Scroll to Top

Ian Faster, Birgi Putri Dan Nakedsouls Project Akan Unjuk Gigi Di IIMF – PRI 2018 ICE, BSD

By admin / Published on Monday, 30 Apr 2018 02:49 AM / No Comments / 422 views
Ian Faster, Harry “Koko” Santoso, Birgi Putri, Reza Ardiansyah dan Glenn Shinsoe

Cadaazz.com – Progress acara International Indie Music Festival – Pekan Raya Indonesia 2018, ICE BSD semakin melaju, kabarnya band – band indie luar pulau Jawa sudah mulai mengarahkan radarnya ke ajang silaturahmi musisi – musisi Indie nasional ini. Acara pameran multiproduk bernuansa festival yang akan menggelar konser musik indie internasional berformat indoor inimemang baru akan digelar pada 27 September – 7 Oktober 2018, namun geliatnya sudah terasa dari sekarang.

Setelah pada program Media Gathering sesi pertama (1) yang merupakan salah satu dari dua program Road To International Indie Music Festival – Pekan Raya Indonesia 2018, ICE BSD lalu menghadirkan narasumber dari pihak ICE BSD dan Deteksi Production selaku penyelenggara plus dua group band indie Jogjakarta, Rasgokil dan asal Padang, Vhads21, maka pada Media Gathering Road To IIMF – PRI 2018 sesi kedua (2) ini hadir sebagai narasumber adalah : Harry ‘Koko’ Santoso sebagai penggagas IIMF beserta Reza Ardiansyah dari pihak ICE, BSD ditambah 3 musisi indie yaitu : Ian Faster (solois asal Sukabumi), Birgi Putri serta duo Glenn Sinsoe dan Coki Sitompul yang tergabung dalam Nakedsoul Project.

Dalam Media Gathering sesi kedua (2) road to IIMF – PRI 2018 yang digelar di Deteksi Production Headoffice 27/4/18, perwakilan dari ICE, BSD, Reza Ardiansyah menjelaskan bahwa Pekan Raya Indonesia adalah pameran terbesar yang menyajikan begitu banyak produk mulai dari kuliner, hobi, interior, elektronik, furniture, gadget, sampai dengan otomotif. Bahkan Reza Ardiansyah juga mempersilahkan para wartawan untuk hadir menyaksikan langsung produk – produk UKM yang akan diberi space lebih luas di ajang ini.

Harry “Koko” Santoso dan Reza Ardiansyah

Sementara Harry ‘Koko’ Santoso Selaku penggagas konsep konser “International Indie Music Festival” berharap ajang ini bisa memberikan peluang pada musisi – musisi indie nasional bergaul dan berbaur dengan musisi – musisi indie asal luar negeri karena efeknya tentu sangat baik buat para musisi indie tanah air.

“Dengan berbaur dengan musisi – musisi indie internasional maka musisi – musisi indie nasional akan ikut terkenal di pergaulan musisi indie dunia apalagi kalau musisi tanah air bisa bekerjasama dengan mereka merilis karya bersamasecara internasional”, terang Harry ‘Koko’ Santoso

Turut hadir dalam media gathering sesi kedua hari itu 3 musisi tanah air yang bakal tampil di IIMF – PRI 2018 yaitu : Ian Faster, Birgi Putrid an Nakedsouls Project. Berikut sedikit profil mengenai ketiganya.

Ian Faster

Ian Faster merupakan solois asal Sukabumi namun gaya bicara kental dengan logat banyumasan. Lelaki yang bernama lengkap Kristianto Suryo Adi Prabowo ini mengaku merasa perlu menjadi penulis lagu karena sulit menemukan lagu di industry musik yang sesuai dengan perasaannya. Saat ini Salah satu lagu ciptaannya berjudul Ora Oraha berhasil menyedot sebanyak 58.568 viewer (2018) yang di upload pada channel youtube rekannya bernama Ipank Yuniar di tahun 2015.

Pada tahun 2014 Ian Faster berhasil mendapat semifi­nalis 10 besar kompetisi musik online “Hard Rock Rising 2014”. Di tahun 2015 berhasil menyisihkan 36.860 karya lain Ian Faster tampil sebagi juara pada kategori musik di ajang GoAhead Challenge dengan lagu “Hantu di Jendela” (Ghost in the Window) dan berlanjut dengan tampil pada ajang Melbourne Fringe Festival, Melbourne Australia. Di ajang IIMF – PRI 2018 ICE, BSD nanti Ian Faster akan berkolaborasi membawakan lagu “Hantu Di Jendela” dengan band “Foxtails Brigade” asal California, Amerika serikat.

Birgi Putri

Birgi Putri adalah seorang solois pendatang baru yang baru saja meluncurkan sebuah single berjudul “Khayalan Cinta”. BIRGI PUTRI mulai mengenal musik, bermain gitar dan bernyanyi sejak kecil. Aktif dalam segala kegiatan musik, hingga saat ini mendapat kesempatan untuk berkiprah di dunia musik Indonesia secara profesional.

Yang istimewa dari Birgi Putri adalah bahwa dia menciptakan sendiri single “Khayalan Cinta’ yang dia rilis di bawah payung iSound Records. Untuk menghadapi ajang IIMF – PRI 2018 ICE,BSD nanti Birgi mengaku sudah menyiapkan penampilannya yang istimewa dan dia siap menyemarakkan panggung IIMF – PRI dengan penampilan terbaiknya.

Nakedsouls Project

Nakedsouls Project, sebuah proyek band duo pendatang baru bergaya alternative rock asal Jakarta yang dimotori oleh dua sobat karib, Glenn Sinsoe dan Coki Sitompul. Nakedsouls Project merilis CD album mini (EP) debut secara independen. pada 26 Maret 2017 lalu dalam format CD fisik dan album digital. Vokalis, gitaris sekaligus pencipta lagu Glenn Sinsoe yang masih merupakan kemenakan legenda jazz Ireng Maulana dan Tjok Sinsoe ini mengawali kariernya di musik pada dekade ‘80-an dengan menjadi gitaris bagi band tribute The Rolling Stones, Ulique. Lalu pada dekade ‘90-an ia juga sempat membentuk band tribute rock alternative bernama Naked di antaranya bersama rekan sebandnya kini, Coki Sitompul, Tommy Maulana hingga Reza Achman (kini drummer Matajiwa).

Sementara gitaris Coki Sitompul dikenal memiliki jam terbang manggung di sirkuit café/bar ibukota yang panjang sejak dekade ’80-an. Ia pernah bergabung dengan sebuah band tribute The Rolling Stones bersama adik Glenn Sinsoe, Michael John Sinsoe. Debutnya di studio rekaman dimulai pada tahun 1988 saat sempat bergabung dengan band Kraken yang para personelnya antara lain Heri “Ucok” Batara (eks-vokalis Edane). Pada awal ’90-an Coki sempat bergabung pula dengan band pionir ekstrem metal Alien Scream yang memainkan lagu-lagu milik Obituary, Napalm Death hingga Sodom sebelum akhirnya bergabung dengan Naked dan Lemon Tea. @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.