Scroll to Top

Seno M. Hardjo Hadirkan Kembali Dimensi Keindahan Musik Masa Lalu Dengan Merilis “BIG 80s–90s FOREVER YOUNG”

By admin / Published on Saturday, 30 Sep 2017 00:53 AM / No Comments / 67 views

Cadaazz.com – Era Musik 80an – 90an adalah ekstase kejayaan Musik Indonesia. Masa di mana sebuah kaldera ruang dan waktu sanggup mempertemukan berbagai genre dan bermulanya keterlibatan teknologi yang massive dalam Musik. Rock, Fussion, Country, Pop dan berbagai genre pun bersanding mesra hidup bersama.

“Sebuah era yang mampu menyulap nasib pengusaha kecil menjadi pemilik perusahaan rekaman besar dan bertahan di sana. Atau sebaliknya membangkrutkan pengusaha besar yang kelewat jumawa menganggap remeh temeh rimbanya bisnis musik,” ujar Seno M. Hardjo pemilik record label Target Pop dan Target Pro yang kini masih menjadi salah satu Board of Director AMI Awards.

Menurutnya, era 80an – 90an juga ditandai dengan keberadaan God Bless yang bersanding dengan Iwan Fals dan Krakatau Band. Elfa’s Singers arahan almarhum Elfa Secioria yang berwibawa memenangkan berbagai ajang festival di manca negara. Fariz RM dan Dian Pramana Poetra bahkan memiliki berbagai group. Fariz membentuk Symphony Band, Jakarta Rhythm Section dan WOW! Sementara Dian Pramana Poetra memiliki Bourest Vocal Group, 2D (Dian Pramana Poetra & Deddy Dhukun) dan K3S atau Kelompok Tiga Suara, bersama Deddy Dhukun dan Bagoes AA. Fariz RM dan Dian Pramana Poetra malah pernah pula membentuk 7 Bintang yang terdiri dari Mus Mujiono, Jopie Latul, Malyda Sudrajad, Atiek CB dan Trie Utami. Seru sekali masa itu. Sementara masa indah 90-an ditandai dengan munculnya KLa Project, SLANK, Kahitna, Java Jive, KSP Band, PAS Band, Pure Saturday, Koil, Kubik hingga solois seperti Kris Dayanti dan lain – lain.

“Masa 80 – 90an adalah masa dimana harmoni notasi sebuah lagu dan skill eksploatasi arransemen benar-benar dijaga dimensi keindahannya,” ujar Seno M. Hardjo.

Kini masa indah tersebut dihadirkan kembali dalam sebuah album, yang rencanya berseri hingga 3 album. Namun sebagai penggagas, Seno M. Hardjo menyadari bahwa hits era tersebut, belum tentu menjadi hits di masa kini.

“Berbagai faktor mempengaruhinya. Pertama pendengar masa kini menyukai Lirik yang lugas, apa adanya. Berbeda dengan Lirik Hits 80 – 90an. Dulu kerapkali menggunakan kalimat kiasan yang tersembunyi,” ungkap Seno. Menurutnya faktor  Kedua adalah pendengar masa kini terbiasa mendengar kesederhanaan notasi lagu. Jadi jika mendaur ulang hits era 80an-90an yang ribet, sulit menjadi hits kekinian.

“Ketiga juga faktor bentuk arransemen yang kini super simpel. Menuju refrain misalnya, ngga perlu ada pengulangan bait kedua. Atau interlude musik ga perlu ada pula,” ujar Seno yang juga menulis Lagu. Lantas bagaimana merumuskan album “BIG 80s-90s FOREVER YOUNG”?

“Beberapa lagu saya hadirkan dengan arransemen yang nyaris sama dengan versi originalnya. Tapi dengan sound kekinian tentunya. Penyanyi nya yang masih eksis kami ajak menyanyi lagi. Ditandai dengan comeback-nya Dian Pramana Poetra, Harvey Malaihollo, Java Jive, KSP Singers dan Elfa’s Singers,” ungkapnya. Sedangkan yang hadir di masa kini dengan penyanyi belia, mengemban spirit continous musik 80an-90an.

“Beberapa Singer masa kini kami tampilkan. Ada Andien, Indah Dewi Pertiwi, Richard Chriss Schrijver, Ikaputri, Harsya Rieuwpassa, Billy Wino Talahatu, Rick Karnadi, Fierza Agie Cilla, Lona Cindy dan Ardina Glenda,” pungkas Seno M. Hardjo.

Konsistensi Target Pop adalah “mendengar hits era 80an-90an dengan sound kekinian”. Kiranya tidak berlebihan jika misi visi album “BIG 80s – 90s FOREVER YOUNG” adalah ikut melestarikan kualitas karya  musik Indonesia. Biar pesonanya tetap didengar generasi masa kini dan seterusnya. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1