Scroll to Top

Keyboardis Group Rock Powerslaves Buka Kedai Kopi Di Banjarnegara Jawa Tengah

By admin / Published on Saturday, 12 May 2018 09:00 AM / No Comments / 392 views

Cadaazz.com – Sejak film Filosofi Kopi naik daun pada 2015, hasrat minum kopi masyarakat Indonesia makin meningkat. Tapi, bukan itu alasan kibordis band rock lawas Powerslaves, Wiwiex Soedarno secara resmi membuka kedai kopi bernama Rumah Kopi 2 Banjarnegara pada April 2018 lalu di Banjarnegara, Jawa Tengah. Grand opening kedai kopi ini dilengkapi dengan sesi ’Ngopi Bareng Powerslaves’.

Awal mulanya, sekitar tahun 2011, Wiwiex diajak minum kopi di sebuah kedai kopi yang berlokasi di Bintaro oleh rekannya di Powerslaves, Anwar Fatahillah. Sejak itu, dia belajar menikmati minum kopi dan selalu mencari kopi khas suatu daerah ketika menggelar konser bersama Powerslaves di berbagai pulau di Indonesia.

Wiwiex juga membeli alat-alat peracik kopi. Kemudian belajar meraciknya di sebuah museum kopi, dari teman-temannya yang sudah lebih dulu membuka kedai kopi, dan dari internet. Layaknya di dunia musik, Wiwiex mulai mengubah hobi menjadi pekerjaan.

Setelah sekian tahun mempelajari seluk-beluk kopi, Wiwiex kemudian menggandeng rekannya, Darwies, yang lebih berpengalaman di dunia kopi untuk membuka kedai kopi pertamanya, Rumah Kopi Banjarnegara, pada 2016. “Saya hanya bisa meracik kopi sekadarnya. Buat sendiri aja. Untuk di kedai, ada barista khusus yang benar-benar menguasai bagaimana meracik kopi,” kata Wiwiex, mencoba meyakinkan para pelanggan kalau kopi di kedainya diracik oleh profesional.

Keberhasilan membuka kedai kopi pertama, membuat Wiwiex terpantik untuk membuka yang kedua. Dia bahkan bermimpi untuk membuka kedai-kedai kopi lainnya di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta.

“Saya menjalani bisnis kopi ini mencoba berangkat dari daerah dan berharap nanti bisa membuka kedai kopi lainnya di berbagai provinsi dan ekspansi ke Jakarta. Namanya bermimpi, pengen mimpi setinggi langit. Saya mencoba bikin piramida terbalik. Dari kota kecil ke kota besar. Siapa tahu berhasil,” lanjutnya.

“Ketika saya menggeluti bisnis kuliner, saya juga punya pandangan kopi ini sangat dibutuhkan karena merupakan bahan pokok. Bukan sekadar tren. Dan saya menikmati bisnis ini karena tidak memakan waktu terlalu banyak buat saya. Membuka lapangan kerja buat orang lain juga salah satu tujuan saya,” Wiwiex menguraikan.

Rumah Kopi 2 Banjarnegara pun dibuka secara resmi pada 13 April 2018. Lokasinya, di Jl. Dipayuda 2A Banjarnegara atau di tengah kota Banjarnegara yang mudah dijangkau dengan semua kendaraan termasuk berjalan kaki. Ornamen hitam putih yang menghiasi interior kedai, yang dilengkapi live musik akustik setiap hari, membuat suasana semakin nyaman dan ngopi kita semakin nikmat. Entah itu sambil bekerja, rapat atau sekadar ngobrol-ngobrol.

“Dalam kehidupan itu ada hitam dan putih, keduanya akan selalu bersama. Andai hitam dan putih itu kita jadikan satu, itu seperti kopi. Enak dan nikmat,” Wiwiex menjelaskan filosofi di balik tema hitam putih yang menghiasi kedai kopinya.

Seperti halnya Rumah Kopi pertama. Di kedai kedua ini Wiwiex masih mengusung tema lokal dengan menyediakan kopi organik khas Banjarnegara. Untuk jenis Arabica proses fullwash ada kopi Kalibening, Balun, Wanayasa, Kasmaran dan Babadan. Sedangkan jenis Robustanya ada kopi Pesangkalan, Tlaga, dan juga Kalibening.

“Saya mau mengeksplorasi kopi Banjarnegara. Kopi Banjarnegara punya kualitas yang tidak kalah dibandingkan kopi dari daerah-daerah seperti Toraja, Gayo, Kintamani, dan kopi-kopi lainnya,” kata Wiwiex lagi.

Kopi Kalibening sendiri berkategori premium. Kopi ini tumbuh di ketinggian 1200-1300 meter di atas permukaan laut.Tapi jangan khawatir. Meski dilabeli ‘kelas pertama’, untuk secangkir kopi Kalibenening kita cukup mengeluarkan uang sebesar Rp15 ribu. Dan untuk menambah cita rasa ngopi kita, Rumah Kopi 2 juga dilengkapi dengan jajanan khas daerah Banjarnegara seperti mendoan dan ketela. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.