Scroll to Top

10 Judul Naskah Di Umumkan Lolos Dalam Babak Awal HOOQ Filmmakers Guild Musim Kedua

By admin / Published on Sunday, 02 Dec 2018 08:42 AM / No Comments / 73 views

Cadaazz.com – HOOQ, layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara dan India, tela mengumumkan 10 judul naskah yang telah terpilih untuk dikembangkan menjadi episode perdana dalam HOOQ Filmmakers Guild tahun kedua. Dari 10 naskah tersebut akan dipilih 5 naskah terbaik untuk diproduksi menjadi episode perdana.

Episode perdana dari para finalis HOOQ Filmmakers Guild tahun pertama telah memenangkan berbagai penghargaan, diantaranya Grand Prize for Best Television Pilot pada ajang tahunan Rhode Island International Film Festival (RIIFF) ke-22, Best Comedy Programme untuk Indonesia dan Best Actress in a Leading Role untuk Singapura pada acara Asian Academy Creative Awards pertama.

Melanjutkan kesuksesan tahun lalu dalam mencari sineas muda berbakat di Asia dengan ide cemerlang dalam membuat naskah serial, HOOQ mengajak para sineas untuk mengirimkan naskah ide serial TV dan naskah yang terpilih akan menerima pendanaan produksi episode perdana masing-masing sebesar USD 30.000 dan akan ditayangkan di HOOQ. Episode perdana terbaik, yang dipilih oleh pelanggan HOOQ dan jajaran juri terkenal di industri film Asia, akan diproduksi secara keseluruhan dan ditayangkan di HOOQ.

Jennifer Batty, Chief Content Officer HOOQ, mengatakan, “Kami dengan senang hati mengumumkan 10 naskah terbaik yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode perdana! Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap industri film lokal, HOOQ Filmmakers Guild dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan bakat sineas di Asia dengan memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan karya mereka melalui pembinaan dan bimbingan dari para juri HOOQ  Filmmakers Guild.  Kami sangat terkesan dengan naskah-naskah yang kami terima dan kami yakin pelanggan HOOQ akan menikmati 5 episode perdana terbaik. Tunggu serial lengkapnya yang akan tayang secara langsung di awal tahun depan!”

10 naskah sudah terpilih dari sekian banyak naskah yang dikirim selama dua bulan periode pengiriman dari seluruh Asia Tenggara. Ke-10 nasakah tersebut adalah Shunya (India), Klenix (Indonesia), The Headscarf (Indonesia), The Loser Minister (Indonesia), Babi! (Malaysia), Per Kilo (Philipines), Queen of Crowns (Singapura), She’s a terrorist and I love Her (Singapura), Lucky Girl (Thailand) dan Split Second (Thailand)

Banjong Pisanthanakun, juri asal Thailand, yang dikenal karyanya yang sukses menjadi box office yaitu Shutter mengatakan, “Keragaman dan kualitas naskah yang kami terima jauh melebihi harapan saya. Dengan berbagai genre dan alur cerita, dari drama, horor, komedi, hingga fiksi ilmiah, kami telah melihat talenta yang luar biasa di Asia melalui kompetisi ini!”

“Ini merupakan tahun kedua saya menjadi juri dan saya terus dibuat kagum dengan standar naskah yang tinggi dan saya senang mengetahui ada banyak talenta berbakat di industri perfilman ini! Selamat kepada peserta yang terpilih!” ujar juri asal Indonesia Mouly Surya, sutradara yang meraih banyak pujian dan pemenang penghargaan untuk film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Juri asal Filipina Agot Isdiro, aktris peraih penghargaan menambahkan, “Naskah – naskah yang kami terima tidak hanya luar biasa, tapi juga orisinal dan memiliki cita rasa dan unsur budaya Asia yang khas. Kreativitas dari peserta tahun ini sangat mengesankan dan saya sangat menantikan untuk melihat episode perdananya!”

Penilaian berdasar pada relevansi dan daya tarik terhadap penonton di Asia, kreativitas dalam alur cerita dan yang paling penting, cerita mengenai Asia yang teruraikan dengan baik juga sudut pandang yang orisinal.

Rekan juri asal Filipina Manet Dayrit, aktris senior peraih penghargaan di industri film Filipina, terkesan dengan naskah yang masuk, “Kami telah memilih 10 naskah terbaik yang mewakili semangat perfilman Asia dan kami tidak sabar untuk memperlihatkan kepada para penonton hasil dari produksi dari episode perdana.”

BERIKUT 10 NASKAH YANG TERPILIH

10 naskah dari beragam genre terpilih untuk pembuatan episode pilot

Shunya (Zero) (India)

Naskah pilihan dari India karya Sidhant Chowdhry & Prashansa Sharma dari Daku Productions adalah komedi berunsur India  – negeri para dewa spiritual, dimana dua orang pesimis dan frustasi membuka pertapaan palsu dan tanpa sengaja berakhir dengan sebuah pengalaman yang mengubah kehidupan mereka.

