Scroll to Top

Setelah Vakum 25 Tahun, PFN Muncul Dengan Film “Kuambil Lagi Hatiku”

By admin / Published on Thursday, 07 Mar 2019 11:37 AM / No Comments / 855 views

Cadaazz.com – Setelah 25 tahun vakum memproduksi film, Pusat Film Nasional (PFN) kembali memproduksi sebuah film yang mengandeng Taman Wisata -Candi Borobudur, Prambanan bertajuk “Kuambil Lagi Hatiku“. Kembalinya PFN ditandai dengan rilisnya poster dan trailer resmi pada Selasa 5 Maret 2019.

Menurut Produser dan Dirut PFN Abduh Aziz mengatakan setelah lama absen, memang ada komitmen baru dari deputi di PFN yang secara total menyadari harus bangkit lagi dari segi produksi film. PFN sedikit berbeda dengan masa lalu. Sebagai instrumen negara, sekarang PFN sudah menjadi Perum di mana semakin berpeluang mengembangkan cerita dalam film.

“Kesepakatan antara produser untuk cerita ini ada sutradara lama yang saya kejar. Dan hari film nasional itu terjadi di Maret, kita berharap kiprah PFN ke depan juga bisa meramaikan terus perfilman. Ini adalah karya yang sungguh-sungguh,” ujar Abduh Aziz dalam perilisan trailer dan poster film di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/19).

Penulis Salman Aristo mengatakan awalnya ada beberapa pilihan cerita sehingga terpilih cerita dua budaya ini. Kru film juga melakukan riset di mana cerita ini bisa diterima pasar.

“Ketika Abduh dari industri perfilman jadi birokrat, jadi dirut PFN, gue langsung merapat, karena ini juga jadi kesempatan dalam standar perfilman. PFN memang harus bikin film,” kata Salman.

Menurut sang sutradara Azhar Kinoi ada semangat baru dari bangkitnya PFN dan dari film ini diharapkan menjadi langkah baru memproduksi film berkualitas.

“Dari judulnya, punya banyak arti dan mengandung unsur dua budaya. Selain menekankan pesan, film tidak melupakan unsur budaya negeri sendiri di tengah globalisasi, tetapi juga perlu mengapresiasi budaya lain.”katanya

Lala Karmela yang di dapuk sebagai pemeran utama perempuan di film ini mengakui bahwa ia butuh mempelajari dua bahasa dalam memerani karakter Sinta dalam film terbarunya ini.

“Aku berperan sebagai Sinta, seorang wanita Indonesia keturunan India. Main film ini aku harus mempelajar dua budaya. Jadi karakter aku lahir dan besar di India. Aku harus belajar bahasa, tarian, orang India itu yang aku kulik. Dan, waktu aku belajarnya juga enggak banyak,” kata Lala.

Selain itu, Lala juga harus mendalami budaya Jawa. Sebab proses shooting film mengambil kearifan lokal dengan latar di Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Film ini bercerita tentang Sinta seorang India keturunan yang tengah merencanakan pernikahan dengan Vikas. Namun menjelang pernikahannya, Widi sang ibu mendadak kabur ke lndonesia. Sinta yang didesak untuk mempercepat pernikahan oleh calon mertua, terpaksa mencari tahu ibunya pergi kemana. Setengah mati Sinta memutar otak mengira-ngira kemana tujuan sang ibu. Dia teringat dengan kotak tua kenangan ibunya dan mendiang sang ayah.

Di kotak itu, Sinta menemukan fotofoto lama orang tuanya di Borobudur. Tanpa pikir panjang, Sinta nekat pergi menyusul Widi untuk nqembawanya pulang. Vikas awalnya bersikeras untuk menemani, namun Sinta butuh Vikas supaya bisa mengalihkan perhatian keluarganya. Semua demi rentetan upacara pernikahan mereka. Vikas setuju, dengan syarat, Sinta harus selalu mengabari Vikas setiap waktu. Sinta mengiyakan. Bermodalkan beberapa foto lama orang tuanya, Sinta pergi ke kampung sang ibu, yang bahkan tak pernah dia ceritakan sebelumnya, Desa Borobudur.

Mengambil latar keindahan Candi Borobudur, film ini hendak memperlihatkan tentang kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia. Pemilihan Borobudur bukan sekadar setting film, namun juga merupakan sebuah aspek penting dari film. Patut diingat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang termasuk dalam World Heritage Site oleh UNESCO.

Film drama romantis ini dibintangi oleh Lala Karmela, Cut Mini, Dimas Aditya, Ria Irawan, Sahil Shah, Dian Sidik, dan Ence Bagus. Film ini sudah memulai produksi pada September 2018 dan akan ditayangkan pada 21 Maret 2019. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1