Scroll to Top

Grand Final Sesi 1 Indonesian Idol 2018 : Kebutuhan Industri Versus Standarisasi Festival Bernyanyi

By admin / Published on Tuesday, 17 Apr 2018 20:31 PM / No Comments / 159 views

Cadaazz.com – Grand Final Indonesian Idol 2018 sesi 1 yang telah diadakan 4/17/18 di Ecovention, Ancol, Jakarta adalah ajang berpesta bagi Indonesian Idol 2018 kali ini. Tampilnya para bintang tamu seperti Jevin Julian, Yovie Widianto dan para mantan Indonesian Idol (Regina, Nowela, Rini dan Citra) yang hadir menambah semarak dan keseruan malam Grand Final sesi 1 ini lebih merupakan sebuah selebrasi keberhasilan RCTI menyajikan ajang pencarian bakat bernyanyi yang seru tersebut mulai dari audisi sampai babak – babak akhir.

Sejak 50 kontestan di seleksi lagi menjadi 25 dan lalu 10 kontestan, ajang Indonesian Idol 2018 sudah terasa akan mempertandingkan kontestan – kontestan yang mampu menjadi penyanyi dengan target industri. Hak tersebut sebenarnya sudah bisa di perkirakan ketika pihak penyelenggara memilih 4 juri yang berasal dari akar industri musik nasional yang diakui atau tidak merupakan juri dengan mindset dagang yaitu : Ari Lasso, Maia Estianti, Armand Maulana dan Bunga Citra Lestari dan menyisakan satu juri saja yang punya karakter tekhnik yaitu Judika.

Dari mulai 25 besar sampai 10 besarpun kita bisa langsung paham kemana arah Indonesian Idol 2018 ini akan berjalan. Seluruh kontestan yang dipilih juri jelas – jelas kontestan yang mempunyai kekuatan pada karakter suara dan bukan tekhnik bernyanyi yang mengarah ke festival. Bukankah seharusnya level Indonesian Idol mempunyai level dan gengsi paling tinggi di banding ajang – ajang sejenis? Berarti level kontestan yang lolos juga harus yang bertekhnik tinggi sehingga mampu menaklukan berbagai genre lagu dan kesulitan – kesulitannya. Untung masih ada Maria Simorangkir, kontestan bertekhnik baik yang mampu bertahan sampai puncak grand final sehingga level tinggi dari Indonesian Idol masih bisa terjaga.

 photo Untitled_zpsmwldy7ww.jpg

Satu yang tidak di sadari para juri adalah para kontestan yang punya karakter suara sendiri cenderung akan tampil bagus pada jenis lagu yang masuk dalam zona nyaman suaranya dan akan tampil biasa – biasa saja ketika mendapat tantangan dari lagu yang tidak sesuai dengan karakter suaranya.  Oleh karena itu jangan heran ketika para voters mulai merasa penampilan Marion Jola, Bianca Jodie dan Ghea Indrawari tidak ada kemajuan ketika bersaing di 10 besar hingga ketiganya yang begitu dijagokan di awal – awal harus lebih dulu angkat koper. Para voters butuh sebuah kemajuan yang signifikan sementara mereka beriga sudah mentok kemampuannya.

Untuk gelaran grand final sesi 1 semalam, yang tersirat saat menyaksikan siaran langsungnya adalah pertarungan 2 kontestan dengan senjata yang sama sekali berbeda. Ahmad Abdul dengan karakter suara sengau ala Marron 5 dan Coldplay harus bertenpur dengan Maria Simorangkir yang full power dan full tekhnik. Ini bagaikan pertandingan sebuah klub sepakboal dan klub basket, yang satu menggunakan kaki dan yang satu menggunakan tangan alias gak nyambung !! Abdul dan Maria sama – sama tampil bagus dan baik ketika tampil bersama Jevin dan Yovie Widianto ataupun ketika tampil sendiri – sendiri namun dalam level yang sama sekali berbeda. Mungkin kalau Maria berhadapan dengan Ayu akan lebih menggelegarkan Grand Final.

Rata – rata juri yang berkomentar semalam mulai seragam dan senada, mereka memuji Abdul dan Maria. Mereka tidak berani meletakkan posisi mindset mereka antara industri dan festival bernyanyi padahal seharusnya mereka tahu ada level berbeda di puncak grand final Indonesian Idol 2018 yang telah mereka setting dengan tidak sengaja dari awal kompetisi kecuali Maia Estianti yang sejak awal memang sudah menunjukan dengan jelas keberpihakkannya pada industri / pasar.

Abdul dengan kelemahannya menyanyikan lirik berbahasa Indonesia dan Maria yang sudah mulai belajar lebih mengkontrol emosi bernyanyinya akan kembali berhadapan di Grand Final Indonesia Idol 2018 sesi 2 minggu depan. Mungkin ada baiknya penyelenggara menentukan lagu apa yang harus dibawakan oleh kedua kontestan tersebut sehingga tidak ada salah satu atau dua kontestan yang memilih sendiri lagu yang masuk dalam zona nyaman mereka. Bravo Abdul dan maria !! @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.