Scroll to Top

“Dimensi Alternatif”, Album Kedua NEUROTIC Yang Mengajak Kita Kembali Ke Awal 90 an

By admin / Published on Wednesday, 06 Sep 2017 23:52 PM / No Comments / 19 views

Cadaazz.com – Di pertengahan tahun 2016 Jonathan “Jones” Mono memutuskan untuk memproduseri langsung album kedua Neurotic yang berjudul “Dimensi Alternatif” bersama kakak beradik Petra Sihombing dan Ben Sihombing. Proses pengerjaan album “Dimensi Alternatif” mayoritas dikerjakan di “Weird Mansion“. “Halusinasi” adalah lagu yang dipilih sebagai single pertama dari album “Dimensi Alternatif” setelah dua bulan sebelumnya, pada tanggal 24 Mei 2017 lagu “Gairah Sia – Sia” dirilis sebagai single teaser dari album “Dimensi Alternatif”.

Lagu “Halusinasi” mempunyai lirik yang terinspirasi dari lagu “Lucy In The Sky With Diamonds” dari The Beatles. Di album “Dimensi Alternatif”, Jones mempunyai konsep penulisan lirik tentang kejadian-kejadian fiktif yang Jones imajinasikan dan yakini terjadi di versi realita yang lain (“Alternate Reality”, “Alternate Dimension”). Karena alasan tersebut album kedua Neurotic dinamakan “Dimensi Alternatif”.

Di album “Dimensi Alternatif”, Neurotic melakukan beberapa kolaborasi, di antaranya, pada lagu “Asmara Membara” mengundang penyanyi solo pria pendatang baru, Ben Sihombing untuk ikut bernyanyi, pada lagu “Masa Depan” berkolaborasi dengan grup elektronik senior asal Bandung Rock N’ Roll Mafia dan juga pemain saxophone Tommy Pratomo, dan pada lagu “Misteri Ilusi” berkolaborasi dengan produser tamu, Randy M.P.

Neurotic didirikan tahun 2012 oleh Jonathan “Jones” Mono. Banyak sekali musisi yang sudah terlibat di berbagai inkarnasi Neurotic, dan pada saat ini selain Jones (Vocal & Multi-Instrumentalist), Neurotic terdiri dari Yosaviano “YSVN” Santoso (Multi-Instrumentalist), Rizky “Greybox” Argadipraja (Multi-Instrumentalist), Dhani “Unreal” Syah (Keyboard & Synthesizer), Ramandha Satya (Drums & Samplers), dan Karel William (Drums, Cowbell, & Vocal). Format yang unik dan menarik, terdiri dari sekumpulan Multi-Instrumentalist, seorang maestro piano jazz, dan dua orang drummer bertalenta.

Format Neurotic yang sekarang didapatkan setelah melalui proses panjang dan panggung-panggung rutin yang dimulai kembali sejak akhir 2016. Proses pencarian personil yang panjang, menjadi alasan di balik penggunaan hashtag #adaptordie yang menggambarkan keadaan Neurotic, di mana hanya yang sanggup beradaptasi dan punya semangat untuk maju yang akhirnya bertahan di Neurotic dengan landasan semangat tidak mudah puas dan selalu rutin berkarya. Di inkarnasi sebelumnya, Neurotic sempat mencuri atensi publik dan mendapatkan penghargaan dan nominasi seperti salah satu Album Terbaik 2014 versi Majalah Rolling Stone Indonesia dan nominator “Breaktrough Artist Of The Year” di tahun 2015 edisi Net TV. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1