Scroll to Top

Pernah Menolak Tawaran Major Label, Skastra Tetap Eksis Merilis Single ‘Rendez-vous’

By admin / Published on Thursday, 09 Aug 2018 03:07 AM / No Comments / 268 views

Cadaazz.com – Skastra adalah band berhaluan ska dengan tagline “more than ska“. Karya-karya Skastra terdengar khas karena musiknya selalu merupakan percampuran antara ska dengan berbagai genre lain mulai dari jazz, blues, pop, surf rock, sampai keroncong. Band ini terbentuk pada penghujung tahun 2015 di pelataran kampus UI, Depok.

Rendez-vous” adalah single pertama Skastra di tahun 2018. Lagu ini bercerita tentang sebuah momen intim saat seseorang bertemu dengan sosok-sosok dari masa lalunya. Single “Rendez-vous” telah dirilis di bulan Juli 2018 ini di platform-plaform digital. Kemudian, video clipnya pun telah rampung dibuat. Pembuatan video clip Rendez-vous ini bekerja sama dengan Teater Pandora.

PROFIL SKASTRA

SKASTRA adalah band berhaluan ska yang terbentuk pada penghujung Oktober 2015 di pelataran kampus FIB UI, Depok. Setelah beberapa waktu mengalami dinamika keluar-masuk personil, saat ini SKASTRA mantap beranggotakan tujuh orang, yakni: Alduri Asfirna (vocal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (guitar), Fazrin Mustakin (guitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), Taufiq Alkatiri (trumpet), dan Faris Sutowijoyo (trombon)

Hanya berselang sekitar enam bulan sejak awal terbentuk, SKASTRA langsung tancap gas merilis EP debutnya yang berjudul “Renjana”. Lewat mini album berisi tiga lagu ini SKASTRA menunjukkan bahwa musik ska, yang umumnya dianggap terikat pada pakem-pakem tertentu, sebenarnya masih bisa didaur-ulang, dieksplorasi dan dinikmati dengan banyak cara.

Berbeda dengan ska yang umum dimainkan oleh Tipe-X, Shaggy Dog ataupun Souljah, SKASTRA mencoba menciptakan karakter ska-nya sendiri dengan mengawin-silangkan berbagai unsur musik berbeda. Usaha menginterpretasi ulang musik ska serta pencarian karakter baru itulah yang terekam dalam EP “Renjana”. Peluncuran EP ini kemudian dirayakan cukup meriah dalam acara bertajuk “Supernova Concert” yang digelar di Rolling Stone Café, Jakarta, pada pertengahan April 2016 lalu.

Meski masih jauh dari mahakarya, mini album debut SKASTRA bisa dibilang cukup berhasil menarik perhatian publik. Sejak meluncurkan EP “Renjana” SKASTRA mulai sering mendapat undangan main di berbagai event, mulai dari event berskala kampus sampai event-event komunitas yang lebih umum. Berkat lagu-lagu dalam EP itu juga, SKASTRA sempat dilirik oleh salah satu major label ternama di Indonesia dan diajak bekerjasama dalam pembuatan soundtrack film layar lebar.

Didorong keinginan untuk meluaskan pengalaman bermusik, tanpa ragu SKASTRA menyanggupi tantangan membuat soundtrack film dan langsung menulis lagu single berjudul “Makan Hati”. Hasilnya, selain lolos didaulat sebagai OST untuk film “Security Ugal-Ugalan” (2017), single “Makan Hati” juga telah diputar serentak di radio-radio di seluruh Indonesia.

Selesai dengan urusan soundtrack, SKASTRA lantas ditawari kontrak rekaman oleh major label yang sama. Namun karena beberapa pertimbangan yang terkait visi-misi bermusik, akhirnya SKASTRA memutuskan untuk menolak tawaran tersebut dan memantapkan diri berkarya di jalur indie.

Dan sekarang, di usianya yang sudah menginjak satu setengah tahun, SKASTRA tengah bersiap untuk merayakan kelahiran karya barunya. Dengan modal hasrat berkarya yang tinggi, ketekunan berlatih, kesabaran, juga ditambah nasib mujur, kini SKASTRA telah merampungkan proses produksi album penuh yang berjudul “Minor 7”.

TENTANG “MINOR 7″

“Minor 7” adalah album penuh pertama SKASTRA, berisi sembilan buah lagu yang semuanya baru. Dalam album ini SKASTRA mencoba memadukan irama khas Jamaica dengan berbagai gaya musik yang sangat variatif, mulai dari jazz, blues, swing, reggae, surf-rock, hingga keroncong.

Berbeda dengan EP “Renjana” yang digarap dengan metode live recording, materi-materi di album “Minor 7” ini direkam dengan metode track recording demi mengejar kualitas sound yang lebih rapi dan maksimal. Lewat berbagai eksplorasi musikal ini, pada akhirnya SKASTRA berharap bisa ikut meluaskan khasanah serta perbendaharaan musik ska di Indonesia. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.