Scroll to Top

Meet Me After Sunset : Film Kisah Cinta Segitiga Remaja Bertema Magical Of Story

By admin / Published on Saturday, 10 Feb 2018 08:44 AM / No Comments / 169 views
Meet Me After Sunset Press Con

Cadaazz.com – Film “Meet Me after Sunset” tidak mengandung adegan seperti film drama romantis lainnya, film ini justru sebuah film kisah cinta, namun tetap menjunjung norma-norma ketimuran. Tidak ada pegang tangan, pelukan bahkan yang namanya ciuman dalam adegan di film yang di produksi oleh MNC Pictures ini.

Film ini juga berbeda dari film drama remaja kebanyakan yang mengambil tema kekinian. Film ini berfokus kepada kisah persahabatan dan keluarga yang mengedepankan norma-norma ketimuran yang berkonsep Magical of Story.

Menurut Toha Esa sang eksekutif produser film ini bertema magical of story yang ditulis sangat rapi oleh Haqi Achmad.

“Film ini bertema magical of story yang di kemas apik oleh sutradara Danial Rifki yang didukung oleh para pemain yang melakoninya dengan baik dan juga para team Computer Generated Imagery (CGI) yang sudah bekerja keras bersama para produser. Saya berharap film ini bisa dinikmati dan bisa diambil hikmahnya,” ujar Toha Esa.

“Kami mengedepankan unsur-unsur ketimuran dan kekeluargaan, menjunjung tinggi kebersamaan, untuk berani mengejar mimpi dan apa yang kita mau capai. Satu lagi yang berbeda pada film adalah kita memakai konsep magical of story. Jadi bukan yang cuma ketemu terus jatuh cinta gitu enggak,” ucap Haqi Achmad sang penulis film Meet Me After Sunset.

Diakui Danial sang sutradara ada beberapa Kesulitan dalam mengarap film ini termasuk Kesulitan secara teknis dan tantangan untuk membuat film ini menjadi bukan sekedar film remaja yang murahan.

“Secara teknis kesulitannya film ini membuat adegan siang jadi malam dengan secara masif. Jadi hampir 70 % kita rubah dan itu secara cost production lumayan berat dan detail. Yang kedua kita mencoba mendekati generasi milenial. Sehingga kita menerjemahkan rasa remaja tapi tidak jatuh pada ‘klise’ dan ‘murah’, tidak sekedar pelukan ciuman dan lain – lain. Jadi lebih ke level lebih puitis dan pake hati, ” jelas Daniel Rifky saat press screening di CGV Grand Indonesia, Jumat (9/2/18).

Cinta Segitiga Maxime, Agatha Chelsea dan Billy Davidson

Film ini berfokus kepada kisah persahabatan dan keluarga yang mengedepankan norma-norma ketimuran. Sosok Gadis (Agatha Chelsea) adalah seorang remaja perempuan yang berbeda dari kebanyakan. Ia lebih senang beraktivitas di malam hari dan hanya memiliki seorang sahabat yang bernama Bagas. Sementara itu, Vino (Maxime Bouttier) merupakan seorang anak yang baru saja pindah dari Jakarta untuk tinggal di Bandung. Meskipun Vino merasa kurang nyaman dengan tempat tinggal barunya, justru ia menemukan cinta sejatinya, Gadis. Yang menarik adalah Vino harus berhadapan dengan Bagas (Billy Davidson) yang  selama ini yang selalu menemani dan menjadi malaikat pelindung bagi Gadis sejak kecil.

Bagas sangat mengerti Gadis dan selalu memberikan dukungan kepada Gadis agar tidak menampakkan diri di siang hari. Berbanding terbalik dengan Bagas, Vino adalah orang yang selalu meyakinkan Gadis bahwa siang itu lebih menyenangkan. Perhatian yang diberikan oleh Vino membuat Gadis tertarik padanya. Ia juga mengenalkan hal-hal baru kepada Gadis. Sehingga Gadis pun terjebak diantara dua pilihan yang membingungkan.

Film yang diproduseri Miftha S. Yahya dan Edward Chandra ini dibintangi oleh Agatha Chelsea, Billy Davidson dan Maxime Bouttier. Lalu ada Iszur Muchtar, Feby Febiola, Gunawan, Marini Soerjosoemarno, Yudha Keling dan Margin Winaya. Film ini akan tayang pada 22 Februari 2018. (@enny_hdyn)

 photo Untitled_zpsmwldy7ww.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 photo Untitled_zpsmwldy7ww.jpg