Scroll to Top

Wulan Guritno Dan Kawan – Kawan Gelang Harapan Ajak Masyarakat Untuk Ikut Melestarikan Gajah Lewat Gerakan “Hope For Life”

By admin / Published on Friday, 07 Dec 2018 02:00 AM / No Comments / 53 views

Cadaazz.com– Gelang Harapan, yang diprakarsai oleh Wulan Guritno, bersama dua sahabatnya, Janna Soekasah Joesoef dan Amanda Soekasah kembali mengajak publik untuk peduli dan berperan aktif menyebarkan harapan di segala aspek kehidupan. Kali ini, mengusung HOPE for LIFE, Gelang Harapan ingin mengajak masyarakat luas untuk peduli pada upaya pelestarian Gajah Sumatera.

Niat baik ini berawal dari kunjungan Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, dan Amanda Soekasah ke Taman Nasional Tesso Nilo pada Agustus 2018 silam. Ketiganya melihat secara langsung kegiatan Tim Elephant Flying Squad di habitat asli Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Elephant Flying Squad atau Tim Patroli Gajah adalah sebuah tim yang terdiri dari pawang/mahout dan gajah terlatih. Tim yang diperkenalkan oleh WWF-Indonesia dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo sejak 2004 ini bertugas melakukan penghalauan gajah liar untuk mencegah gajah memasuki kebun masyarakat, sehingga dapat mengurangi konflik antara gajah dan manusia.

Berdasarkan “Kajian Elephant Flying Squad (Pasukan Gajah Reaksi Cepat) Tahun 2012 untuk Mitigasi Konflik Gajah-Manusia di Desa Lubuk Kembang Bunga dan sekitarnya”, kehadiran Elephant Flying Squad 2004 di Desa Lubuk Kembang Bunga, terbukti efektif menurunkan jumlah konflik hingga 63,8% – 78,7% antara tahun 2004-2010 .

Untuk mendukung keberlangsungan Tim Elephant Flying Squad, Gelang Harapan mengadakan penggalangan dana melalui “HOPE for LIFE CHARITY NIGHT for SUMATRAN ELEPHANT” diselenggarakan di Hotel Monopoli sebagai mitra pendukung acara pada Senin, 3 Desember 2018 lalu. Acara tersebut akan diisi dengan kegiatan lelang dan pameran berbagai karya seni dan foto yang diramaikan oleh para seniman dan fotografer yang memiliki kepedulian terhadap alam, di antaranya Angki Purbandono, Julian Latif, Naufal Abshar, Nasirun, Labadiou Piko, Monica Hapsari, Uji Hahan Handoko, Pierre Guillaume, Cinanti Astria Johansyah dari ROH Projects, Taufan Syariftan dari Indonesian Wildlife Art, Ted Van Der Hulst dan Salvita de Corte. Keuntungan dari hasil lelang karya seni tersebut akan disumbangkan melalui WWF-Indonesia untuk membantu operasional Tim Elephant Flying Squad.

“Orang tahunya bahwa gajah masuk perkebunan dan membuat kerusakan. Padahal sebenarnya, gajah hanya mengikuti daya ingatnya akan wilayah jelajahnya. Kurangnya pengetahuan tentang gajah inilah yang membuat satwa kharismatik ini malah disebut hama. Melalui acara ini, kami ingin agar makin banyak orang mengenal gajah, tahu peran penting gajah bagi ekosistem, dan kemudian timbul kepedulian untuk menjaganya” jelas Wulan Guritno.

Janna Soekasah Joesoef menambahkan bahwa kehadiran Elephant Flying Squad sangat penting dalam mencegah konflik antara gajah dan manusia. “Tesso Nilo merupakan kawasan konservasi gajah karena dinilai sebagai habitat gajah yang relatif baik. Namun karena konversi hutan alam dalam skala besar, populasi gajah kini terpecah-pecah dalam kelompok lebih kecil yang dapat berpotensi memunculkan konflik antara manusia dan gajah.”

