonesia. Mereka menunjukkan kehidupan di gedung terdepan tidak seperti yang orang pikirkan. Mereka bisa hidup dengan senang, dengan semangat yang mereka miliki, walau keadaan apapun mereka bisa bertahan hidup. Itu yang pengen kita tunjukan dan sampaikan. Anak – anak di gerbang terdepan ini bangga menjadi orang Indonesia, “tambah Ari Sihasale.

“Selama riset. kami menemukan banyak kalimat spontanitas dan anak-anak disana yang cukup menggedor hati kami.” cetus Nia Sihasale Zulkarnaen. ‘Misalnya ketika mereka mencari cara untuk mengecat rumah setiap Agustus. kalau tidak ada warna merah putih mereka menjawab “Merah Putih tidak bisa dlganti’. Bagi mereka merah putih bukan hanya sekedar bendera, tapi warna merah putih sudah terpatri di hati mereka. begitu pun kami,”ujar Nia Sihasale Zulkanaen.

“Agustus tahun lalu sempat viral sebuah kejadian ketika bendera merah putih tidak bisa dikibarkan. Baru setelah riset, kami ketemu anak-anak disana dan mereka menceritakan seperti apa kejadiannya. Ternyata apa yang terjadi jauh lebih mengharukan saking cintanya mereka pada Indonesia,”ungkap Nia Sihasale Zulkanaen menutup pembicaraan. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1