Scroll to Top

Buku “Dear Tomorrow” Adalah Cara Maudy Ayunda Memaknai Hidup, Cinta Dan Mimpinya

By admin / Published on Wednesday, 23 May 2018 01:15 AM / No Comments / 246 views

Cadaazz.com – Maudy Ayunda tidak henti – hentinya membuat kagum para fans nya. Setelah sukses menjadi penyanyi dengan merilis beberapa album dan banyak single serta sukses membintangi film – film layar lebar yang masuk dalam katagori box office plus sukses meniti karir akademisnya dengan melanjutkan study di luar negeri, Si Cantik ini malah menunjukan bakat terpendamnya di bidang penulisan buku.

Maudy Ayunda yang Bernama lengkap Ayunda Faza Maudya (lahir di Jakarta, DKI Jakarta, 19 Desember 1994; umur 23 tahun) dan merupakan Lulusan University of Oxford jurusan Politics, Philosophy and Economics (PPE) ini membuktikan bahwa dirinya memeang merupakan sosok multi talenta dengan merilis sebuah buku berjudul “Dear Tomorrow” belum lama ini.

Dear Tomorrow merupakan karya pertama Maudy Ayunda di bidang kepenulisan. Buku yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka ini merupakan buku yang berisikan sekumpulan esai pendek mengenai pemikiran Maudy tentang hidup, cita-cita, serta cinta, dan diselingi dengan puisi, quotes-quotes pendek, dan foto-foto eksklusif dari Maudy Ayunda. Buku ini dicetak dalam edisi hard cover, setebal 192 halaman full colour. Harga jual Rp129.000,-

Buku Dear Tommorow ini memaparkan tentang bagaimana Maudy memaknai hidup, cinta, dan meraih mimpi. Gagasan-gagasan tersebut  dipaparkan secara ringan dan mudah dimengerti, tetapi sebenarnya memiliki makna yang teramat dalam.

Dear Tomorrow merupakan sebuah buku yang diperuntukkan bagi generasi millennial yang attention spannya pendek. Dapat dibaca mulai dari mana saja, baik dari tengah maupun dari belakang. Tipikal buku yang bisa diletakkan di samping tempat tidur, dapat dibaca sebelum tidur, ataupun sesaat setelah bangun tidur. Sebuah buku yang diharapkan mampu menyebarkan positive vibes dan membuat pembacanya tersenyum.

Maudy Ayunda ingin menuliskan buku yang bisa menjadi inspirasi, tapi menurut pendapatnya sendiri, ia belum merasa cukup pengalaman untuk membuat buku yang seperti “mengarahkan”. Akhirnya, Maudy Ayunda menulis buku ini seperti layaknya self-reflection. Kapasitas buku ini disesuaikan dengan target pembaca yang juga berasal dari kalangan anak muda.  Pada awalnya, Maudy memulai untuk mengumpulkan hal-hal yang ia senangi seperti esai, puisi, foto dan bahkan ada playlist. Kontennya bisa dikatakan  berpola.

Maudy ingin menuliskan buku Dear Tomorrow ini seperti layaknya ingin mengingatkan dirinya sendiri, maka dari itu ada tambahan “notes to my future self” di bawah judul Dear Tomorrow. Sebuah buku berisikan hal-hal yang sudah Maudy pelajari dan ingin Maudy ingat ke depannya.

Maudy Ayunda mulai menuliskan Dear Tomorrow sejak 2017. Dalam proses penyusunan draft awal Dear Tomorrow, selama beberapa hari, Maudy meminta editornya (Baiq Nadia) mendampingi secara langsung agar bisa berdiskusi dengan lebih intens. Setelah Maudy menemukan konsepnya, ia menemui kendala lain, yakni mencari cara penyampaian yang mudah dipahami pembaca. Maudy ingin menuliskan sesuatu yang simpel tapi cukup mengena.

Akhirnya, Maudy memilih untuk menuliskan buku Dear Tomorrow dalam bahasa Inggris. Menurut Maudy, bahasa Inggris merupakan bahasa yang universal. Penggemar Maudy Ayunda dari negara lain yang tidak menguasai Bahasa Indonesia bisa dengan mudah memahami buku ini. Selain itu, karena Dear Tomorrow juga merupakan buku yang ditulis dengan sentuhan personal, hal ini juga berpengaruh dalam kenyamanan Maudy Ayunda dalam menulis, yakni menulis dalam Bahasa Inggris. Bahkan, dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar buku Dear Tomorrow, dapat membuat Maudy menjadi lebih luwes dan jujur dalam menuangkan perasaannya dalam buku ini.

 Situs pribadi: http://www.maudyayunda.com

Situs buku: https://www.deartomorrow.bentangpustaka.com

@fransiscuseko19 + SPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.