Scroll to Top

Invasi Musisi Berformat Solo, Duo Dan Trio Di International Indie Music Festival, Pekan Raya Indonesia 2018

By admin / Published on Monday, 06 Aug 2018 05:04 AM / No Comments / 1538 views

Cadaazz.com – International Indie Music Festival 2018 (IIMF) yang akan digelar di Pekan Raya Indonesia, ICE BSD 27 sept – 7 Okt telah membuka peluang buat banyak musisi indie untuk ikut berkontribusi memperkenalkan karya terbaik mereka sekaligus memperkenalkan jati diri mereka kepada industri musik nasional yang selama ini tidak ramah kepada mereka. Selain menjadi ajang silaturahmi musisi indie nasional, IIMF 2018 juga akan menjadi jembatan penghubung bergaulnya para musisi indie tanah air dan musisi indie luar negeri yang di jadwalkan akan hadir dan tampil disini.

Ratusan musisi sudah menyatakan kesiapan mereka untuk ikut berpartisipasi ajang konser musik indie terbesar di asia ini tidak terkecuali para musisi indie yang tampil dengan konsep solo, duo dan trio. Konsep solo, duo dan trio yang masing – masing memegang alat musik tercatat sudah sangat jarang eksis di Indonesia, tercatat musisi – musisi seperti Iwan Fals, Franky and Jane, Ully Sigar Rusadi, Doel Sumbang sampai dengan trio RAN muncul dan menambah meriah wajah industri musik Indonesia di era 90 an sampai awal 2000 an.

Informasi akan digelarnya IIMF 2018 ternyata memunculkan sebuah fenomena baru yaitu munculnya banyak musisi format solo, duo dan trio yang ternyata tumbuh subur di grass roots musik Indonesia saat industri musik komersial Indonesia tidak ramah dengan perkembangan musisi berformat mini seperti itu. Nama – nama seperti : Egi Virgiawan (Bekasi), Sadam Akhmad (Semarang), Petruk Gandrung (Jogjakarta), Elpida (Bali Lombok), Tatlo (Jakarta), Kereta Kencana (Tangerang), Othmansis (Jakarta), Blue Riders (Jakarta), Bedjana (Jakarta), Destinasi Timur (Jakarta), Jiro Samurai (Jakarta), Sukma Pieters Experiment (Jakarta), Michael Felisianus (Jakarta), Senandung (Jakarta), Thesar (Jakarta), Walag (Jakarta) dan banyak lagi sontak muncul kepermukaan lewat ajang IIMF 2018 ini.

Beberapa nama lagi muncul lewat ajang Indie Season Road To IIMF 2018 yang digelar oleh penyelenggara khusus untuk memberi ruang lebih bagi para musisi indie nasional memperkenalkan karya, profil dan bahkan konsep mereka di hadapan insan media langsung. Musisi seperti :

Ruby And The Long Story,

Ruby And The Long Story adalah solois yang selalu tampil penuh semangat dan percaya diri dengan genre indie popnya ini muncul kepermukaan lewat ajang Indie Season 2018 ini. Selain muncul sebagai musisi, musisi yang akrab dipanggil dengan nama ‘Cumi’ ini juga tercatat sebagai wartawan dari kantor berita Antara. Sosok Cumi ini begitu bersahaja tampil di panggung Indie Season, kemampuan nya tampil sambil bercerita tentang karya lagu dan sejarah masuk dan berkembangnya musik / genre Indie pop di Indonesia adalah sebuah persembahan panggung yang jarang terjadi di industri musik tanah air. Sambil menghibur sambil berbagi informasi adalah kelebihan tersendiri buat ‘Cumi’.

Anisokeh

Anisokeh berkarir solo pada tahun 2011 dengan nama ARIARNEZ ROZALES, di tahun 2013 tidak lagi menggunakan nama ARIARNEZ ROZALES karena terlalu panjang, tapi menggunakan nama ARIARNEZ untuk lebih mudah untuk di ingat dan disebut. Di tahun 2015 berganti nama lagi menjadi Anisokeh dan pada tahun 2006 juga memiliki karier solo dengan nama The Succsesfull  dan langsung mengirimkan demo ke major label. Sebelum karir solo pada tahun 2006 dan 2011, pada tahun 1997 sampai tahun 2011 pernah mendirikan band tetapi selalu berakhir bubar.

warna musik yang Anisokeh mainkan sekarang adalah rock akustik ballad dan sudah mempunyai materi lagu sendiri, Lagu Anisokeh yang berjudul Kopi Hitam sudah pernah behasil diputar di demajors radio pada program acara dradio8tracks waktu itu Anisokeh masih menggunakan nama ariarnez, #np Ariarnez – Kopi Hitam | http://www.demajorsradio.com  #dradio8tracks @arianisokeh. Sekarang single lagu terbaru Anisokeh 2018 ini berjudul putar balik.