Pada kesempatan tersebut, diluncurkan juga bracelet of HOPE for LIFE, multifunctional headwear, dan boneka gajah bertema Elephant Flying Squad. Seperti produk Gelang Harapan lainnya, produk ini juga menggunakan bahan sisa produksi baju-baju rancangan desainer Ghea Panggabean. Masyarakat luas juga dapat turut berkontribusi untuk pelestarian Gajah Sumatera dengan membeli produk tersebut

“Hubungan yang sangat kuat antara mahout dan gajah di Tim Elephant Flying Squad yang menginspirasi Gelang Harapan untuk membuat multifunctional headwear ini. Karena hubungan yang kuat itulah, mereka dapat melakukan tugas patroli dengan baik. Kami ingin agar masyarakat, bahkan anak-anak dapat merasakan ikatan yang kuat juga dengan gajah,” terang Amanda Soekasah

WWF-Indonesia sangat mengapresiasi inisiatif Gelang Harapan dalam menyebarkan pesan konservasi alam, terutama untuk pelestarian satwa langka. “Dukungan Gelang Harapan terhadap tim Elephant Flying Squad ini memberikan harapan baru pada upaya pelestarian Gajah Sumatera. Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, semoga semakin banyak hati yang tersentuh kemudian melakukan aksi nyata. Selain merugikan manusia, konflik gajah dan manusia juga merugikan gajah. Nasib gajah lebih sering tidak beruntung, karena saat terjadi konflik tak jarang masyarakat menggunakan cara-cara yang berakibat pada kematian gajah,” ucap Ade Swargo Mulyo, Direktur Partnership WWF-Indonesia.

Inisiatif “HOPE for LIFE CHARITY NIGHT for SUMATRAN ELEPHANT” ini turut didukung oleh Golden Rama Tours & Travel yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan tim Gelang Harapan ke Taman Nasional Tesso Nilo serta menyediakan paket perjalanan yang akan dilelang dalam acara ini. Turut berkomitmen pula Bagasi (Sahabat Destinasi) yang telah mendukung perjalanan tim Gelang Harapan dan mendonasikan koper untuk menjadi media karya seni yang akan disertakan dalam lelang. Dekorasi dalam “HOPE for LIFE CHARITY NIGHT for SUMATRAN ELEPHANT” ini merupakan hasil karya dari Taman Hayat dan Imaji yang mengubah nuansa Bloom at The Hotel Monopoli menjadi lebih dekat dengan alam.

Tentang Gelang Harapan

Berangkat dari gagasan tentang harapan, Wulan Guritno, bersama dua sahabatnya, Janna Soekasah Joesoef, dan Amanda Soekasah memprakarsai gerakan membangkitkan solidaritas dan budaya menyumbang di masyarakat, serta berperan aktif menyebarkan harapan di segala aspek kehidupan melalui gelang.

Gelang yang terbuat dari limbah kain pelangi jumputan, sisa produksi baju-baju rancangan desainer Ghea Panggabean tersebut dinamakan Gelang Harapan. Harapan itu diwujudkan dalam berbagai rupa Gelang Harapan, yaitu Bracelet of HOPE: untuk solidaritas dan kesadaran tentang kanker; Bracelet of LOVE: untuk kecintaan terhadap budaya dan seni Indonesia; Bracelet of PEACE: untuk kesatuan dalam keberagaman; dan Bracelet of LIFE: untuk kecintaan dan kepedulian terhadap alam.

Situs : gelangharapan.com

Instagram : @gelangharapan

Tentang WWF

WWF-Indonesia adalah organisasi konservasi nasional yang mandiri dan merupakan bagian dari jaringan global WWF. Mulai bekerja di Indonesia pada tahun 1962 dengan penelitian Badak Jawa di Ujung Kulon, WWF-Indonesia saat ini bergiat di 32 wilayah kerja lapangan di 17 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua untuk beragam isu, mulai dari hidupan liar, hutan, laut, air, hingga perubahan iklim, dan masih banyak lagi. Didukung oleh sekitar 500 staf, WWF-Indonesia bekerja bersama pemerintah, masyarakat lokal, swasta, LSM, masyarakat madani, dan publik luas, serta didukung oleh lebih dari 100.000 suporter yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Situs : wwf.id

Instagram : @wwf_id

Facebook Fanpage : WWF-Indonesia

Twitter : @wwf_id

(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.