Scroll to Top

Festival Film Indonesia (FFI) di Gelar di Jakarta Desember 2018

By admin / Published on Wednesday, 03 Oct 2018 11:52 AM / No Comments / 95 views

Cadaazz.com – Perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) akan kembali di gelar, tahun ini direncanakan akan diadakan pada bulan Desember tahun ini pertempat di Jakarta. Kembalinya pergelaran ini di laksanakan di Jakarta menurut ketua Ketua Komite FFI 2018 – 2020, Lukman Sardi Jakarta sebagai tempat penyelenggaran FFI bukan karena daerah tidak bagus atau tidak diperhatikan, namun lebih pada karena pihaknya melihat bahwa secara teknis dan industri, pelaku-pelaku perfilman sebagian besar berpusat di Jakarta.

“Tempatnya di Jakarta, teater besar Taman Ismail Marzuki, bukan berarti daerah enggak penting, tapi secara teknis akan mempermudah (penyelenggaraan). Kalau kayak televisi, berapa yang harus dibawa kalau digelar di luar kota. Budget juga untuk bawa ratusan orang dari Jakarta ke luar. Jadi lebih ke sisi kepraktisan,” ucap Lukman disela prescon presmian FFI di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/18).

“Desember rencananya tapi tanggalnya akan kami umumkan, kalau sekarangkan hanya peresmian aja, berikutnya akan ada workshop hingga malam peng-anugrahan nah workshop dilakukan di daerah dan kita akan bawa pelaku – pelaku seni ke daerah, sehingga mereka di daerah juga merasakan perjalanan FFI,”tambahnya

Di samping program tahunan penghargaan Piala Citra, Komite FFI akan menjalankan berbagai program, antara lain kanonisasi film Indonesia, pelatihan tingkat pakar (master class), kolaborasi komunitas, literasi dan apresiasi publik, dan lain-lain.

Perbaikan paradigmatik lain juga sudah dirintis tahun lalu dalam penjurian penghargaan Piaia Citra. Pada FFI 2018 platform baru itu akan dilanjutkan dengan beberapa perbaikan. Salah satunya, pada kategori film cerita panjang, film yang dinilai sudah harus memiliki STLS (surat tanda lulus sensor) dari LSF.

Sebagaimana tahun lalu, penjurian dilakukan dengan visi merumuskan secara jelas karya dan kerja artistik dengan pencapaian tertinggi yang diinginkan dan hendak dipromosikan atau didorong untuk lebih banyak dibuat dan dikerjakan.

Penjurian menjadi sebuah sistem yang mampu menetapkan secara tepat film dan kerja artistik yang seharusnya dijadikan tolok ukur pada masanya. Tiga kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian adaiah gagasan dan tema, kualitas estetika, serta profesionalisme. Untuk mewujudkan hasil terbaik dari sistem tersebut, penjurian melibatkan partisipasi aktif asosiasi profesi dan komunitas melalui proses seleksi internal. Bentuk penjurian ini dimaksudkan juga ‘ agar ke’ depannya terjadi penguatan kelembagaan serta profesionalisme asosisi profesi dan ‘ komunitas yang ada.

Penetapan nominasi dilaksanakan melalui rekomendasi asosiasi profesi dan komunitas. Sementara pemilihan pemenang dilakukan oleh perwakilan yang ditunjuk asosiasi profesi dan komunitas ditambah 10 juri mandiri. Sebagai pekerja dan pegiat yang aktif dalam lingkungan produksi, para penilai/juri dari asosiasi profesi dan komunitas dianggap mampu memahami secara baik setiap detail dari setiap unsur yang dinilai serta mengetahui trend mutakhir perfilman dunia.

Tahapan penjurian oleh asosiasi profesi dan komunitas akan berlangsung 2-25 Oktober 2018. Pengumuman nominasi direncanakan 6 November 2018. Selanjutkan pemenang Piala Citra FFI 2018 diumumkan dalam Malam Anugerah pada Desember 2018. Sebagaimana sebelumnya, seluruh proses penjurian dilakukan di bawah pengawasan konsultan publik independen, Deloitte Consulting. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.