Scroll to Top

Juri HOOQ Filmmakers Guild 2017 Telah Memilih 6 Judul Naskah Terbaik Untuk Di Produksi

By admin / Published on Saturday, 04 Nov 2017 10:36 AM / No Comments / 1378 views

Cadaazz.com – HOOQ layanan video on demand terbesar di Asia tenggara, mengumumkan enam judul serial TV yang diproduksi perdana oleh HOOQ Filmmakers Guild 2017. Diluncurkan pada Juni 2017, HOOQ Filmmakers Guild merupakan program tahunan yang dirancang untuk mencari orang-orang yang berbakat di dunia film di Asia yang memiliki ide-ide cemerlang, namun tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkan.

Sutradara, produser dan penulis naskah memiliki kesempatan untuk mengajukan naskah dan pengerjaannya untuk dijadikan serial TV. Lima ide terbaik akan menerima dana sebesar 30.000 dolar AS untuk memproduksi episode perdana yang akan tayang di HOOQ. Pemilihan yang terbaik dari lima naskah tersebut ditentukan oleh pelanggan HOOQ dan tim juri yang terdiri dari orang-orang perfilman berbakat di Asia. Naskah ini akan diproduksi menjadi serial secara penuh dan ditayangkan di HOOQ.

“HOOQ selalu menjadi pendukung terbesar industri perfilman Asia. HOOQ Filmmakers Guild dibuat dengan tujuan ini serta fokus untuk mengembangkan dan mendukung talenta-talenta perfilman generasi mendatang di Asia dengan cara memberikan kesempatan  untuk menampilkan hasil karya mereka serta meningkatkan kemampuan mereka melalui belajar dengan para juri terbaik di industri perfilman Asia,” ujar Peter Bithos, Chief Executive Officer HOOQ.

“Hari ini, kami sangat senang mengumumkan enam judul serial TV perdana yang telah kami pilih untuk diproduksi. Kami menerima banyak naskah yang bagus untuk diseleksi, namun kami memutuskan untuk memproduksi enam naskah yang seharusnya kami pilih lima. Kami ingin melihat naskah-naskah tersebut diwujudkan dan berharap semuanya akan puas,” imbuh Peter.

Berikut 6 judul naskah terbaik 2017 yaitu Bhak (India), Suay (Thailand), Haunt Me (Singapore), How To be A Good Girl (Singapura), Aliansi  (Indonesia) dan Heaven and Hell (Indonesia). Enam naskah ini terpilih dari sekitar 500 naskah yang diterima HOOQ selama dua bulan dari seluruh Asia Tenggara.

Juri Puttipong Promsaka Na Sakolnakorn mengatakan, “Jumlah peserta kompetisi melebihi yang kami harapkan.” Naskah yang dikirimkan terdiri dari beragam genre dan gaya, mulai dari fiksi ilmiah, supernatural bahkan drama sejarah. Namun genre yang dominan adalah drama, horor/supernatural dan komedi, sedangkan tema fiksi ilmiah dan fantasi berada di posisi ke empat.”

“Saya sangat kagum pada kualitas naskah-naskah yang dikirimkan, sehingga benar-benar sulit untuk memilih yang terbaik. Bagi saya, ini membuktikan bahwa Asia memiliki talenta yang luar biasa ketika menyangkut pembuatan film,” ujar Mouly Surya, sutradara Marlina the Murderer in Four Acts.

Pendapat yang sama disuarakan oleh juri asal Indonesia, aktor Nicholas Saputra. Ia mengatakan, ”Tidak hanya naskah  bagus yang mereka daftarkan untuk mengikuti kompetisi HOOQ Filmmakers Guild. Mereka juga sangat energik, kreatif dan bersemangat dengan ide-ide. Ini sebagai pembelajaran untuk seluruh pembuat film, agar tidak pernah menyerah untuk  terus berkarya,” ujarnya.

