Scroll to Top

Pergerakan Indra Lesmana Di Progressive Rock lewat “Indra Lesmana Project”

By admin / Published on Friday, 20 Jul 2018 13:20 PM / No Comments / 258 views

Cadaazz.com – Lama tidak muncul sekali muncul membawa kejutan, begitulah yang dilakukan oleh musisi jazz, composer, produser dan keyboardis legendaris Indonesia, Indra Lesmana. Bagaikan pendekar yang lama bersemedi di dalam goa, Indra Lesmana tiba – tiba muncul dengan sebuah proyek musikal yang sangat berbeda dengan proyek – proyek musik Indra sebelumnya.

Bagi orang – orang terdekat dan penggemar – penggemar berat yang masih mengikuti sepak terjang Indra Lesmana tentu tahu bahwa pada 26 November 2017 melalui akun Instagram pribadinya Indra memperkenalkan komposisi terbarunya dan sekaligus mengadakan tahapan audisi untuk posisi drums, guitar 1, guitar 2 dan vokal yang ternyata mendapat respon luar biasa dari banyak musisi dari berbagai provinsi di Indonesia.

Proyek yang di berinama Indra Lesmana Project tersebut (ILP) tersebut akhirnya mengerucut dengan terpilihnya 5 musisi muda yang Indra Pilih untuk menjadi partner di ILP dan mereka adalah : Shadu Shah (bass), Kharisma (gitar), Muhammad Rayhan Syarif (gitar), Hata Arysatya (drum) dan Togar P.O Naibaho (vokal). Sangat mengejutkan karena mereka yang dipilih Indra adalah musisi – musisi yang memainkan musik – musik progresif, bahkan ada ‘Karis’ yang notabene adalah gitaris anggota dari group deathmetal ‘Deadsquad’.

Yes, ternyata Indra Lesmana memang membuat proyek berbeda dengan proyek – proyek musik Indra sebelumnya yaitu proyek musik Progressive Rock !!. Setelah memilih sendiri para musisi muda diatas, eks keyboardis group jazz Krakatau yang saat ini tinggal di pulau dewata Bali ini memimpin produksi rekaman lintas kota dan maya. Pada bulan April 2018, 4 buah lagu berhasil selesai direkam dan dikemas dalam sebuah mini album dengan judul “Sacred Geometry” yang sekaligus menjadi catatan karya album produksi rekaman Indra Lesmana yang ke-81.

Bersamaan dengan penyelesaian album “Sacred Geometry” dan pembuatan materi video klip single “Ascension”, Indra kembali menggusung audisi untuk mencari penata suara untuk mendukung performa grup ILP di atas panggung yang akhirnya memunculkan nama Nugroho Wisnu Broto (Surabaya) FOH dan Angelo Renaldo Rogers (Jakarta) Monitor sebagai team penata suara di ILP. Tidak lama setelah itu Indra langsung bergerak merilis mini album “Sacred Geometry” pada tanggal 15 Mei 2018 di berbagai digital store dan disusul dengan pada tanggal 30 Mei video klip pertama berjudul “Ascension” mulai dirilis dilanjut dengan showcase pertama ILP di depan publik bertempat di Lemmon Studio, Pejaten, Jakarta Selatan (27 Juni) dan showcase kedua dengan bekerjasama dengan Suara Surabaya FM bertempat di Suara Surabaya Center (30 Juni 2018). Yang keduanya berjalan sukses.

Dalam jumpa pers jelang showcase di Jakarta dan Surabaya Indra sempat memberi statement berkaitan dengan proyek ILP tersebut,

“Saya menghargai jenis musik apapun dalam karya-karya musik luar biasa dari berbagai seniman music legendaris dunia yang memicu saya untuk terus berkreasi dan mengolah kemampuan bermusik “ ujarnya.

“ILP membuktikan bahwa Indonesia memiliki bakat-bakat muda yang luar biasa dengan antusiasme jumlah musisi yang mengikuti audisi. Ada lebih dari 120 drummer, 150 gitaris, 200 vokalis dan 350 engineer yg mengikuti audisi ILP dan mereka semua memiliki kualitas yang baik. ILP bukan sebuah grup band melainkan sebuah gerakan”, tambah Indra lagi

Selain merilis mini album “Sacred Geometry”, video klip single “Ascension” dan video klip single kedua “Acceptation”, ILP juga merilis merchandise mereka dan bahkan rumornya ILP akan segera menggelar tur ke berbagai daerah di tanah air. Bravo ILP !! @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.