Scroll to Top

Nara Dewi – Dewi Tuangkan Kegalauan Di Dunia Laksmi

By admin / Published on Saturday, 12 Aug 2017 10:09 AM / No Comments / 1464 views

IMG_20170811_151200_AO_HDR

Cadaazz.com – Kegalauan terkadang menghasilkan hal positif bila dilakukan positif, bahkan bisa menjadi sebuah karya cipta yang indah. Seperti halnya kegalauan yang dialami Ullynara Zungga (Nara) salah satu personil Dewi – Dewi yang ia tuangkan melalui puisi yang akhirnya menjadi sebuah buku kumpulan puisi bertajuk “Dunia Laksmi” yang diterbitkan oleh  MANS Publishing.

“Ini buku kumpulan puisi dari tahun 2016. Isinya banyak hal, dari cinta, pertemuan dan perpisahan. Ini memang  sebuah ungkapan kegalauan aku tentang apapun yang aku tuangkan dalam sebuah karya sastra. Dan deretan kosa kata itu adalah pertanyaan pertanyaan tentang cinta yang pernah terbersit dalam pikiran sekitar setahun silam, pokoknya aku tulis biasanya kalau lagi galau pasti ngalir gitu aja “, kata Nara di kantor MANS Publishing di kawasan Warung Jati, Jakarta, Jumat (11/8)

IMG-20170811-WA0001

Menurut Abdullah Mansuri, direktur MANS Publishing mengakui, diakuinya ia sendiri cukup pesimis ketika Nara yang seorang penyanyi ini mengajukan karya dalam bidang sastra padanya. Membaca buku ini seolah kita diajak buka halaman selanjutnya. Pilihan katanya cukup cerdas.

“Tapi begitu saya buka lembaran-lembaran yang diberikan Nara, saya lihat potensinya luar biasa. Banyak diksi pilihan kata – kata yang tidak biasa, namun tetap mudah dipahami. Potensinya cukup besar, saya harap bisa terus berlanjut, saya berharap dengan hadirnya buku Dunia Laksmi ini, akan semakin banyak orang untuk terdorong menulis “, lanjut Mansuri.

Dalam prosesnya Nara ternyata ikut turun tangan , mulai dari awal sampai akhir pembuatan buku Dunia Laksmi, bahkan penyanyi cantik ini sampai menghubungi salah satu Ilustrator asal Bandung untuk dipercaya mendesain cover dan gambar-gambar sesuai makna puisi-puisinya.

“iya dari awal sampai akhir aku ikutserta, aku  ajak kerjasama ilustrator dari Bandung Anwita Citriya, aku hubungi dia via Instagram  jadi saya tertarik sama karya-karya dia  dan banyak yang  karyanya temanya gelap  dark sesuai dengan  puisi  aku. Soal desain cover dan gambar – gambar yang ada di buku ini, saya bebaskan saja si illustrator  untuk  menggambar. Saya bilang tolong dong terjemahkan pusi saya  jadi  saya rasa dia sangat bagus dalam menerjemahkan puisi saya melalui sebuah gambar,” tandasnya

Saat ditanya mengenai perbedaan antara nyanyi dan nulis Nara mengatakan bahwa keduanya berbeda sekali bahkan susah untuk menyatukan keduanya.

“Beda banget  dan  kesulitan untuk menyatukan  karena dunia  nyanyi itukan  erat  kaitaannya dengan hingar bingar dan  penonton yang bersorak sorai sedangkan menulis saya  butuh ketenangan butuh fokus,  harus  sendirian. Pokoknya keduanya  dunia yang berbeda, “ ujarnya

Saat membaca buku dunia Laksmi, kita seperti diajak berkelana dalam puisi – puisi yang sarat “emosi” namunditulis dengan pilihan diksi dan kosa kata yang indah , ini bukan sekedar buku, ini adalah gelombang batin yang begitu kuat. Nara juga seperti menuntun kita untuk masuk perlahan dalam dunianya. Dunia Laksmi. Bahkan Nara juga mengerti betUl bagamana cara membujuk hati para penikmat puisi agar tidak beranjak dari bait-bait indahnya. Karena membaca Dunia Laksmi seperti kita tengah mendengar Nara bercerita renyah. Alurnya berbaris runtun. Membawa imajinasi pembacanya melayang  sembari mencari makna sesungguhnya di baik kalimat yang mereka baca.

“Semoga disukai oleh masyarakat luas mereka juga lebih  cinta sama puisi  seperti saya dan juga lebih  bisa diterima didunia sastra, serta yang membaca buku saya lebih peduli dengan peristiwa-peristiwa disekitar,” Harap Nara menutup pembicaraan. Sukses Bukunya ditunggu buku — buku berikutnya. (@enny_hdyn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1