Scroll to Top

Junior Sumantri Suguhkan Format Rekaman Secara Live Di Album Kedua “Selamanya Juni”

By admin / Published on Wednesday, 27 Jun 2018 17:50 PM / No Comments / 1438 views

Cadaazz.com – Junior Soemantri mengeluarkan debut albumnya pada akhir 2015 bertajuk ‘Melaju‘ dengan single Ke Bandung dan Merindumu. Mengusung konsep folk, Junior Soemantri berhasil masuk nominasi AMI Awards 2016 bersama Adhitia Sofyan, Ivan Nestorman, Sarah n Soul, dan Ari Reda. Suatu pencapaian yang bagus untuk album pertama.

Berselang dua tahun, Junior Soemantri akhirnya merilis album keduanya secara resmi hari ini (25/6) berjudul Selamanya Juni dengan single yang berjudul sama lewat layanan musik digital. Berbeda dengan album sebelumnya, penggarapan kali ini dengan perlakuan konsep live recording di Brotherland Studio.

“Awalnya hanya merupakan ide gila Andre Harihandoyo, yang sebelumnya merupakan produser album Melaju, dia bilang bahwa di album ini coba saja untuk live recording, dengan begitu bisa dapat 2 materi, yaitu audio dan video, 6 bulan berselang akhirnya kejadian lah proses nya,” kisah Junior Soemantri.

Langkah ini diawali dengan pertemuan bersama Tendra Leonard yang akhirnya menjadi co-producer untuk album Selamanya Juni, “dia yang membuka jalan agar akhirnya saya rekaman di Brotherland Studio dan dibantu juga oleh Bimo Sarwono dan sound engineer Rio Ndul dan Dino,” lanjut Junior Soemantri.

Lagu-lagu dalam Album Selamanya Juni menceritakan tentang perjalanan hidup yang dituangkan dalam lagu-lagu yang berbalut pop. Namun jika dikerucutkan lagi, warnanya lebih 70’s pop dengan lirik puitis dan aransemen yang sederhana.

“Single Selamanya Juni bercerita tentang perjuangan pasangan yang melalui lika-liku percintaan yang akhirnya berujung dengan kebahagiaan, dan apabila mereka mengalami masa sulit, mereka harus mengingat bagaimana buah perjuangan itu menjadi kebahagiaan,” ungkap Junior Soemantri.

Junior Soemantri lebih fokus kepada lirik-lirik di album Selamanya Juni ini karna tercetus saat Junior diminta untuk membacakan salah satu puisinya di acara Paviliun Puisi yang akhirnya menjadi cikal bakal lagu Ribuan Saya. Acara ini dibuat oleh Mikail Johani, Anya Rompas, Yayi dan Yoga. Junior Soemantri sempat berbincang dengan Mikail Johani untuk meminta pendapat tentang lirik-liriknya.

Musisi yang dilibatkan dalam album ini adalah Ramandha Satya (drum), Taufan Wirzon (bass), Donny Prasetyo (keyboard), untuk lini gitar yang sebelumnya didaulat Vega Antares terpaksa digantikan oleh Duta Pamungkas dari Marco Marche karena terbentur jadwal.

Proses aransemen adalah bagian yang paling menarik, karna Junior Soemantri melibatkan ide-ide dari para musisi yang sangat berpengalaman ini hingga akhirnya pada tanggal 15&16 Mei dilaksanakan proses live recording. Dan semua proses visual terekam sangat baik oleh Bagus Muhammad Nur, Agung Shalih dan Viena Shalih dan juga dekorasi oleh Widhi. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1