Scroll to Top

Ajang Berekspresi Insan Seni Dan Teater Bertajuk Pesta Raya 2018 Sukses Digelar

By admin / Published on Saturday, 01 Dec 2018 15:23 PM / No Comments / 124 views

Cadaazz.com – Pestanya insan seniman teater yang diberinama “Pesta Raya 2018” telah selesai di gelar di Auditorium GRJS Bulungan pada Jumat, 30 November semalam. Pesta Raya 2018 dilaksanakan dan digagas oleh SINTESA (Simpul Interaksi Teater Jakarta Selatan) bekerjasama dengan JEERA Foundation serta Join untuk budaya sejak tanggal 21 November hingga 30 November 2018.

Ajang yang merupakan ruang bagi para pelaku kesenian dalam seni teater untuk dapat berekspresi dan berkreasi secara bebas dalam sebuah kebudayaan teater ini diramaikan oleh beberapa sanggar seni teater seperti : Jeera Teater, Teater Perempuan (Bimbingan kegiatan seni rutan pondok bambu), Taman Sandiwara, Teater Elnama, Teater K, Sanggar Kummis, Teater Ghanta, Dapur Teater Pontianak, Sanggar Cita-Cita dan Padepokan Seni Madura.

Pada Pesta Raya 2018 kemarin SINTESA selaku penggagas memunculkan tema yang menarik sekaligus unik yaitu “Bergerak”. Bergerak adalah sebuah tema kajian dari program Pesta Raya Sintesa yang tiap tahun kalender selalu mencermati dan mencoba membuat catatan perkembangan seni dan budaya ter-khusus teater.

Toto Sokle selaku Ketua Umum dari SINTESA

“Mengapa demikian? tak bisa di pungkiri lagi Teater adalah gambaran perkembangan peradaban tentang keberadaan. Semua mesti bergerak untuk berkembang,secara alamiah pasti akan menjadi berubah karena kita hidup”. Jelas Toto Sokle selaku Ketua Umum dari SINTESA

“Namun hakikat hidup yang menghidupi dalam hal ini tak bisa serta merta di biarkan begitu saja. “Biarkan berkembang secara alamiah” begitu kadang setiap orang berucap. Memang sangat betul, namun alamiah sendiri kalau di cermati adalah sebuah ekosistem juga walau dalam ranah yang kecil”. Lanjutnya kembali.

Keinginan untuk berkembang menjadikan semua ‘berpacu’ agar bisa sampai mengerti tentang sebuah potensi diri. Inilah mengapa  teater adalah gambaran peradaban dengan segala keberadaan yang ada. Peradaban yang terbangun menjadi gambaran bagaimana panjangnya sebuah peristiwa waktu yang di perlukan. Nalar yang terbuka dan perilaku yang tertata akan menjadi bentuk adab yang luar biasa.

Tak perlu lagi perdebatan tentang apa sesungguhnya hakikat inti kodrat tugas manusia sebagai  makhluk yang berpikir. Kalaulah  ada yang masih menyangsikan hingga detik ini,itu hanyalah bagian dari apa yang ada dalam ranah ‘kemanusiaan. Dunia pertunjukan adalah salah satu bagian kecil dari hal tersebut, apalagi menyoal teater. Kalaulah sebutan sebagai ibu dari segala kesenian dalam hiruk pikuk perdebatan panjang mungkin dapat dimengerti dari apa yang di pertontonkan. Ada semua unsur baik gerak, bunyi, suara dalam kaidah-kaidah estetika yang tersampaikan dengan sangat nyata.

Teater sekali lagi menjadi bentuk pe(manusia)an yang selalu memberi gambaran peradaban pada sebuah masa. Membangun dan terbangun, tergerak dan bergerak, adab dan beradab..semuanya dalam ke(satu)an.  “(Dia) yang terlihat  tak bergerak sesungguhnya akan mati jikalau kita tak tergerak untuk bergerak”. Pesta Raya ditutup semalam dengan penampilan terakhir Padepokan Seni Madura yang menampikan satu judul teater yaitu “Menjahit Kertas”. @fransiscuseko19 + SPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.