Scroll to Top

IIMF, PRI 2018 Buka Pintu Lebar – Lebar Buat Idealisme Musisi – Musisi Indie

By admin / Published on Thursday, 16 Aug 2018 16:58 PM / No Comments / 337 views
Good Morning Alice

Cadaazz.com – International Indie Music Festval (IIMF), Pekan Raya Indonesia 2018 yang akan digelar selama 11 hari mulai 27 Sept sampai 7 Oktober di Indonesia Convention Center / ICE BSD menjanjikan sebuah aset dan kekayaan musikal tersendiri bila dipandang dari sudut musik dan musisi yang akan terlibat didalamnya. Ajang silaturahmi musisi indie nasional dan internasional yang bakal segera digelar akhir bulan depan ini sudah mulai menggeliat lewat ajang pre event bertajuk ‘Indie Season 2018 Road To IIMF’ yang saat ini masih berjalan menampilkan musisi dan band yang akan tampil di puncak acara IIMF, PRI di ICE BSD.

Cabron

Lewat ajang ‘Indie Season 2018 Road To IIMF’ mulai bisa dilihat seperti apa menu – menu musik yang bakalan tersaji di ajang konser musik indie terbesar di Asia tersebut. Invasi group – group dan solois bergenre folk yang meningkat secara signifikan, munculnya banyak musisi pria dan wanita yang ternyata berprofesi juga sebagai jurnalis / wartawan, muncul juga musisi – musisi remaja yang punya bakat luar biasa, serta ikut sertanya para musisi lawas dengan project baru dan musisi – musisi dari berbagai daerah di tanah air adalah bukti bahwa ajang konser musik dan silaturahmi IIMF, PRI 2018 bakal berlangsung meriah dan bermanfaat.

The Johny

Selain bermunculan segala macam pernak – Pernik yang muncul dari berbagai musisi yang hadir, IIMF, PRI 2018 ternyata juga memberikan kesempatan dan peluang bagi  musisi dan group band yang mempunyai idealisme yang tinggi. Pihak penyelenggara IIMF, PRI 2018 benar – benar menghargai seluruh perbedaan yang ada di bumi Indonesia ini dari segala hal baik suku, budaya, agama bahkan sampai ke prinsip bermusik yang tetap dihargai oleh penyelenggara melalui keberagaman idealisme yang beredar di acara ini.

HIS Band
Al Fatih

Di genre rock kita bisa menyaksikan band – band dengan idealism tinggi seperti : ‘Good Morning Alice’ yang memainkan musik rock moderen ala Incubus, Deftones dan lain – lain yang pernah booming di awal tahun 2000 an, lagu – lagu karya Good Morning Alice terdengar sangat tegas dengan genre modern rock yang mereka sajikan, selain Good Morning Alice masih ada dua group bergenre rock n roll yaitu ‘Cabron’ dan ‘The  Johny’ yang melebarkan musik mereka secara berbeda. Kalau Cabron ber-idealis kearah rock n roll blues maka The Johny lebih concern memainkan musik rock n roll bercampur punk dan ballad yang di kolaborasikan dengan unsur komedi dalam penampilannya.

Perau Kertas

Selain ada ketiga group band rock beridealisme tinggi diatas masih ada beberapa group rock seperti ‘HIS Band’, ‘Al Fatih’ dan ‘Perau Kertas’ yang tampil trengginas di ajang Indie Season Road To IIMF, PRI 2018. HIS Band digawangi para session player musisi senior tampil matang sesuai jam terbang tinggi masing – masing personilnya yang memang sangat – sangat matang di bidangnya, sementara itu Al Fatih dan Perau Kertas yang baru – baru ini unjuk gigi di Indie Season Road To IIMF, PRI 2018 sangat menggambarkan ke-idealisme-an mereka dalam bermain musik, Al Fatih dan Perau Kertas adalah dua group band yang mewakili ke-idealis-an musisi indie sebenarnya yang sekian lama terjajah oleh musik ala industri yang mengekang kebebasan musisi dalam berkarya. Al Fatih dan Perau Kertas secara lugas dan tegas memainkan musik demi kesenangan mereka dalam bermusik. Hampir tidak ada lagu bertema cinta dalam lirik lagu mereka, agak naif memang, tapi itulah sikap mereka, sikap yang mewakili indie musik selama ini.

Queenzella

Bicara aliran musik yang idealis ternyata tidak hanya ada di musik rock, Queenzella band asal Bekasi yang pernah merilis single ‘Beib’ dan ‘Apa Yang Salah’ adalah salah satu band bergenre pop yang memainkan komposisi – komposisi musik pop lebih kearah progresif dalam karya – karya mereka. Karakter dark pop yang di miliki Octa, sang vokalis membuat lagu – lagu beraliran pop dari Queenzella terdengar lebih dark ataupun lebih progresif secara ambience. Lagu – lagu Queenzella memang kurang bright untuk industri musik Indonesia namun gak perlu kuatir karena industrinya sendiri toh sudah tiarap dan sekarang ini adalah saatnya kreatifitas mengalahkan industri. @fransiscuseko19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.