Scroll to Top

Para Srikandi Ini Akan Mempercantik Panggung International Indie Music Festival, Pekan Raya Indonesia 2018

By admin / Published on Sunday, 19 Aug 2018 08:32 AM / No Comments / 32 views

Cadaazz.com – Penampilan beragam akan bisa kita saksikan dalam perhelatan akbar musisi indie terbesar di Indonesia, ‘International Indie Music Festival” (IIMF), Pekan Raya Indonesia (PRI)’ yang akan dilangsungkan di ICE BSD dari tanggal 27 Sept sampai 7 Oktober 2018 depan. Ratusan musisi indie dari seluruh nusantara akan bertemu satu panggung langsung dengan puluhan musisi indie mancanegara, semua musisi akan menebar cinta dan persahabatan dalam berbagai genre musik yang akan mereka mainkan.

Dari seluruh group band, solo, duo, trio dan format – format lainnya, kali ini ada yang pantas kita simak dan beri acungan jempol adalah begitu banyaknya srikandi – srikandi yang tampil menjadi fondasi dalam beberapa group maupun solois yang mewarnai ajang IIMF PRI 2018 ini. Para musisi perempuan yang tampil dengan berbagai genre dan berbagai karakter ini adalah kekayaan aset bangsa yang penting untuk beri perhatian lebih, apalagi ada beberapa musisi perempuan yang juga berstatus ibu rumah tangga.

Beberapa nama musisi perempuan yang akan unjuk gigi di IIMF PRI 2018 dijamin bakalan memiliki pesona tersendiri dan sayang untuk dilewatkan, mereka diantaranya adalah : Natasha Pramudita, Baina Ivo (Bivo), KikyFani serta Hanny (Saxophone) dari group BBWays Semarang, Zula (Halus Lembut), Wizra dan Ria (drum dan vokal / flute AreYouAlone), Ghaniya, Drestanta (Aint She Sweet), Indinadya Ameera, Rina Septy (vokal dan Glockenspiel band Tree House), Deanda, Linna (Ellectra), Brigitta Hardy, Alya (Alya And Friends), Vanesha (vokal / ukulele group Tatlo), Yustine Saptarini (Elpida), Mellita Sarah (Joko In Berlin), Vania Mariska, Luna dan Mimut (Masqa), Jeje Browneyes, Shinta (gitaris Project Kita), Uchie Wibi (Ustadz Jamming), Astrid (Bagustik), Vennesa Adverta, Dias Betong (Beda), Riani Sovana, Shafa Siregar, Kiru (Frekuensi), Meggie, Octa Carolina (Queenzella), Kartika (Domenica), Karina Christy, Ria (Vokal / Cajon group Seruang) dan Cita (Child Out).

Nama – nama diatas adalah musisi perempuan yang sempat tampil di pre event ‘Indie Season Road To IIMF PRI 2018’ yang dilaksanakan setiap senin sampai Jumat sejak tanggal 2 Juli lalu sampai sekarang, memang belum seluruh musisi perempuan tampil di ‘Indie Season Road To IIMF PRI 2018’ karena masih banyak group band / musisi perempuan asal daerah yang akan tampil di IIMF PRI 2018 namun tidak bisa ikut bergabubg di acara ‘Indie Season Road To IIMF PRI 2018’karena berbagai hal, namun nama – nama musisi perempuan diatas jelas menandakan bahwa kesetaraan gender di Indonesia sudah mulai berjalan sesuai dengan cita-cita RA Kartini.

Lewat IIMF PRI 2018 dan ‘Indie Season Road To IIMF PRI 2018’ kita bisa mulai memperhitungkan betapa musisi – musisi perempuan juga mulai banyak bermunculan dengan genre, karakter dan penampilan yang beragam. Di genre jazz dan RnB kita bisa saksikan penampilan elegan dari Brigitta Hardi, Alya, Karina Christy, Vania Mariska, Indinadya Ameera dan Ghaniya, sementara kalau mau melhat para srikandi di genre pop rock bisa menyaksikan penampilan Deanda, Luna dan Mimut serta Meggie. Di genre rock ada Uchie Wibi, Zula, Linna, Drestanta, Kiru, Kartika dan Cita yang akan menghentak panggung IIMF PRI 2018.

Selain musisi – musisi perempuan diatas masih ada Kiki, Fani dan Hanny asal semarang yang memainkan musik bergenre Country Pop, lalu ada Mellita Sarah, Wizra dan Ria yang memainkan musik agak kontemporer plus invasi para musisi perempuan bergenre Folk seperti Rina Septy, Vanesha, Yustine Saptarini, Jeje Browneyes, Venessa Adverta, Dias Betong dan Ria yang siap memamerkan karya – karya terbaiknya. Selain nama – nama tersebut di atas masih ada Shinta, gitaris cantik asal garut, Solois muda Shafa Siregar dan Octa Carolina, vokalis bersuara melodius dari band Queenzella yang pernah memperkuat group band perempuan bernama Silverquint produksi Sony Music Indonesia pada awal tahun 2000 an.

Beberapa nama musisi perempuan lainnya bahkan sudah punya pengalaman mengarungi kerasnya indusri musik sejak beberapa tahun silam, mereka adalah Natasha Pramudita, penyanyi yang juga pengacara dan pernah menjadi backing vokal dari banyak penyanyi serta sudah merilis banyak album dan lagu. Selain Natasha ada juga Baina Ivo yang biasa di tampil dengan nama Bivo dan Riani Sovana yang pernah eksis di awal tahun 2000 an. Keduanya sudah kenyang makan asam garam di Industri musik tanah air sejak lama. Keduanya juga punya karya – karya terbaik yang sudah mereka rilis. Natasha Pramudita, Baina Ivo Dan Riani Sovana bakal bergabung dengan masih banyak musisi perempuan dari seluruh nusantara yang akan hadir mewakili daerahnya masing – masing.

Munculnya banyak bakat – bakat muda perempuan di bidang musik tentu saja sangat patut di syukuri karena hal itu membuktikan bahwa regenerasi musisi perempuan di Indonesia berjalan lancar tanpa terpengaruh oleh keadaan industri musik yang menurut beberapa kalangan sedang berada di titik terendah dan sulit di bangkitkan kembali. Munculnya musisi – musisi perempuan tersebut adalah sebuah berkah tak terkira dari sang Pencipta karena musik adalah sebuah alat yang bisa menyatukan segala perbedaan dan konflik di dunia dan para srikandi Indonesia yang muncul dengan bakatnya masing – masing adalah sebuah kekayaan dan aset bangsa yang akan di tampilkan oleh International Indie Music Festival, pekan Raya Indonesia 2018. @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1