Penilaian didasarkan pada relevansi dan daya tarik terhadap penonton di Asia, kreativitas naskah dan yang paling menentukan adalah naskah yang menceritakan tentang Asia dari sudut pandang yang orisinal. Juri Erik Matti, pemenang penghargaan dan tokoh kawakan di industri perfilman Filipina, terkesan oleh naskah-naskah yang masuk.

“Naskah-naskah yang masuk menunjukkan kecakapan para peserta dalam mewujudkan ide. Mereka mampu mewujudkan ide secara detil, menggabungkan ide cerita yang berani, kultur Asia dan kreativitas yang mengagumkan sehingga menghasilkan karya-karya luar biasa yang pernah saya lihat.”

Enam Naskah Yang Terpilih sebagai Berikut :

Terpilih enam naskah dari beragam genre yang akan diproduksi perdana.

Pemenang dari India, Bhak adalah film bergenre drama penuh warna yang mengisahkan dua sineas muda yang ambisius di industri perfilman Bollywood. Ditulis oleh Arjun Chatterjee dan Shreyom Ghosh dari Big3 Media, film ini mengeksplorasi tema gairah, pengkhinatan dan cinta.

Suay, film Thailand bergenre thriller kriminal karya Marcelo von Schwartz, mengisahkan ladyboy Lola yang menjadi penari go-go. Ia menerima potongan telinga Carly, seorang sahabatnya sekaligus mentornya. Lola kemudian terdorong untuk kembali ke pekerjaan awalnya sebagai detektif swasta yang tangguh dan terjun ke dunia gelap Bangkok.

Drama Supernatural berjudul Haunt Me karya Oman Dhas dan Goh Siu dari rumah produksi Third Floor Pictures, berkisah mengenai Kwong seorang duda yang ditinggal mati oleh ayahnya. Ia kemudian pindah ke rumah leluhur keluarganya dan mengungkap rahasia keluarganya yang keramat yaitu takdirnya menuntun jiwa-jiwa yang hilang ke dunia lain.

Selanjutnya naskah dari Singapura berjudul How To Be A  Good Girl produksi Abundant Productions mengisahkan Frances Lee, sosialita yang menjadi mantan narapidana. Ia kemudian berusaha memperoleh kembali kehidupannya setelah lama berada di balik terali besi.

Pemenang naskah dari Indonesia ini menggabungkan dua genre. Aliansi adalah sebuah komedi unik karya Muttaqiena Imaamaa yang menceritakan seorang eksekutif kreatif di Jakarta yang bangkrut, kemudian mendapatkan kesempatan untuk bangkit ketika seorang milyader misterius mendekatinya untuk membuat kampanye iklan yang meyakinkan masyarakat bahwa Alien itu nyata.

Berbeda dengan kisah di atas, Heaven & Hell karya Bobby Prabowo & Eric Tiwa, membawa kita ke dunia mafia di Indonesia timur. Ketika perang antar kelompok akan pecah di Darmagu Batu, kampung halaman Chris, ia berpikir untuk meninggalkan dunia hitam yang kejam sampai ia menyadari satu-satunya cara untuk melindungi ayahnya yang dipenjara adalah dengan menjadi pemimpin di dalam dunia kriminal.

Juri HOOQ Filmmakers Guild dari Thailand, Wasin Pokpong mengatakan, “Saya sangat senang HOOQ meluncurkan HOOQ Filmmakers Guild tahun ini, karena kompetisi ini menjadi platform bagi para sineas yang kekurangan sumber daya untuk mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan. Terkadang yang dibutuhkan adalah sedikit dorongan untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.”

Jutaan penonton di seluruh Asia Tenggara kini menunggu keenam naskah tersebut diubah dari ide menarik menjadi cerita yang bagus. Enam episode perdana ini akan tayang di HOOQ pada awal tahun depan dimana episode terbaik akan dibuat menjadi serial TV penuh. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1