Scroll to Top

Harapan Agar Sumber Daya Alam tetap terpelihara Di Album ‘3500 Hz’ group “Hutan Tropis”

By admin / Published on Tuesday, 04 Sep 2018 13:10 PM / No Comments / 125 views

Cadaazz.com – Jemmie Delvian (Jimi) adalah figur di balik band Hutan Tropis. Band ini dibentuk pada tahun 2012 sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya, di wilayah Bukit Barisan, Sumatera Selatan. Ingatan masa kecilnya tentang penduduk desa yang mayoritas bertani tergantikan dengan kenyataan saat ini, bahwa banyak penduduk yang beralih menjadi karyawan tambang.

3500 Hz adalah angka frekuensi audio yang dihasilkan oleh serangga tonggeret (family Cicadidae), yang juga dikenal dengan nama sesiagh dalam bahasa Besemah di Sumatera Selatan. Album “3500 Hz” terinspirasi dari kontribusi sesiagh terhadap keseimbangan alam, misalnya getaran sesiagh turut menyempurnakan proses fotosintesis tumbuhan di sekitarnya . Selain itu, frekuensi ini bisa didengar dengan jelas oleh telinga manusia. Melalui album ini, Hutan Tropis ingin menjadi seperti sesiagh yang mengantarkan harapan agar hutan atau sumber daya alam lainnya terus terpelihara, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Selatan, tapi bagi semua makhluk.

Kerusakan lingkungan yang terjadi pun banyak mengilhami karya-karya Hutan Tropis dalam album ini. “Kegelisahan, kemarahan, sekaligus suara kekaguman atas indahnya alam ini adalah ekspresi Hutan Tropis,” ujar Jimi. Seperti dalam lagu “ Pergi ”, yang menceritakan penduduk desa yang berusaha mempertahankan tanah warisan leluhur yang selama ini menopang kehidupan mereka dari gencarnya eksploitasi alam.

Proses pembuatan album “ 3500 Hz ” bermula setelah Ardian Septico (representatif @demajors-Lampung) dan Yulius Samiaji merekomendasikan Hutan Tropis kepada pendiri @demajors, David Karto. Berdasarkan rekomendasi tersebut, David akhirnya setuju untuk memproduksi album perdana Hutan Tropis. Tepat satu tahun setelah pertemuan itu, album “ 3500 Hz ” dirilis pada 31 Agustus 2018 lalu.

Album ini menghadirkan beberapa musisi yang membantu di dalam proses produksinya yaitu : Herwin Meidison, gitar akustik & elektrik, gitar bass di lagu “Beranda”, Syahilal, gitar bass, cajon di lagu “3500 Hz”, suara latar di lagu “Pergi“, “3500 Hz“, dan ”Dempo“, Iftah Auladi, perkusi, kecuali di lagu “Penari Langit” dan “Kambing Hitam“, Omar VQ, drum di lagu “Pergi”, Iriawan Wijaya, trumpet di lagu “Penari Langit” dan Hafiz Rizwandi, akordeon di lagu “Pergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.