Scroll to Top

Opshid Media Bangun Semangat Kebangsaan Generasi Milenial Lewat “Film WAGE”

By admin / Published on Wednesday, 04 Oct 2017 00:35 AM / No Comments / 1768 views
Photo By OPSHID Media

Cadaazz.com – Wage Rudolf Supratman sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, mungkin bagi Generasi muda era kini atau milenial mungkin saja hanya mengetahui sosoknya sebagai pencipta lagu saja. Tak banyak yang mengatahui kisah hidup lebih dalam, itulah yang membuat Opshid Media mengumumkan akan meluncurkan film berjudul “ Wage”.

Film besutan Opshid Media ini disutradarai oleh John De Rantau, film biopic salah satu pahlawan Indonesia itu akan mengeksplorasi kisah  perjalanan kepahlawanan Wage Supratman dalam menelurkan lagu-lagu seperti lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan lagu lainnya untuk terus mengenang jasa beliau sebagai pahlawan dan dapat meneladani aksi-aksi kepahlawanan Wage Supratman dalam akvititas kekinian sebagai generasi milenial.

Pemikiran pembuatan film WAGE, dijelaskan oleh Ivan Nugroho, Direktur PT. OPSHID Media Untuk Indonesia Raya berdasarkan pada pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan Wage Supratman tidak berbanding lurus dengan jasa besar beliau untuk bangsa Indonesia.

“Film ini didasari oleh pemikiran untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air, terutama bagi generasi muda atau milenial untuk kembali ke jati diri bangsa demi kebangkitan Indonesia dan film ini  dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk beliau, yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” kata, Ivan Nugroho dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Photo By OPSHID Media

“Ada banyak nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya, dan juga proses sang komponis Wage Supratman untuk mewujudkannya. Dengan mengemas nilai – nilai luhur tersebut dalam media film WAGE, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta tanah air serta moral luhur bangsa Indonesia, mengeksplorasi rasa kebangsaan dan Keindonesiaan dalam konteks anak muda”, ujar Direktur Opshid Media ini.

Dalam proses produksinya, seleksi yang cukup ketat dilakukan untuk aktor dan peran lainnya. Kami seleksi dengan melakukan riset serta pembedahan yang menyeluruh, untuk memastikan bahwa karakter tidak jatuh pada pemeran yang kurang tepat, mengingat minimnya data mengenai tokoh – tokoh seperti WAGE itu sendiri”, ujar Ivan.

Proses pemilihan aktor untuk peran WAGE pun tidak didasarkan pada besarnya nama yang dimiliki sang aktor, maupun banyaknya kecocokan kualifikasi secara teknis antara peran dan pemeran. Aktor terpilih untuk peran WAGE dipilih berdasarkan potensinya, baik di bidang seni peran maupun caranya untuk eksplorasi karakter.

“Pihak kami akhirnya memilih Rendra Bagus Pamungkas. Kami yakin, Rendra paling cocok untuk memerankan tokoh pahlawan yang satu itu, “ujar Ivan

Terkait dengan target penonton, Opshid Media mematok angka minimal 1 juta penonton. Hal tersebut dilihat bukan dari segi money oriented, tetapi memang karena pada dasarnya Opshid Media memiliki visi misi yang harus disampaikan kepada publik, sehingga semakin banyak yang menonton semakin baik.

Untuk investasi produksi total dari film WAGE, OPSHID Media menghabiskan dana sekitar 16 Miliar Rupiah. Dana tersebut selain produksi Film juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar.

“Edukasi dan pesan yang ingin disampaikan harus jelas dan tepat ke sasaran”, katanya.

Karena pasarnya adalah generasi milenial, Ivan pun memanfaatkan sosial media yang sering digunakan para pemuda, untuk menyebarkan konten-konten bermutu bernada kebangsaan, yang bersifat good news dan membangun.

“Bukan  mengarah pada provokasi yang kurang baik”, katanya.

Ivan menegaskan bahwa Film ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia serta untuk tanah air Indonesia itu sendiri. Selain sebagai film kebangsaan yang mempelopori bangkitnya rasa cinta tanah air di hati bangsanya, juga sebagai pelurus suatu peristiwa sejarah yang banyak melenceng.

“Lahirnya lagu Indonesia Raya menimbulkan ketakutan besar pada kaum penjajah. Kami juga berharap lahirnya film WAGE ini dapat menjadi pemicu semangat cinta tanah air dan kiat untuk menghapuskan penjajahan dimanapun dalam bentuk apapun, .Tonton film WAGE, mari kembali ke jati diri bangsa untuk Indonesia Raya”, katanya seraya berpromosi.

Selain Rendra film ini dibintangi oleh Prisia Nasution, Teuku Rifnu Wikana, Woulter Zweers, Putri Ayudya, Ricky Malau, Fery Sopyan, Pandoyo, Kedung de Romansa, Banon Gautama, Roy Santoso, Oim Ibrahim. Ecky Lamoh, Eko Pertel, Peter van Luijk, Bra Makahekum, Koirul Ilyas Aryatama, Nio Soeprapto, dan lainnya.

Film Wage ini direncanakan akan tayang di seluruh bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 9 November 2017 mendatang. (@enny_hdyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1