Scroll to Top

“Dancing In The Rain” Bikin Dimas Anggara di Dampingi Psikiater

By admin / Published on Saturday, 13 Oct 2018 03:27 AM / No Comments / 102 views

Cadaazz.com – Film terbaru Dimas Anggara membuatnya harus di dampingi Psikiater, pasalnya ia berperan sebagai anak yang berkebutuhan khusus yang mengidap spectrum autis berjudul “Dancing In The Rain“. Bagi Dimas, perannya kali ini  ia merasa mendapat tantangan baru dalam film terbarunya, dimana Dimas berperan sebagai Banyu, pria dengan gangguan spektrum autisme.

“Ada tantangan tersendiri, ya, tentu iya. Saya harus riset selama dua bulan dan beradaptasi dengan peran tersebut tiga bulan, saya harus bisa membedakan saat saya jadi Dimas dan saat saya jadi Banyu, itu tantangan terberatnya,”ujarnya saat ditemui disela prescreening dan pressconfrance Dancing in The Rain di XXI Plasa Senayan, Kamis (11/10/18).

Diakui Dimas, ada beberapa komentar yang tanpa ia sadari terucap dikala selesai take dan tanpa disadari ada  kebiasaan yang kebawa  dalam kehidupan sehari – hari. Makanya, peran yang dibawakan Dimas Anggara diawasi penuh oleh tim psikolog. Mereka memantau tiap gerak gerik dan dialog Dimas dalam memerankan orang dengan spektrum autisme.

“Selama proses itu kita didampingi penuh oleh psikolog, itu untuk menjaga jangan sampai cenderung ke arah negatif dan saya harus bisa bedain mana plot Banyu dan Dimas. Semua pihak memberi ruang itu membantu saya, kapan saya jadi dimas, kapan saya jadi banyu, jd buat saya, keluarga temen – temen, kru di Dancing In The Rain semua membantu saya.” katanya.

“Bisa dibilang ini salah satu tujuan saya di dunia ini bisa memerankan karakter seperti ini, berbeda tantangannya. Saya juga gak nyangka screenply secepat ini bikin film ini. Memang saya yg lebih lama dalam mendalami karakter dibanding dengan teman yang lain, tapi semua pihak mendukung banget,”ujar Dimas.

Bagi aktris senior Christine Hakim, Dimas Anggara berhasil memerankan karakter Banyu di film Dancing Ini The Rain.

“Saya liat dari gesture dan gaya bicara dari ekspresi kemarahan dan kegembiraanya itu Dimas berhasil dalam mendalami karakter Banyu di film ini, gak cuma Dimas, pemeran Banyu Kecil Gilang Olivier juga hebat banget dan profesional,”ujar Christine Hakim memuji akting keduanya.

Rudi Aryanto selaku sutradara mengakui kepiawaian Dimas berakting  tak diragukan lagi apalagi di tambah dengan dukungan dari para pemain yang dari segi jam terbang dan kualitas mumpuni.

“Saya terhormat sekali bisa kerja bareng bersama pemain – pemain yang jam terbangnya luarbiasa dengan kualitas acting yang mumpuni, ditambah adanya pemain – pemain senior seperti Christine Hakim, Niniek L Karim dan Djenar Maesa Ayu,“ujar Rudi

“Semoga karya saya ini lebih menginspirasi  karena film keluarga bisa ditonton segala usia karena keluarga segala-galanya,” tandasnya.

Film yang di produseri oleh Sukhdev Singh dan ditulis oleh Tisa TS Berkisah Bagaimana Bagi Eyang Uti (Christine Hakim) Banyu adalah segalanya. Di balik rasa sayangnya terselip perasaan iba, karena sejak bayi Banyu ditelantarkan kedua orangtuanya yang tak mampu mengurusnya. Saat Banyu memasuki usia sekolah, Eyang Uti dihadapkan pada kenyataan pahit: Banyu mengidap spectrum autis, dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Kemudian, muncul Radin, anak baru di komplek yang tidak hanya membela Banyu saat dibully, terlebih lagi saat Kinara membuat indahnya persahabatan mereka semakin lengkap. Hingga dewasa, Radin, Banyu dan Kinara tetap bersahabat, benih cinta tumbuh antara Radin dan Kinara. Mama Radin suatu ketika berhasil memfitnah Banyu, seolah Banyu mencelakakannya. Radin yang salah faham menjadi sangat marah dan meninggalkan Banyu.

Film yang dibintangi oleh Dimas Anggara, Bunga Zainal, Christine Hakim, Niniek L Karim, Djenar Maesa Ayu, Gilang Oliver, Joshua Rundengan, Dolly Martin dan masih banyak lagi lainnya akan tayang dibioskop mulai 18 Oktober 2018. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.