Scroll to Top

Cinta, Kehidupan, Kemanusiaan Dan Lingkungan Hidup Jadi Tema Di Debut Full Album The Melodrama

By admin / Published on Friday, 23 Nov 2018 06:39 AM / No Comments / 106 views

Cadaazz.com – The Melodrama di bentuk pada tanggal 17 Agustus 2013 di Tasikmalaya dengan line – up Abe sebagai vocalis dan mengisi gitar string akustik, Pupung Purnama mengisi feel petikan gitar akustik nylon yang memberi kesan lembut pada tiap lagunya dan Hilman pada synthesizer yg memperkaya nuansa musik The melodrama.

The Melodrama adalah band akustik pop yg memadukan element gitar akustik dan synthesizer dengan nuansa indie pop, britpop dan folk. Di setiap karyanya The Melodrama banyak terinspirasi dari kehidupan dalam keseharian mulai dari cinta, sosial, kemanusiaan,dan lingkungan hidup.

Debut album The Melodrama diberi judul dengan Fragmentia Anak Adam, album ini berisi 7 track lagu yang simple namun catchy yang akan membuat para penikmat lagu indie enak didengar. Alunan vokal abe yang khas, serta petikan gitar nylon dari pupung yang simple tapi melodius ditambah sound – sound unik dari synthesizer nya hilman membuat atmosfir dari lagu – lagu The Melodrama seolah membawa ke ruang dan dimensi waktu yang berbeda.

Benang merah sound lagunya dari satu ke lagu yang lainnya sangat berkaitan, dibuka dengan single “aurora” yang anthemic, lagu ini menceritakan tentang goresan tangan tuhan akan bias cahaya yang menghipnotis pandangan dari keindahan aurora dalam lingkar semesta langit malam.

Dilanjutkan dengan lagu kedua yang berjudul “kidung sang perantau” yang menceritakan keindahan alam indonesia yang dituangkan dalam syair pegunungan, kidung pesawahan yang melengkapi rasa rindu mendalam dari setiap orang yang tengah merantau jauh dari kampung halaman.

Lagu ketiga “boneka kayu” menceritakan tentang romantisme masa kanak – kanak ketika tiap hari minggu dengan tontonan film si unyil. Lagu ini juga didedikasikan untuk si unyil.

Lagu keempat “monumentalis plastik” lagu yang mengangkat sisi absurd atau keironian akan kemegahan dan gemerlapnya kehidupan yang penuh kepalsuan, rapuh seperti bongkahan plastik yang tak abadi. Pemujaan ambisi nafsu dunia.

Lagu kelima “polaroid” lagu ini didedikasikan kepada para fotografer yang mengabadikan gambar melalui lensa kamera.

Lagu keenam “sepertiga cahaya” lagu yang menceritakan pencarian akan jalan menuju kedamaian yang hakiki, dalam sisi gelap ruang jiwa manusia yang hampa menuju terang benderangnya cahaya sang pencipta.

Ditutup dengan “canting terakhir” lagu yang didedikasikan untuk para pengrajin batik tulis, agar anak – anak jaman sekarang tidak melupakan warisan tradisional yang harus dilestarikan.

Album ini di rilis pada bulan november tahun 2018 lewat demajors, label yang distribusi nya sudah terdapat di kota – kota besar indonesia juga asia tenggara. Diharapkan dengan dirilis nya album ini dapat menjadi media manyampaikan hal – hal positif melalui musik dan dapat memberikan contoh attitude yang baik pada generasi muda Indonesia bahwa bermain musik tidak harus berprilaku negative, dan juga sebagai alat promosi penjualan album serta merchandise The Melodrama secara umum di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.