Scroll to Top

Pentolan Godbless, Ahmad Albar Dan Ian Antono berkolaborasi dengan Kemal Palevi di Lagu Yang Masih Di Rahasiakan Judulnya

By admin / Published on Friday, 19 Apr 2019 07:30 AM / No Comments / 191 views

Cadaaz.com – Berawal dari pemikiran untuk merilis karya lagu lama dengan konsep musik yang kekinian dan sesuai dengan trend musik nasional saat ini,  duo pentolan group legendaris ‘Godbless’ yaitu Ahmad Albar dan Ian Antono berencana untuk menjalankan sebuah proyek kolaborasi cross genre dengan seorang youtuber,  stand up komedian dan rapper kekinian, Kemal Palevi.

Ahmad Albar dan Ian Antono yang menamakan kolaborasi mereka ini sebagai kolaborasi unik telah menyiapkam sebuah single atau lagu lama mereka yang hits di tahun 70-an yang judul lagunya masih belum mau di publish alias masih dirahasiakan, namun kedua rocker ini terlihat sangat bersemangat mempersiapkan lagu lawas mereka untuk dikemas secara kekinian agar menjadi sesuatu yang lain.

“Kita sebetulnya sudah membuat lagu ini pernah hits di tahun 70-an. Lagu itu disukai orang banyak, cuma kita pingin bikin sesuatu yang cocok dinyanyikan untuk saat ini. Tentunya disesuaikan dengan perkembangan zaman juga,” kata Ian Antono.

Iyek (panggilan akrab Ahmad Albar) dan Ian menjelaskan bahwa lagu yang pernah hits dan pernah dirilis di tahun 1976 ini memang memiliki komposisi musik yang berbeda dari yang pernah mereka mainkan di Godbless. Masih dibungkus roh power rock, Iyek dan ian menjelaskan bahwa lagu ini nantinya akan diberi sentuhan musik yang lebih modern sehingga dapat dinikmati oleh generasi muda saat ini.

Ian Antono sebagai arranger pun menuturkan pilihannya terhadap Kemal Palevi selain karena Kemal memang sangat berbakat, juga sudah memiliki penggemar tersendiri. Ian menganggap bahwa kolaborasi ini perlu sentuhan musisi milenial seperti Kemal dan tentunya harus cocok dengan genre yang mereka usung.

“Dalam sajian musik rock tidak sedikit juga yang kolaborasi dengan genre lain. Tapi saya rasa jarang ada kolaborasi rock dengan rap. Kemal menurut saya sudah cocok mewakili rapper milenial yang ada saat ini,” imbuh Ian Antono.

Kolaborasi yang tidak biasa ini merupakan sebuah kehormatan bagi seorang Kemal Palevi. Kemal dikenal juga sebagai seorang stand up comedian, bahkan selain seorang rapper pria berusia 29 tahun ini juga dikenal sebagai seorang penulis sekaligus aktor yang pernah bermain di beberapa layar lebar. Kolaborasi ini bagi Kemal juga menjadi sebuah pembelajaran bagi perkembangan karirnya di dunia musik.

“Yang jelas bergabung dengan musisi yang kita kenal legend ini mengangkat derajat saya yang muda-muda. Anak – anak muda kolaborasi dengan milenial sudah banyak, cuma kalau sama beliau-beliau ini merupakan sebuah kehormatan. Jauh lebih baik jika kita ingat dan menghormati musisi yang hadir terlebih dahulu di industri musik,” ucap Kemal Palevi.

Perubahan selera musik saat ini jika dibandingkan dengan era lagu ini dirilis pastinya juga telah berbeda. Begitupun dengan cara millenial dalam menikmati musik. Sehingga dalam memunculkan sebuah lagu yang pernah membawa kedua legenda ini tidaklah mudah. Selain tidak merubah part asli dari lagu ini, kolaborasi ini juga merubah beberapa aransemen dari lagu yang akan mereka bawakan nanti.

“Kesulitan waktu mengaransemen lagu ini ada beberapa slot yang berisikan bar – bar tertentu yang digabungkan dan harus enak di dengar. Jadi sebetulnya lagu itu tidak jauh berubah dengan cord yang baru dan perlu pemikiran dari generasi saat ini,” papar Ian Antono.

Lagu yang masih dirahasiakan judulnya ini dipilih karena banyaknya permintaan untuk dibawakan oleh Ahmad Albar dalam setiap perform baik di tanah air maupun di negara tetangga. Menurut Iyek, aransemennya sedikit berubah dengan didominasi akustik l

Ditambah adanya nuansa Timur Tengah yang membuat lagu ini lebih unik.

“Lagu ini terkenal di Malaysia dan sering dibawakan oleh beberapa penyanyi disana. Kita juga tidak merubah banyak aransemennya, kali ini warna akustiknya banyak, cuma tidak boleh dinyanyikan kalau kita perform dengan God Bless,” ujar Ahmad Albar memberikan sedikit gambaran mengenai hasil kolaborasi mereka.

“Pokoknya suara gitar dari Ian agak ke Timur Tengah, tapi kiblatnya bukan India. Yang jelas lagu ini dibuat berbeda dari yang sudah ada,” sambung Ahmad Albar.

 “Kolaborasi bukan hanya sekedar merubah do re mi fa sol saja yang sudah diperebutkan oleh beberapa genre. Sebagai anak muda kita juga harus melihat kebelakang dan melihat perkembangan era musik zaman dulu. Kalau mau keren, kita harus bongkar karya zaman dulu dan buat sesuatu yang baru,” tandas Kemal.

Sebuah kolaborasi yang tentunya sudah ditunggu bagi penggemar ketiga musisi ini. Penasaran akan hasil kolaborasi mereka? Kita tunggu saja. Pastinya kolaborasi ini siap ‘menggetarkan’ telinga pecinta musik tanah air. @fransiscuseko19 + SPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1