Jeje Browneyes

Jeje browneyes adalah penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia. Berawal dari hobi menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar ini memberanikan diri untuk menulis sebuah lagu sejak duduk dibangku sekolah akhir. Bermodalkan tekad dan keberanian Jeje mulai mempublikasikan lagunya awal taun 2018.

Rencananya di 2019 depan Jeje akan merilis album yang berisikan 5 buah lagu diantaranya “Setapak, Run Under Blue” dan “Hilangnya hutanku”. Hampir semua lagu yang diciptakan adalah nada nada minor yang mengandung unsur kesedihan, pemberontakan dan cerminan kehidupan.

Bagi Jeje, sebuah karya tidak ada yang salah. Jika kamu suka nikmatilah, jika tidak tinggalkanlah. As simple as that.

Amboro

Amboro adalah seorang penulis yang sejak tahun 2008 sampai 2009 mulai serius menulis lagu, menyanyikannya sendiri diatas panggung dan bahkan memproduksi sendiri mini album solonya yang berisi 5 track list lagu. Pada tahun 2010  sampai 2015 Amboro sempat Berhenti menulis dan berhenti menjalankan karya sendiri lalu mulai bernyanyi reguler di café atau lounge, event wedding, gathering dan lain – lain.

Di tahun 2016 Amboro sempat bergabung dengan Bimo S. Menggantikan vokalis TBK. Hanya 2 single saja yang sempat dirilis lalu Kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan. Pada tahun 2017, Amboro mulai mengurangi bernyanyi reguler (cafe) dan mulai merambah bernyanyi untuk iklan seperti : JD.ID kena tipu, GO food, Go Pay dll)

Pada tahun 2018, Amboro datang ke earhouse Song Writer Club, belajar agar kembali bisa menulis lagu. Dan mulai berkarya lagi dengan format SOLO, dengan karya baru, dan karya lama yang diperbaharui. “Ketika Hujan Turun Sore Itu” adalah salah satu karya lama tahun 2008 / 2009 yang diproduksi ulang, direkam & diaransemen ulang kemudian dirilis pada 15 Juli 2018 di channel youtube Amboro.

Tsagahara

Tsagahara adalah trio yang baru saja di bentuk atau tepatnya pada April 2018. Adalah seorang penyanyi dan gitaris bernama Ghifar yang pertama kali memulai petualangan solonya di dunia musik dengan memperkenalkan karya – karya lagunya di hadapan publik.

Pada tanggal 2 april Ghifar mendapatkan kesempatan untuk melakukan Showcase di Earhouse Pamulang, sebuah café atau tempat nongkrong yang merupakan milik dari Endah dan Rhesa. Pada bulan mei Ghifar mulai membentuk grup dengan mengajak 1 (satu) personil yaitu Mario untuk mengisi bass Dan menjadi band pembuka tur band Olski dari jogja.

Tidak hanya itu, Ghifar kemudian menambah personil lagi yaitu Yudit yang mengisi Flute untuk menambah ambience baru dalam musik Tsagahara. Sebelumnya Yudit membantu Showcase di earhouse untuk 1 lagu. Saat ini Tsagahara sedang dalam proses mengolah materi dan segera akan produksi EP pada tahun ini. Meski baru terbentuk dalam waktu yang singkat, Tsagahara kerap tampil di berbagai event seperti Folk On Friday di depok, Musik Kamis di Astori Coffee dan Community Stage di acara Soundsation, Tangerang.

Be Air

Be Air adalah duo yang cukup unik di perkuat oleh Rangga dan Dalton. Kenapa unik? Karena kedua musisi tersebut tidak seperti duo-duo lain yang kebanyakan mengusung musik dengan genre folk atau ballad, Be Air malah mengusung musik pop kekinian dan cenderung RnB seperti musik – musik yang dimainkan Glen Fredly, RAN dan lain – lain dengan format minimalis alias berdua.

Dalam karya – karya lagunya, Be Air bernyanyi tentang kehidupan cinta – cintaan anak muda jaman now. Namun begitu Be Air juga memiliki lagu yang liriknya religious dan menghargai perjuangan ibu dalam kehidupan mereka.

Bagustik

Bagustik adalah musisi bernama Bagus yang sempat eksis pada era akhir 90’an dengan beberapa group band bergenre indie pop yang pernah di perkuatnya. Penyanyi yang juga vokalis band The Cure tribute, Room-V, ini tampil dengan gitar akustik ditemani oleh seorang penyanyi wanita cantik bernama Astrid. Bagus dan Astrid dalam Bagustik selalu tampil kompak dalam bernyanyi dan membagi suara. Kelebihan ini mereka tawarkan sebagai sebuah amunisi mereka dalam menarik perhatian penonton musik tanah air.

Munculnya format group musik solo, duo dan trio di industri Indonesia begitu jelas terasa saat ini dan IIMF 2018 telah membuktikan hal itu. Beberapa tahun ke depan diperkirakan  akan semakin banyak muncul format seperti ini memperkaya khasanah permusikan tanah air. @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1