Scroll to Top

Ada Bom Thamrin di Trailer Film “22 Menit” Besutan Buttonijo Films

By admin / Published on Sunday, 10 Jun 2018 10:45 AM / No Comments / 120 views

Cadaazz.com – Diangkat dari peristiwa ledakan bom Thamrin pada Januari 2016 silam, Buttonijo Films menuangkannya melalui film besutan terbarunya bertajuk “22 Menit“. Menurut Eugene Panji, film yang diangkat dari peristiwa bom di Thamrin ini juga menjadi bagian dari sosialisasi antiterorisme dan menggambarkan keberanian warga Jakarta menghadapi ledakan bom yang terjadi saat itu.

“Film ini kami buat untuk menggambarkan keberanian dan juga ketahanan bangsa Indonesia dalam menghadapi serangan teroris, film ini terinspirasi kejadian bom Thamrin,”ujar Eugene Panji saat peluncuran poster dan trailer Film “22 Menit” di Gandaria City, Kamis (7/7/18). Sebagai film yang terinspirasi dari peristiwa bom Thamrin ini, pihak rumah produksi Buttonijo Films berkonsultasi dengan jajaran kepolisian agar bisa menggambarkan kondisi seakurat mungkin.

“Risetnya detil, kami tidak mau bikin film yang salah, apa yang ditampilakan dalam film ini dibuat sepersis mungkin dengan kondisi asli sesuai prosedur standar, dan kita libatkan pejabat polisi disini, soal siapa yang ikut terlibat, tunggu tanggal tayangnya,” ungkap Eugene.

“Kami ingin film ini juga bisa menggambarkan kecanggihan fasilitas yang dimiliki oleh polisi Indonesia yang tak banyak diketahui khalayak, ” tambah Myrna Paramita Pohan, sutradara yang bertandem dengan Eugene Panji

Film yang disutradarai oleh Eugene Panji dan Myrna Paramita Pohan menghadirkan cerita mengenai orang yang terkena dampak serangan teroris ini menunjuk Aryo Bayu sebagai pemeran utamanya. Diakui Aryo Bayu, untuk film ini ia mengikuti pelatihan agar bisa memperlihatkan karakternya senyata mungkin sebagai salah satu anggota unit anti terorisme. yang memiliki standar sesuai kenyataannya.

“Jadi pas proses pelatihan bagaimana menembak, pegang senjata, menetralkan sebuah situasi, jadi menarik angle itu. Saya belajar dari A-Z,” kata Ario

“Base cerita kami kan fiksi yang diangkat dari peristiwa nyata. Tapi, peran saya sebagai polisi seperti kehidupan nyata, dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” lanjutnya.

“Kebetulan karakter aku di sini jadi Desi. Karakter aku bisa dibilang paling nyebelin di film ini. Karakternya annoying banget, merepotkan, pelanggar lalu lintas tapi enggak mau di salahin, malah marah balik,” ucap Ardin Rasti, yang ikut berperan disini.

Menurut Eugene, film ini sebuah pembelajaran dan sebagian keuntungan dari penjualan tiket akan disumbangkan untuk korban bom Thamrin.

“Film ini adalah pembelajaran soal anti tetorisme di Indonesia, karena itu kami sangat berharap karya kami mendapat dukungan dari seluruh penduduk negeri, dan sebagain keuntungan dari penjualan tiket film ini akan kamu sumbungkan kepada para korban bom Thamrin 2016,” jelaa Eugene Panji.

Film yang berlokasi pengambilan gambar dilakukan di tempat yang sama dengan trailer berdurasi 80 menit, film ini menjanjikan adegan aksi mendebarkan, seperti bom meledak, baku tembak di tengah jalan dan aksi berbahaya yang biasa dilakukan polisi terlatih.

Film yang bercerita tentang peristiwa ledakan bom Thamrin, seorang polisi anggota unit anti terorisme, bernama Ardi. Ketika ledakan bom terjadi di pusat kota, Ardi dan rekan-rekannya mempertaruhkan nyawa demi mengamankan situasi. Dalam 22 menit, Ardi dan satuan antiterorisme berhasil meringkus pelaku. Namun, ledakan bom Thamrin pada akhirnya mengubah hidup banyak orang untuk selamanya. Film 22 Menit bakal tayang pada 19 Juli 2018 ini, didukung oleh Ario Bayu,  Ardina Rasti, Ade Firman Hakim, Mathias Muchus, Hana Malasan, Ence Bagus, Ajeng Kartika, Taskya Namya dan Fanny Fadillah “Ucup”. (@enny_hdyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *