Scroll to Top

Kepedulian JIKUNSPRAIN Pada Situasi Tanah Air Lahirkan “BERTUHAN DENGAN MARAH”

By admin / Published on Saturday, 05 Aug 2017 19:59 PM / No Comments / 1577 views

DSC_0137Edit

Cadaazz.com – Dua tahun bukalah waktu yang singkat dalam proses pembuatan sebuah Album rekaman. Sejak vakum di dunia musik akhir tahun 2015 dikarenakan susahnya menggabungkan jadwal para personil, akhirnya Jikunsprain menyelesaikan Album ke tiga mereka “Bertuhan dengan Marah”.

Dalam album ini Jikun (Gitar) kembali mengaet Oktav (Bass) sang personil lama dan Sasongko (Vokal)  serta Reza (Drum) dalam proyek mereka. Menurut Jikun proses pembuatan album ke tiga meraka membutuhkan waktu sekitar 2 tahunan karena masing-masing personil sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jadi butuh waktu dalam mempertemukan masing-masing personil dalam project kali ini.

“Cukup lama sih, ternyata untuk mengabungkan kempat musisi ini jadwalnya susah ya jadi selama hampir dua tahun ini saya sendiri merangkum jadwal ketemuan untuk latihan”, terang Jikun.

“Saking susahnya ketemu langsung, saya untuk membuat notasi dan lirik lagu pun saya harus lakukan via whatsapp dengan sasongko untuk sharing agar lebih cepat, Setelah proses itu selesai, baru saya bicarakan ke personil lainnya untuk jadwal latihan dan sebagainya, “ ujar Jikun lagi saat ditemui pada acara launching album Jikunsprain di Borneo Beerhouse, Kemang. (4/8)

DSC_0067Edit

Lebih lanjut Jikun mengatakan yang membuat lama proses pembuatan album mereka karena masing – masing personil punya kesibukan masing – masing. Seperti Jikun sendiri yang sibuk dengan /rif Sedangkan personil lainnya sibuk dengan pekerjaan dan aktifitas mereka sendiri.

“Jadi memang harus ada yang free, harus ada yang ngalah. Akhirnya bisa latihan, ke studio rekaman kemudian bikin video klip dan akhirnya bisa rilis album ini, Jadi meski Cuma 6 lagu tapi ini hampir setahun setengah  atau dua tahuan kita kerjain  Alhamdulillah kelar juga, lega sih.” Tandasnya

Berbicaraan perbedaan antara album pertama, kedua dan ketiga ini, Oktav mengatakan setiap album yang kita produksi pasti ada perbedaan. Album pertama dan kedua mereka albumnya lebih instrument, dimana oktav dan Jikun awalnya memang saat itu ketemu disekolah musik yang notabanenya  ngomonginnya teknis dan teori.

“Album sebelumnya kita instrumental lebih ngeluarin sisi musikalitas pokoknya meledek – ledak namun tetap ada lagu yang pake vokal. Album yang sekarang mungkin lebih bikin nganguk – anguk dan pake lirik, ada  6 track lagu yang terdapat di track list lagu ini yaitu : ‘Bertuhan Dengan Marah’, ‘Bedebah’, ‘Malaikat Hitam’, ‘Liar’, ‘Gelap Tak Berujung’ dan satu track lagu milik God Bless yang berjudul ‘Rock Di Udara’ Jelas Oktav.

“Seluruh Lirik yang buat Jikun sendiri, sepertinya dia menyimpan amarah yang disalurkan ke musik. Itulah enaknya musisi  mengungkapan kemarahan gak gebuk orang tapi di disalurkan dimusik, mencerminkan apa yang ada di hati dikeluarin dan semoga nyampai  kependengar.” Ungkap Oktav lagi.

“ini lagu saya buat karena melihat keadaan Indonesia sekarang, terutama kejadian – kejadian tiga tahun belakangan ini. Terkadang manusia yang ada di sini itu tidak bertuhan dengan Tuhan, tapi bertuhan dengan kekuasaan, bertuhan dengan uang, bertuhan dengan posisi jabatan, akhirnya dari situ timbul konflik dan secara psikologi mereka merasa tersingung dan terjadilah hal yang tidak diinginkan, Jadinya bertuhan dengan kemarahan dan kebencian.

Itu semua yang saya lihat dari kejadian – kejadian sekarang ini di Indonesia, Di lirik lagu ‘Bertuhan Dengan Marah’ ini saya berusaha untuk mengajak  :”hayo jadilah orang pemaaf, jalankan pekerjaan semestinya sesuai aturan, kita disini ada undang – undang tidak seenaknya seperti itu. Ayo dong kita saling silih asih, silih asuh dan silih asah. Bangun budi pekerti, hormati yang tua hal – hal kayak gitulah yang saya rasa sudah dilupakan sekarang ini. Itu salah satu kegelisahaan saya yang saya tuangkan melalui lirik lagu Bertuhan dengan Marah, “ Jelas Jikun. Sukses Terus Jikunsprain !!!! @enny_hdyn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-131866695-1