Scroll to Top

“VESPUNK” Sebarkan Salam Perdamaian Melalui Album “Salam Damai Mari Berkawan”

By admin / Published on Wednesday, 06 Sep 2017 10:17 AM / No Comments / 1798 views

Cadaazz – Band punk asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2013 ini, awalnya bernama Scooterhood. Nama tersebut diambil dari sebuah forum komunikasi persaudaraan antar klub skuter yang sejak tahun 2012 sudah aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun otomotif. Album berjudul United Souls rilis tak lama setelah band ini terbentuk, berisikan 11 lagu yang seluruh liriknya berbahasa Inggris.

Beberapa perubahan terjadi seiring gonta-ganti personil di dalam tubuh Scooterhood. Salah satunya mengubah nama band menjadi Vespunk (berasal dari kata “Vespa” dan “punk”) dengan tujuan menghindari kerancuan penyebutan dengan club Scooterhood. Lalu, untuk amunisi saat beraksi di panggung, Vespunk mulai menyiapkan lagu-lagu dengan Bahasa Indonesia, yang menjadi cikal-bakal materi di album ke-2 ini.

Album Baru yang Eksploratif

Album Salam Damai Mari Berkawan berisi 10 lagu diantaranya : Satu Vespa Sejuta Saudara, Kalem, Harapan, Televisi, Salam Damai Mari Berkawan, Gila, Vespa Oi Oi, Takut Naik Vespa, Radio Antik, Harapan (Akustik). Dari 10 lagu di atas, Vespunk memilih lagu “Satu Vespa Sejuta Saudara” sebagai single jagoan untuk dibuatkan video klip lebih dulu. Alasannya, lagu ini dinilai paling mewakili perasaan cinta masing-masing personel terhadap skuter Vespa. Liriknya pun memiliki harapan terhadap klub-klub Vespa di seluruh Indonesia, agar terus bersatu dan menaati peraturan lalu-lintas.

Sementara itu lagu “Salam Damai Mari Berkawan” dipilih menjadi judul album karena merupakan motto Vespunk, sekaligus sebuah slogan yang relevan untuk tetap saling menjaga persatuan dan selalu menghindar dari segala pertikaian.

“Televisi” adalah satu-satunya lagu dari album lama yang masuk ke album baru dengan perubahan lirik menjadi berbahasa Indonesia.

Berbeda dengan album pertama yang hanya menyuguhkan sekitaran alternatif dan pop punk. Pada album kedua ini, Vespunk mengeksplorasi lebih jauh tentang genre punk hingga ke sub-sub genre-nya. Mulai dari sudut gelap hard core punk dan emo, retro ala rockabilly, hingga glamornya sound ala-ala era new wave. Jangan lupa simak lagu “Harapan” (Akustik), di mana sang vokalis berani menampilkan sisi romantisme dan syahdunya dari seorang pria, tanpa harus menjadi cengeng.

 Vespunk dan Do It Yourself

Di luar musik, punk sebagai sebuah kebudayaan sangatlah erat dengan etika DIY atau “Do it Yourself”, sebuah slogan yang menolak konsumerisme dan memilih bertahan hidup dengan kemandirian. Vespunk pun menyambut hangat ide tersebut dan –bahkan- menerapkannya dalam produksi karya-karya mereka.

Beberapa personil Vespunk adalah para profesional yang mendedikasikan hidupnya dalam dunia musik dan sudah sejak lama membangun studio pribadi. Sehingga untuk urusan rekaman, mereka tidak perlu lagi menyewa studio yang berharga mahal. Demikian pula dengan penjualan merchandise seperti stiker, kaos, keytag, dan CD. Mereka jual dan kelola sendiri dengan mengaktifkan semua infrastruktur sosial media dan website band www.vespunk.com.

Begitu pun dengan pembuatan video klip hingga mengatur acara peluncuran album, semua ditangani oleh personil band sendiri, tentu dengan dibantu oleh kawan-kawan Vespunk yang memiliki solidaritas luar biasa.

Vespunk adalah Wawah (Vokal), Ledu (Gitar), Matto (Gitar), Fahri (Drum), Farre (Bass). (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1