Klenix (Indonesia)

Naskah pilihan dari Indonesia karya Elvin Kustaman dari Yoodeo berupa drama supranatural tentang seorang jenius TI yang tanpa sengaja menciptakan sebuah aplikasi dan memungkinkan penggunanya melihat hantu. Ia memutuskan untuk mengkomersialkannya tetapi ia mengabaikan para mahluk gaib dan dan masyarakat yang menentang inovasinya.

The Headscarf (Indonesia)

Drama komedi kekinian asal Indonesia ditulis oleh Taqarrabie, Khalid Kashogi, Agasyah Karim dan Pasha Yudadibrata: tentang Emma seorang yang tidak agamis dan mendapat ultimatum dari ayahnya yang seorang Muslim; ia harus memakai jilbab atau tak diakui sebagai anak. Setelah berkompromi, Emma setuju menghadiri Pesantren Islam selama 3 bulan. Emma kini mencoba mencari cara menjalani kehidupannya antara teman-teman barunya yang behijab di Pesantren dan lingkungan pertemanan yang lebih hedonistik, antara pemahaman tentang agama yang kian berkembang dan hasrat materialistis dalam kehidupannya.

The Loser Minister (Indonesia)

Finalis ketiga dari Indonesia dengan genre serial komedi karya Nadia Vetta. Ketika Menteri Komunikasi Indonesia memblokir platform blogging kesukaannya, seorang selebriti media sosial yang kontroversial mengeluarkan video dengan kata–kata kasar yang kemudian menjadi viral. Yang tak disangka adalah penunjukan dirinya sebagai Menteri Komunikasi yang baru oleh Presiden.

Babi! (Malaysia)

Naskah asal  Malaysia ditulis oleh Roger Liew, Shaiful Yahya dari Ava Visual berupa drama politik dengan unsur komedi tentang seorang politikus yang memiliki banyak skandal dan dicopot dari jabatannya dalam pemilihan bersejarah, serta terjerat dalam kasus korupsi dan tidak dapat melarikan diri ke tempat pengasingan. Ia memutuskan berhenti dari dunia politik dan menebus kesalahannya terhadap keluarga dan masyarakat …. dengan memulai usaha berjualan nasi lemak telur asin.

Per Kilo (Philippines)

Ditulis oleh tim yang terdiri dari Dustin Celestion, Remton Siega Zuasola dan Abigail Lazaro dari Make Waves Pictures. Drama kriminal ini bercerita tentang dua sosok berbeda, seorang tukang daging dengan tuduhan salah dan seorang yang bercita-cita menjadi bintang laga, mereka menyelamatkan seorang anak dari jaringan pedofil internasional hingga menjadikan mereka sasaran gerombolan setempat.

Queen of Crowns (Singapore)

Naskah asal Singapura ini ditulis oleh Ric Aw dan Ong Yuqi dari The Creative Room bergenre drama komedi tentang seorang pekerja rumah tangga asal Filipina yang terobsesi menjadi ratu kecantikan. Klimaksnya terjadi ketika ia berusaha menyembunyikan ambisinya dari sang majikanyang terobsesi dengan karir, Florence Tan.

She’s a Terrorist and I Love Her (Singapore)

Naskah kedua dari Singapura karya Luff Media bergenre komedi tentang seorang pria putus asa dan membutuhkan uang tunai kemudian menikah dengan seorang teroris yang ingin meledakkan dirinya dalam serangan teror di Singapura. Dengan cinta sejati sebagai satu-satunya senjata, ia harus berjuang untuk memenangkan “hati dan pikiran” istrinya guna menyelamatkan Singapura.

Lucky Girl (Thailand)

Naskah asal Thailand bergenre drama kriminal karya Issaraporn Kuntisuk dan Chuenjai Studio, sebuah kisah kelam tentang sosok wanita muda yang menyadari bahwa kematian memberinya keberuntungan dan ia memiliki kekuatan untuk merubah nasib dan takdirnya, selama ia siap membunuh untuk mendapatkannya.

Split Second (Thailand) 

Naskah kedua asal Thailand bergenre komedi laga karya Dorsakun Srichoo tentang petualangan seorang pemeran badut amnesia dari grup Likay (musik rakyat Thailand) yang menjadi pahlawan ketika ia menolong seorang gadis yang ditawan oleh seorang pembunuh dalam sebuah pertunjukan. Dengan semakin banyaknya gerombolan pembunuh yang muncul, ia harus mengumpulkan kekuatan untuk dapat menyelamatkan gadis dalam tawanan yang ia cintai dan penduduk kota.

Seluruh episode pilot akan tersedia di HOOQ pada quartal pertama tahun depan dan naskah terbaik akan diproduksi secara lengkap. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.