Scroll to Top

Kisah Kegigihan yang menginspirasi di Film “Terbang : Menembus Langit” Di Adaptasi dari Kisah Nyata Seorang Inspirator Tarakan.

By admin / Published on Wednesday, 18 Apr 2018 03:01 AM / No Comments / 1429 views

Cadaazz.com – Perjuangan, kegigihan yang bisa menjadi inspirasi dan edukatif disuguhkan di film perdana besutan Demi Istri Production berjudul “Terbang : Menembus Langit” yang di ambil dari kisah nyata kehidupan Onggy Winata yang berasal dari Tarakan. Film drama yang diadopsi dari kisah nyata tersebut, berkisah tentang pemuda keturunan Tionghoa miskin dari Tarakan bernama Onggy Winata yang diperankan Dion Wiyoko dalam meraih kesuksesan dengan penuh rintangan. Dari Kalimantan, ia merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta untuk mengejar cita-cita sebagai pengusaha sukses di Singapura.

Tantangan – tantangan di lalui oleh Onngy Winata dalam film tersebut ditunjukan apik, mulai dari kehidupan susahnya meratau ke kota Surabaya, berdagang yang selalu di tipu sampai mengalami situasi yang membuatnya harus tetap bertahan hidup dan melindungi keluarganya.

Menurut produser film ini, Susanti Dewi, ini juga merupakan film priodik pertama bagi Demi Istri Production. Syuting film Terbang ini mempunyai keseruan dan tantangan yang unik, karena saat syuting semua peralatan tekhnis yang ada dijakarta dibawa ke Surabaya dan ke Tarakan.

“Membawa semua alat syuting dari Surabaya ke Tarakan itu diperkirakan 7 hari, mulai dari naik kapal, jalan darat, naik kapal lagi baru sampai Tarakan. Saya sudah tambah waktu dua hari saat itu, tapi ternyata masih kurang masih delay lagi 4 hari karena ada faktor pasang surut air sehingga jadwal syuting berubah itu tantangan bagi kita,” ungkap Susanti Dewi produser film Terbang : Menembus Langit saat pressconfarence di XXI Kemang Village (16/4/18).

“Di film ini kita juga menemukan talent – talent dari Tarakan yang bagus – bagus,” tambah Susanti Dewi.

Bagi Fajar Nugros film Terbang ini film genre drama pertamanya yang digarapnya dengan penuh tantangan dan susah karena ada beberapa pase yang harus di visualisasikan.

“Ini film yang diadapatasi dari kisah nyata 32 tahun lalu dengan beberapa pase yang harus dituangkan dalam satu kisah dan itu buat saya susah banget tapi ini sebuah tantangan buat saya,” ujar Fajar Nugros sang Sutradara

“Siapapun mau dari dari golongan apapun kalau soal kerja keras  itu untuk siapa saja, kesuksesan bisa buat siapa saja tanpa melihat perbedaan,” tandas Fajar

Proses syuting film ini telah dirampungkan pada Juni-Juli tahun lalu. Proses film ini dilaksanakan berbarengan dengan persiapan pernikahan Dion dan Fiona Anthony September 2017 lalu.

“Waktu itu lumayan mepet tapi saya nggak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi Onggy. Akhirnya gue diskusi sama istri gue juga. Ceritanya seperti ini, makan waktu lama, syuting di luar kota, dan ini bentrok sama persiapan nikah yang lumayan mepet,” ungkap Dion

Dalam film ini, Dion harus memerankan sosok Onggy Hianata yang tentu memberi beban tersendiri bagi Dion. Tak cukup sampai di situ, Dion harus mempelajari dialek Tarakan yang juga menjadi setting film terbarunya ini.

“Baik dan buruknya film ini tergantung dari Onggynya juga karena tokoh sentral dan kalau lu enggak bisa memerankan dengan baik, ya pasti penonton pun akan langsung menilai film ini kurang baik. Jadi itu beban tanggung jawab buat gw,” katanya.

Film genre Biopik ini diwarnai dengan suasana di era 70an hingga 1998 ini di dukung oleh bintang ternama seperti, Dion Wijoko,  Laura Basuki, Dinda Hauw, Marcel Darwin, Delon Thamrin, Aline Adita, Melissa Karim, Baim Wong, Erick Estrada dll ini akan mulai tayang 19 April 2018. Yuk siap terbang ke bioskop. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1