Scroll to Top

Angkat isu Kanker Serviks dan Sugguhkan Budaya Lokal Singkawang, Film “Jejak Cinta” Tayang 6 September 2018.

By admin / Published on Tuesday, 04 Sep 2018 07:47 AM / No Comments / 108 views

Cadaazz.com – Setelah beberapa film menyuguhkan kearifan lokal yang menghiasi perfilman Indonesia, kali ini ada Trazz Production dan Scene Film yang produksi film nya menyuguhkan budaya lokal yang ada di Singkawang Kalimantan Barat. Selain menyuguhkan budaya lokal, film  yang disutradarai oleh Tarmizi Abka ini juga mengangkat isu kesehatan dalam hal ini kanker serviks, yang menjadi salah satu penyakit paling berbahaya bagi kaum wanita.

Menurut mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman yang menjadi Eksekutif Produser Film Jejak Cinta selain tentang kanker serviks film ini memadukan unsur kearifan lokal yang ada di Singkawang yang dijuluki ”Negeri 1.000 Kelenteng“.

“Selain tentang kanker serviks, film “Jejak Cinta” juga membawa pesan kebangsaan dari ranah Singkawang. Film ini mengangkat realita kehidupan di Singkawang, mengenai masyarakat, budaya, dan objek wisata yang ada di Kota Singkawang menjadi daya tarik tersendiri. Selain mengangkat sisi romantika. Film Jejak Cinta mengangkat Batik khas Singkawang yaitu Batik Tidayu yakni Tionghoa. Dayak dan Melayu,” ungkap Hasan Karman disela pressscreening dan pressconferance Film “Jejak Cinta” di Kawasan Kuningan, Minggu (2/9/18).

“Semoga dengan menonton film ini, masyarakat Indonesia makin kuat persatuannya dan saling menghargal satu sama lain,” tambahnya.

Film yang syuting nya di lakukan di Singkawang, diperankan Baim Wong, pemilihan Baim Wong dinilai tepat oleh sang sutradara Tarmizi Abka, lantaran Baim Wong sudah terbiasa memerankan cerita drama di sinetron dan FTV.

“Ini Karya kedua, saya tetap konsisten mengangkat kearifan lokal dan budaya nusantara, kali ini Kota Singkawang dengan keindahan Batiknya. Menurut saya Baim Wong memang cocok untuk film ini, sudah sesuai dengan karakter dia,” tutur Tarmizi Abka

Mathias Muchus yang terlibat sebagi pemain berperan sebagai Hendrawan seorang anggota DPR ini, mengapresiasi film tersebut karena mengangkat budaya dan pariwisata Singkawang.

“Ini film drama keluarga yang dibalut dengan nuansa percintaan dan budaya yang kental, semoga film ini mampu mensukseskan pariwisata Singkawang,”ucap Mathias Muchus.

Film  ini menceritakan tentang seorang desainer batik (Prisia Nasution) yang bernama Maryana yang melakukan riset di Singkawang untuk mencari motif batik asli dari tanah kelahirannya. Ia akhirnya menemukan cinta bersama Hasan (Baim Wong). Masalah cinta menjadi pelik ketika Hasan menyelamatkan Sarah (Della Perez), mantan kekasihnya. Bagaimana akhir kisah mereka? Seperti apa perjuangan Maryana dalam menghadapi penyakit kanker servik ya? Temukan jawaban dari film yang dibintangi oleh Prisia Nasution, Baim Wong, Della Perez, Mathias Muchus, Zora Vidayatia Denino, Jay Krhesna dan lainnya mulai tanggal 6 September 2018. (@enny_hdyn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.