Scroll to Top

“Police Evo” Ini Kata Mike Lucock, Tata Ginting dan Raline Shah

By admin / Published on Sunday, 21 Apr 2019 22:22 PM / No Comments / 144 views

Cadaazz.com – Film yang berkisah melawan kebrutalan teroris kembali hadir di bioskop Indonesia, kali ini di produksi oleh Screenplay Films berkolaborasi dengan Astro Shaw, SCM, dan Blackflag mempersembahkan sebuah film laga bertajuk ” Police Evo

Police Evo merupakan film bergenre aksi yang melibatkan pemeran dari dua negara. Dari Indonesia, Mike Lucock beradu akting dengan Raline Shah, Tanta Ginting, dan Cok Simbara. Pemeran Malaysia antara lain Hasnul Rahmat, Zizan Razak, dan Shaheizy Sham.

Menurut Mike ia mendapat banyak pengalaman menarik selama proses syuting Police Evo yang berlangsung dua tahun silam.

“Saya sebagai Nadjer, dia pemberontak, dia Bad Guy.  Dia tipe orang yang marah, jauh – jauh untuk membalas dendam. Najr, anggota kelompok ekstremis yang mengganggu keamanan setempat sehingga tim polisi harus melakukan sesuatu,”ungkap Mike Lucock saat ditemui dipresscreening film Police Evo di Senayan City, Jakarta, Senin (15/4/19).

“Banyak pengalaman menarik yang saya dapat dalam film ini. Apalagi kalau udah pegang senjata, lama juga ga syuting film menggunakan senjata dan banyak tahu tentang dunia hiburan di Malaysia,”tambah Mike

Sedangkan Tanta Ginting mengaku dalam film ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa karena diakuinya ia berjuang berawal dari seorang ektras

“Perjuangan gua sebagai extras awalnya, Impossible is Nothing. Sampai akhirnya satu frame sama Mike. Buat gua itu sebuah pencapaian, karena satu film sama dia gua masih jadi extras. Tempat makan dan nunggunya beda,”cerita Tanta.

Dalam film ini Tanta Ginting berperan sebagai mafia narkoba yang menurutnya sangat menantang.

“Saya berperan sebagai Rocky, dia seorang mafia narkoba ditengah orang-orang yang baik dan jahat. Dia opportunis dan licik, dia memiliki senjata dan narkoba yang diinginkan mafia dan penjahat lainnya.”jelas Tanta Ginting

Berbeda dengan Mike Lucock dan Tanta Ginting, bagi Raline Shah film Police Evo merupakan film action pertamanya dan pertama kali ia menggunakan senjata serta perlu stamina yang lebih dari film sebelumnya.

Diakui Raline Shah, Filmnya kali ini buat ia lumayan Nervous Latihan intens menggunakan senjata berapa jam, diet dijaga, nambah berat badan, latihan bela diri sesuai karakter dalam film yang lebih kuat semakin tegar.

“Awalnya enggak yakin ambil film ini. Setelah melihat produksinya meyakinkan ya aku yakinin diri akan bisa. Akhirnya dengan waktu persiapan lama selama 8 bulan, semua bisa. Latihan intens dan konsisten bisa naik berat badan selama 5-6 kg. Aku aslinya ceking tapi mesti bawa senjata yang lebih dari 7,5 kg,”ujar Raline Shah.

“Dalam film ini aku paling banyak kena jap dan kena tembak. Film ini susahnya ditembak, harus jatuh kan aku belum pinter jatuh, cowok – cowok harus nendang aku dari belakang. Ya aku alami luka-luka dan biru-biru dikit lah. Semua outdoor proses shooting, yah lumayan keras segi fisik dan mental. Tapi aku seneng bisa terlibat di film ini bahkan kelar shooting bikin kangen,”tambah Raline Shah tersenyum.

Dari segi cerita dari awal film kita disuguhkan aksi tembak menembak antara pasukan polisi Malaysia dan pasukan ekstrimis yang terjadi di Malaysia. Dua gembong teroris yang terdesak, salah satu teroris melarikan diri dan satu lagi dalam adegan tersebut tertangkap.

Di film aksi ini sedikit menganggu cerita ketika salah satu polisi Malaysia mati ditembak teroris yang diceritakan hidup menyalahkan temennya atas kejadian yang menimpa mereka, dimana menjadi temennya menjadi hantu ya meski pun hanya ilusi tapi membuat aneh ceritanya. Ini sebenarnya  film action atau horor.

Dalam film berdurasi 2 jam lebih ini ada dua bahasa yang di gunakan Indonesia dan Melayu yang lumayan banyak kalimat bahasa melayu yang tidak di mengerti untungnya ada teks berbahasa Indonesia yang membantu penonton untuk tahu arti kalimat yang ada di dialong dalam setiap scane dalam film tersebut, kalau tidak bagaimana jadinya penonton mengerti.

Satu hal lagi yang lagi – lagi bikin janggal adalah saat ending dalam film ada agak sedikit dipertanyakan dimanakah Ryan yang di perankan Raline Shah? Ya meski ada adegan pemboman di sekitar saat Raline dan para sandera berlindung di sebuah ruangan yang di tutupi karung – karung pelindung. Namun tidak ada penjelasan apakah Ryan mati bersama para sandera atau masih hidup karena selamat, karena  scane berakhir dengan dua Police Malaysia duduk berdua saja dan film selesai.

Namun secara keseluruhan film, baik efek, sound gambar dan akting pemain perlu di apresiasi apalagi para pemain terlihat ahli dalam menggunakan senjata sehingga memberikan tontonan yang cukup memicu adrenalin penonton yang di suguhkan tembak menembak antara polisi dan teroris.

Film yang berkisah tentang

Rian (Raline Shah) yang sedang melakukan penyamaran dalam misi khusus pemberantasan mafia narkoba. Rian bekerja sama dengan Inspektur Khai (Shaheizy Sam) dan Inspektur Sani (Zizan Razak) mengikuti jejak petunjuk kasus ke sebuah pulau terpencil yang di sutradarai oleh Joel Soh dan Andre Chiew mulai tayang di bioskop pada 18 April 2019. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1